Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Terpendek

Selasa 5 Agustus 2025 Jadi Salah Satu Hari Terpendek hingga Bulan ke-8 Tahun Ini

Bahkan tahun 2025 ini tercatat sudah 3 kali hari terpendek. Salah satunya hari Selasa 5 Agustus. Apa penyebabnya?

Editor: Frandi Piring
Frandi Piring/TribunManado.co.id
HARI TERPENDEK - Foto kalender masehi bulan Agustus 2025. Tanggal 5 Agustus diberi tanda bulat berwarna merah marun. Menurut penelitian BMKG menunjukkan bahwa hari Selasa 5 Agustus 2025 menjadi salah satu hari terpendek hingga bulan ke-8 tahun 2025. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selasa, 5 Agustus 2025 menjadi salah satu hari terpendek hingga bulan 8 tahun ini.

Hal berdasarkan temuan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Dr Teguh Rahayu menjelaskan, kecepatan rotasi bumi tidaklah tetap.

Bahkan tahun 2025 ini tercatat sudah 3 kali hari terpendek. Salah satunya hari Selasa 5 Agustus.

Hal ini dipicu berbagai faktor yang memengaruhi kecepatan putar Bumi, salah satunya posisi orbit Bulan terhadap khatulistiwa.

"Bumi cenderung berputar lebih cepat ketika posisi Bulan berada jauh di utara atau selatan khatulistiwa," jelas Rahayu dalam keterangannya pada Selasa (5/8/2025), dikutip dari Kompas.com.

Fenomena ini semakin tersorot sejak penggunaan jam atom untuk pencatatan waktu presisi pada tahun 1973.

Hari terpendek yang tercatat hanya 1,05 milidetik lebih cepat dari 24 jam sejak saat itu hingga tahun 2020 lalu. Tapi, tren ini berubah setelah tahun 2020.

Kata Rahayu menjelaskan, sejak saat itu, bumi memecahkan rekor kecepatan rotasinya di beberapa kesempatan.

"Hari terpendek yang pernah diukur terjadi pada 5 Juli 2024, saat Bumi menyelesaikan rotasinya 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya," ungkap Rahayu.

Hari-Hari Terpendek di Tahun 2025

- 10 Juli 2025: Tanggal ini menjadi hari terpendek sejauh ini. Rotasi bumi tercatat 1,36 milidetik lebih singkat dari 24 jam. 

- 22 Juli 2025: Dalam prediksinya menyelesaikan rotasi 1,34 milidetik lebih cepat.

- 5 Agustus 2025: Perkiraannya lebih cepat 1,25 milidetik dari durasi normal.

Meski angka-angka tersebut terbilang sangat kecil, catatan ini memiliki makna besar dalam pemahaman dinamika bumi secara ilmiah.

Lantas Apa Penyebabnya?

Berdasarkan penelitian terbaru pada tahun 2024, data menyebutkan, mencairnya es kutub dan naiknya permukaan laut berpotensi memengaruhi rotasi perputaran bumi dari porosnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved