Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan harian Kristen, Apa yang Mereka Tidak Percaya?

Terima kasih karena Engkau mati untuk kami di kayu salib, sehingga semua yang percaya pada-Mu dapat dibebaskan.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Gambar ilustrasi Alkitab 

Kami tidak tahu jawaban atas seluruh pertanyaan. Tetapi kita tahu bahwa Tuhan mengendalikan alam semesta.

Dan bahwa ini semua adalah dunia Tuhan. Dia mengasihi Anda, dan Anda dapat mempercayai-Nya tidak hanya tentang masa depan Anda, tetapi juga dengan apa yang akan terjadi pada orang lain.

'Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya’ (Ay.12).

Tidak hanya Dia menciptakan dunia, tetapi Dia juga terus bertindak dalam sejarah. 'Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut... Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu’ (Ay.10a,14).

'Kita tahu sekarang, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatagkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan' (Roma 8:28).

Engkau adalah Tuhan Yang Berdaulat. Engkau adalah Sang Pencipta dunia, dan penulis sejarah. Terima kasih, aku dapat percaya bahwa Engkaulah yang memegang kendali penuh atas keadaan hidupku.

Roma 9:1–21

Percayalah pada kemurahan hati dan belas kasih-Nya.

‘Itu tidak adil’ adalah tangisan di mana tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga banyak orang dewasa yang mempertimbangkan iman Kristen.

Setelah mencapai 'puncak' surat di akhir pasal 8, Paulus beralih ke bangsa Israel di pasal 9–11.

Paulus tidak berpikir menjadi orang Kristen dan sebagai orang yang bertobat dari agama Yudaisme.

Sebaliknya, ia menganggapnya sebagai bagian dari penggenapan orang Israel sejati dan anak-anak Abraham yang sejati.

Bagi Paulus, itu sangat pribadi. Dia menyebut Israel sebagai ‘orang-orangku’ (9:3), yang berarti bukan orang Kristen tetapi orang Yahudi.

Mereka adalah keluarganya. Dia tumbuh bersama mereka.

Dia mengatakan bahwa dia menderita ‘sangat berdukacita dan bersedih hati’ (Ay.2).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved