Sains
Kenapa Langit Malam Tak Terang Seperti Siang? Ilmuwan Ungkap Jawaban Mengejutkan
Teka-teki ini pertama kali diajukan oleh seorang fisikawan asal Jerman, Heinrich Wilhelm Olbers, pada tahun 1823.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernahkah kamu bertanya, kenapa langit malam tetap gelap meskipun ada miliaran bintang di luar angkasa yang bersinar terang?
Teka-teki ini pertama kali diajukan oleh seorang fisikawan asal Jerman, Heinrich Wilhelm Olbers, pada tahun 1823.
Fenomena ini bahkan dijuluki sebagai Paradox Olbers, dan menjadi salah satu pertanyaan paling klasik dalam dunia astronomi.
Berikut penjelasan para ilmuwan soal misteri ini:
1. Debu Antarbintang Bukan Jawabannya
Awalnya, banyak ilmuwan mengira bahwa debu di antara bintang dan galaksi lah yang menghalangi cahaya, sehingga langit malam terlihat gelap.
Teori ini sempat dipercaya karena debu memang bisa menghalangi cahaya dari benda-benda jauh.
Namun, teori ini akhirnya terpatahkan.
Sebab, jika debu menyerap terlalu banyak energi dari cahaya bintang, maka debu itu sendiri akan bersinar terang seperti bintang.
Artinya, langit tetap akan bercahaya, tapi nyatanya tidak.
2. Efek Perluasan Alam Semesta
Teori berikutnya mengaitkan fenomena ini dengan perluasan alam semesta.
Galaksi-galaksi yang sangat jauh memancarkan cahaya yang panjang gelombangnya mengalami pergeseran (redshift) karena alam semesta terus mengembang.
Namun, meski benar adanya, teori ini tidak sepenuhnya menjelaskan kenapa langit malam tetap gelap.
Karena jika hanya bergeser ke panjang gelombang lain, kita tetap seharusnya bisa melihat cahayanya dalam bentuk lain.
3. Jawaban Modern: Waktu dan Usia Alam Semesta
Jawaban terbaik dan paling banyak disepakati ilmuwan saat ini adalah gabungan dari dua faktor utama:
a. Kecepatan Cahaya dan Jarak
Cahaya bergerak dengan kecepatan terbatas, yaitu sekitar 300.000 km per detik.
Karena alam semesta sangat luas, cahaya dari galaksi yang sangat jauh belum sempat mencapai kita, meski mereka sudah memancarkannya miliaran tahun lalu.
Sebagai gambaran, cahaya dari Bulan saja butuh waktu 1,5 detik untuk sampai ke Bumi.
Maka bisa dibayangkan, cahaya dari galaksi 10 miliar tahun cahaya jauhnya, belum tentu sudah tiba di Bumi.
b. Bintang Tidak Bersinar Selamanya
Selain itu, bintang dan galaksi tidak hidup selamanya.
Mereka memiliki masa hidup terbatas.
Jadi, saat satu bintang mati, bintang lain mungkin baru mulai bersinar.
Artinya, kita tidak pernah melihat semua cahaya bintang sekaligus dalam waktu yang sama.
Kesimpulannya, langit malam tetap gelap karena:
Cahaya dari galaksi paling jauh belum sempat tiba ke Bumi, dan
Bintang tidak bersinar selamanya secara bersamaan.
Itulah sebabnya, meski ada miliaran bintang, langit malam tetap tampak gelap dan tidak seterang siang hari.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?".
Kehidupan di Laut Mati, Ada Bakteri hingga Alga |
![]() |
---|
Fakta-Fakta Rafflesia Arnoldii, Bunga Terbesar di Dunia |
![]() |
---|
Jenis-Jenis Hewan yang Bisa Menghasilkan Listrik, Kebanyakan Ikan |
![]() |
---|
Dipenuhi Berbagai Jenis Limbah, Berikut Daftar Sungai Terkotor di Dunia, Ada 1 di Indonesia |
![]() |
---|
Berlangsung 5 Menit, Warga Amerika Berbondong-bondong Lihat Gerhana Matahari |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.