Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Hakim-hakim 6:25-32, Turut Melahirkan Pemimpin

Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang.” (Hakim-hakim 6:31)

Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul turut melahirkan pemimpin.

bacaan Alkitab diambil dalam Hakim-hakim 6:25-32.

Renungan diambil dalam moment of inspiration LPMI.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Amsal 14:32-33, Hikmat Tinggal di dalam Hati Orang yang Berpengertian

“Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: "Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia?

Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi.

Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang.” (Hakim-hakim 6:31)

Seorang selebritis terkenal di tanah air dalam suatu sesi wawancara mengungkapkan salah satu rahasia kesuksesannya di dunia entertain.

Saat mengawali karya di dunia seni, seorang seniman senior menemuinya dan memberikan pesan singkat, “Jangan sampai orang menunggu kamu, kamulah yang harus datang lebih dulu”

Ajaran sederhana itu membentuk seluruh hidupnya yang disiplin dan menghargai waktu.

Sang seniman saat ini telah tiada, namun kontribusinya bagi kesuksesan banyak orang tidak pernah terlupakan.

Yoas ayah Gideon, tadinya memiliki tiang berhala Baal di rumahnya.

Ketika Gideon menebang tiang berhala itu, masyarakat menuntutnya untuk dibunuh.

Dengan gagah berani Yoas menantang semua orang, siapa yang akan menghukum Gideon akan dibunuh dan dia mengatakan dengan sangat percaya diri, biarlah Baal membela dirinya kalau dia betul-betul allah.

Ucapan Yoas ini menjadikan orang menjuluki Gideon “Yerubaal” Ketika terbukti bahwa Baal tidak mampu membalas, tentunya menjadi sebuah momentum yang mengingatkan bahwa Baal bukanlah allah yang layak untuk disembah sebagai Allah.

Walaupun tidak diceritakan secara detail peran Yoas selanjutnya dan juga reaksi orang-orang kota Abiezer, tetapi kita bisa menduga dan menafsirkan bahwa itu merupakan bagian proses dari Tuhan untuk mengembalikan kepercayaan umat Israel kepadanya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved