Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil

Sosok Kolonel Marinir Amrul, Kepala KSOP Manado Bantah Ada Ledakan di Ruang Mesin KM Barcelona VA

Amrul menyatakan bahwa dirinya telah dua kali memasuki ruang mesin dan tidak menemukan tanda-tanda ledakan atau kebakaran

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Kolase Tribun Manado/Tribun Manado/Arthur Rompis/Ferdy/Ho FB
KM BARCELONA VA - Kolase foto (kiri dan kanan) KSOP Manado Amrul Adriansyah saat diwawancarai TribunManado, 25 Juli 2025, (tengah) potret KM Barcelona 5 pascakebakaran. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini adalah sosok Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado, Kolonel (Mar) Amrul Adriansyah atau Kolonel Marinir Amrul.

Nama Kolonel Marinir Amrul saat ini tengah jadi perbincangan warga Sulawesi Utara (Sulut).

Kolonel Marinir Amrul menjabat sejak September 2024, menggantikan Kolonel (Mar) Benyamin Ginting.

Amrul Adriansyah juga menyandang gelar S.E., M.H.  

Fokus kerjanya menjalankan program Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla), serta mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang sudah baik dari pejabat sebelumnya.

KSOP Manado adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 

Kini namanya ramainya dibicarakan pasca insiden kapal KM Barcelona VA terbakar Minggu 20 Juli 2025 lalu di Perairan Talise Kabupaten Minut, Sulut.

Beredar kabar sebelumnya kalau mesin kapal KM Barcelona VA sempat meledak sebelum terbakar di Perairan Talise, Kabupaten Minut, Sulawesi Utara, Minggu 20 Juli 2025.

Namun hal ini dibantah Amrul Adriansyah.

Terakhir kali pengecekan bersama KNKT.

"Saat itu clear, tak ada sentuhan api," katanya di KSOP Manado, Jumat (25/7/2025).

Jumat siang digelar rapat antar-instansi di KSOP Manado membahas validasi data penumpang.

Berlangsung selama berjam jam lamanya, rapat belum menetapkan jumlah pasti penumpang.

"Masih belum fix, masih kami cocok-cocokkan antara data dari polisi, TNI, Basarnas, nelayan, dan lainnya," kata Amrul.

Data yang dicocokkan adalah penumpang dengan dua nama yang sama.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved