Liputan Wisata
Pantai Karangria Manado, Ruang Terapi dan Healing Gratis, Pernah Viral Disebut Bisa Sembuhkan Stoke
Di sinilah warga Manado melepas penat, menyambut akhir pekan dengan cara paling sederhana yakni berendam, bermain, atau sekadar duduk.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID – Sabtu sore, 19 Juli 2025, matahari belum sepenuhnya tenggelam di ufuk barat namun Pantai Karangria, yang terletak di pesisir utara Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tepatnya di Kecamatan Tuminting, masih tampak ramai oleh tawa anak-anak dan derai ombak yang memecah bibir pantai.
Di sinilah warga Manado melepas penat, menyambut akhir pekan dengan cara paling sederhana yakni berendam, bermain, atau sekadar duduk memandangi cakrawala.
Di tengah kota yang sibuk, Pantai Karangria hadir bak oase. Berbeda dari pantai-pantai lain di Manado yang umumnya dipenuhi batuan, Karangria justru menyuguhkan hamparan pasir lembut.
Ini pula yang membuat banyak warga menyebutnya sebagai pantai terindah di Manado. Tak perlu jauh-jauh ke luar kota hanya untuk menemukan mandi pantai.
Anto warga Kecamatan Tuminting, Manado mengaku senang bisa mandi di Pantai Karangria.
"Tidak perlu jauh-jauh ke Likupang, Minahasa atau Boltim, di Manado ada juga pantai yang gratis dan tentunya dekat dari rumah saya," katanya
Aroma Laut dan Terapi Alam
Pantai Karangria bukan sekadar tempat wisata. Dalam beberapa bulan terakhir, pantai ini viral di media sosial setelah beberapa warga mengklaim mengalami pemulihan dari stroke setelah menjalani terapi berendam di sana.
Pagi-pagi benar, sekitar pukul 06.00 WITA, lansia dan penderita stroke tampak berjalan kaki di tepi pantai, sebagian duduk di atas pasir, sebagian lagi berendam perlahan.
Dari mulut ke mulut, cerita tentang keajaiban pantai ini menyebar. Tak hanya warga Manado yang datang, tapi juga dari daerah-daerah sekitar seperti Tomohon, Sonder, bahkan ada yang menumpang kapal dari pesisir lain demi mencoba terapi alami ini.
Lebih dari Sekadar Mandi Laut
Bagi Andy, yang membawa serta dua anaknya, Pantai Karangria adalah tempat liburan hemat sekaligus menyenangkan. “Anak-anak bisa mandi sampai puas. Nggak takut karena ombaknya tenang dan airnya jernih,” katanya sambil tersenyum.
Tak jauh dari mereka, Marsel duduk bersila sambil menatap ke arah Pulau Manado Tua yang menjulang gagah di kejauhan. Ia mengaku datang pagi-pagi karena pantai akan penuh menjelang sore. “Saya ke sini buat healing. Duduk-duduk, hirup angin laut, itu saja sudah bikin semangat baru,” ujarnya.
Tak hanya laut dan pasir yang menjadi daya tarik. Sejumlah pendopo sederhana di tepi pantai menjadi tempat ideal untuk berteduh sambil menyeruput kelapa muda. Para pedagang kaki lima juga ramai menjajakan camilan khas pesisir, dari jagung bakar hingga ikan gohu segar.
Pantai Karangria membuktikan bahwa kota bisa tetap bersahabat dengan alam, bahwa warga bisa menemukan ruang rekreasi yang murah meriah, sehat, dan penuh nilai sosial.
Pantai Karangria bukan hanya tempat mandi laut, tetapi juga ruang terapi, tempat healing, dan saksi interaksi harmonis antara manusia dan alam. (Ind)
Teluk H2M Bolsel, Rekomendasi Tempat Healing Bareng Keluarga di Ujung Selatan Sulut |
![]() |
---|
Kelana Kopi Ternate, Rekomendasi Tempat Ngopi di Maluku Utara dengan Latar Gunung Tidore dan Maitara |
![]() |
---|
Potret Danau Tolire Ternate Destinasi Wisata Alam yang Penuh Misteri, Dipercaya Miliki Kekuatan Gaib |
![]() |
---|
Kampung Warna Warni Sindulang Manado Sambut Turis Asing, Tawarkan Pemandangan Sunset |
![]() |
---|
Kunjungan Turis ke Bunaken Manado Sulut Menurun, Pemilik Homestay: Dampaknya Mulai Terasa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.