Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil

Sosok Letda Caj Bisyarah Salsabila, Perwira TNI Peraih Anindya Wiratama Setara dengan Adhi Makayasa

dengan judul Mengenal Bisyarah Tentara Wanita Raih Anindya Wiratama Setara Adhi Makayasa, Lulusan Terbaik Akmil,

Editor: Indry Panigoro
(DOK. Tangkapan layar Yotube TNI AD)
PROFIL: Bisyarah Salsabila perwira perempuan TNI yang meraih Anindya Wiratama atau lulusan terbaik Akmil 2025. Penghargaan Anindya Wiratama ini setara dengan Adhi Makayasa.  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Letda Caj Bisyarah Salsabila Panggabean, seorang perwira remaja TNI yang luar biasa, telah membuktikan dirinya sebagai salah satu lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) tahun 2025.

Bisyarah meraih penghargaan tertinggi Anindya Wiratama, yang setara dengan Adhi Makayasa, penghargaan bagi lulusan terbaik Akmil.

Bisyarah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa selama menjalani pendidikan di Akmil.

Meskipun tidak memiliki latar belakang keluarga militer, ia berhasil menembus seleksi dan menjadi salah satu taruni terbaik.

Ia bergabung dengan Akmil pada tahun 2022 dan menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Pencapaian Bisyarah:

- Penghargaan Anindya Wiratama: Bisyarah menjadi salah satu penerima penghargaan siswa terbaik Akmil tahun 2025

- Lulusan Terbaik: Bisyarah menjadi satu dari tiga lulusan terbaik Akmil tahun ini

- Komitmen: Bisyarah berkomitmen memberikan yang terbaik bagi bangsa dan institusi

Profil Bisyarah Salsabila Panggabean:

- Lahir: 21 Mei 2003

- Asal: Bekasi, Jawa Barat

- Pendidikan: SMA Negeri 12 Bekasi, jurusan IPA

- Karier: Perwira Remaja TNI AD dengan pangkat Letnan Dua Corps Ajudan Jenderal (Letda Caj)

PROFIL: Bisyarah Salsabila perwira perempuan TNI yang meraih Anindya Wiratama atau lulusan terbaik Akmil 2025.
PROFIL: Bisyarah Salsabila perwira perempuan TNI yang meraih Anindya Wiratama atau lulusan terbaik Akmil 2025. Penghargaan Anindya Wiratama ini setara dengan Adhi Makayasa.  ((DOK. Tangkapan layar Yotube TNI AD))

Penghargaan ini dikhususkan bagi para perempuan yang memilih menjadi kowad atau prajurit TNI.

Bisyarah Salsabila mengaku bangga mendapatkan penghargaan ini.

Ia sendiri merupakan angkatan atau leting ketujuh di Akmil dan taruni seangkatannya hanya 17 orang.

"Sebelumnya memang keluarga saya belum ada yang menjadi tentara seperti saya. Dan ini merupakan kehormatan bagi saya, telah diberi penghargaan langsung oleh Bapak KSAD dan Gubernur Akademi Militer," kata Bisyarah, dikutIp dari tayangan Youtube TNI AD pada Senin, (28/7/2025).

Ayah Bisyarah, Bernard Panggabean, adalah karyawan swasta dan ibunya, yakni Herika Sakti, merupakan seorang ibu rumah tangga. Namun, ia mengatakan, kedua orangtuanya sejak dulu membantu anak-anaknya untuk meraih cita-cita masuk TNI.

“Ayah saya mengarahkan anak-anaknya ke TNI. Ayah selalu meyakinkan saya, walaupun saya perempuan pasti bisa,” ujarnya.

Pernah lolos jalur undangan Jurusan Teknik Pertambangan

Bisyarah sejak kecil bercita-cita jadi dokter. Namun, saat menginjak usia remaja dan dewasa, ia tertarik untuk masuk Akpol atau Akmil.

Ia menamatkan pendidikan di SMA 12 Bekasi dengan Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Sebelum diterima di Akmil, ia sendiri sudah diterima di Teknik Pertambangan. Bahkan diterima lewat jalur undangan salah satu kampus.

“Dulu saya lolos tes masuk suatu kampus, Jurusan Teknik Pertambangan. Tetapi karena saat itu juga lolos di tahapaan Akmil akhirnya saya memilih melepasnya,”. Kata dia, dilansir dari Youtube TNI Ia juga sempat mendaftar Akpol pada tahun 2021, tetapi tidak lolos.

Lalu, pada tahun 2022 ia kembali mendaftar Akpol dan Akmil sekaligus.

Hingga akhirnya ia diterima di Akmil dan menamatkan pendidikannya selama tiga tahun. Saat mengikuti pendidikan di Akmil, Bisyarah juga mendapatkan pin emas dari penilaian Tripola Dasar.

Kalau nilai prestasi akumulatif di Akmil, nilai miliknya sebesar 842.697.

Sedari awal, Bisyarah memang sudah meniatkan diri untuk masuk Akmil.

Dia sudah melakoni latihan fisik dan ragam latihan lainnya sejak di bangku SMA. Semua dilakukan agar Bisyarah dapat lolos seleksi masuk Akmil. 

Setelah dinyatakan lolos, semangat Bisyarah tidak berhenti sampai di situ. Dia menargetkan diri untuk mendapatkan prestasi selama masa pendidikan.

"Untuk saya sendiri memang sudah menjadi target," kata dia.

Ia juga mengikuti les akademik agar bisa lolos.

Walaupun harus ia akui, banyak rintangan selama studi. Misalnya rasa malas, rasa kangen kepada orangtua.

“Tentu tidak mudah mendapatkan penghargaan ini terutama untuk kami perempuan.

Ini menjadi motvasi buat saya, rajin belajar dan alhamdulillah menjadi kehormatan mendapat penghargaan ini,” ujarnya.

Saat pengumuman namanya menjadi penerima penghargaan, ia hanya memberitahukan hal ini ke ibunya. “Tidak bilang ke ayah supaya jadi surprise,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com 

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved