Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen 2 Tesalonika 1:8, Melawan Allah, Menuai Kebinasaan
Ketika mereka berdosa, melakukan hal-hal yang jahat dan menyakiti hati Tuhan, pasti mereka menerima akibatnya.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul Melawan Allah, Menuai Kebinasaan.
Bacaan Alkitab diambil dalam 2 Tesalonika 1:8.
Upah dosa, ialah maut. Upah kejahatan adalah kebinasaan kekal. Siapa melawan Tuhan, akan dihukum Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Wahyu 2:10, Penghargaan untuk Kesetiaan
Allah tidak akan membela manusia, siapapun dia, jika dia melakukan dosa, kejahatan, kefasikan ataupun prilaku hidup yang melawan Tuhan.
Sekalipun itu bangsa pilihan dan umat kesayangan-Nya sendiri.
Termasuk Israel, sebagai orang-orang yang diangkat-Nya sebagai umat perjanjian yang diperlakukan sebagai biji mata-Nya.
Ketika mereka berdosa, melakukan hal-hal yang jahat dan menyakiti hati Tuhan, pasti mereka menerima akibatnya.
Dalam Lukas 21:24 dan Matius 12:30, Yesus berfirman: "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
Bahwa Tuhan tegas tidak akan berkompromi dengan orang yang menolak Dia, termasuk hamba-hamba atau anak-anak-Nya yang mengabarkan (Injil) tentang Dia.
Sebab menolak apalagi melawan Injil, berarti menolak dan melawan Tuhan.
Setiap orang yang hidup di luar Tuhan, bukan bagian dari umat-Nya.
Bukan umat Tuhan, berarti tidak bersama dengan Dia, dan mereka tidak akan mendapatkan bagian dalam Kristus.
Dengan demikian, mereka tidak mewarisi Kerajaan Allah, tetapi hukuman kekal.
Apalagi jika mereka menganiaya hamba-hamba Tuhan. Itu menyakiti hati Tuhan.
Maka, siapapun yang akan menggagalkan Injil atau menolak apalagi menindas jemaat Tuhan, pasti menanggung hukuman dari Tuhan.
Seperti yang terjadi atau dialami oleh jemaat di Tesalonika. Mereka menunjukkan kepribadian dan profil sebagai anak-anak dan hamba Tuhan yang setia, karena mereka hidup dalam Tuhan.
Mereka terus tekun mencari Tuhan. Tapi justru kesetiaan mereka itu, ditentang oleh para guru palsu, nabi palsu dan orang-orang yang memusuhi dan melawan mereka.
Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Tesalonika, mengingatkan kepada mereka bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan mereka.
Tuhan melihat hati mereka. Tuhan juga tahu dan sudah melihat penderitaan dan penindasan yang mereka alami.
Karena itu, mereka akan mendapatkan belas kasihan dan kasih karunia serta pembelaan dari Kristus. Mereka akan menjadi warga Kerajaan Kekal yang penuh damai, sukacita dan bahagia sempurna.
Sebaliknya, kepada semua penindas orang percaya yang setia kepada Tuhan, akan menerima pembalasan dari Tuhan.
Orang-orang yang tidak mengenal Allah dan yang telah menista umat Tuhan akan dihukum setimpal dengan pelanggaran mereka.
Kebinasaan akan menimpa mereka. Allah menghukum mereka untuk membalaskan segala penderitaan dan kesengsaraan umat-Nya.
Karena semua prilaku jahat mereka terlihat dan diketahui oleh Allah.
Tidak ada yang tersembunyi. Maka kejahatan mereka akan menyertai mereka dalam hukuman kekal dari Allah.
Mereka tidak dapat menolak, apalagi melawan. Sebab mereka tidak lagi dibina, tapi akan dibinasakan.
Penghukuman Allah tidak sama dengan penghakiman dan penghukuman manusia.
Di dunia manusia masih bisa dibela, tapi di hadapan Tuhan, tidak ada lagi.
Jika waktunya telah selesai, maka manusia akan menerima hukuman yang membinasakan dan menyengsarakan jiwanya untuk selamanya.
Terbebas dari hukuman dunia, tetapi tidak akan luput dari hukuman kekal.
Hukuman berat nan tiada akhir, pasti akan menyertainya sesuai segala kejahatan yang dilakukannya di bumi, termasuk secara khusus penistaan dan penindasannya kepada umat dan hamba-hamba Tuhan di Tesalonika.
Allah maha adil, maka semuanya akan terjadi sesuai dengan rancangan dan kehendak-Nya yang agung dan mulia.
Siapa yang tidak mengenal apalagi menolak Kristus, sudah pasti dihukum.
Dia akan menuai dan menanggung segala akibat ulah dan prilakunya yang jahat itu.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita." (ay 8)
Sahabat Kristus, kita telah mengenal Kristus dan telah menikmati kasih karunia-Nya.
Karena itu jangan sekali-kali meninggalkan Dia. Jangan menjauh dari Dia, apalagi melawan Dia dengan melakukan dosa, kejahatan serta berbagai kefasikan.
Sebab, orang yang demikian pasti dihukum Tuhan bahkan binasa oleh dosa dan pelanggarannya sendiri.
Sebaliknya, pertetapkan hati mencari Dia, hidup dalam Dia, setia dan taat mengikuti segala firman-Nya.
Lakukan kebenaran, kebaikan dengan kasih yang murni dan hati yang tulus kepada semua orang, karena itu sama dengan kita melakukannya untuk Tuhan. Itulah bukti kita mengasihi Tuhan.
Maka kita akan diberkati dan menikmati bahagia, damai sejahtera dan sukacita selamanya, bersama-Nya. Amin
Teman-teman jangan lupa di akhir semua artikel taruh kode wartawan yang bikin berita dan ini dibawah...
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Renungan Harian Kristen Matius 28:5-6, Yesus Bangkit, Hiduplah Dalam Kebangkitan |
|
|---|
| Renungan Harian Pemuda Kristen, Matius 28:1, Maria Magdalena |
|
|---|
| Renungan Pemuda Kristen, Matius 28:2-4, di Luar Nalar |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Rabu 8 April 2026, Matius 28:5-6, Meyakini dengan Iman |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Rabu 8 April 2026, Matius 28:5-6a, Kabar Baik di Tengah Kekhawatiran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Akitab-dvsefvsfrvsb.jpg)