Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Angkatan Laut

Daftar 10 Angkatan Laut Terkuat di Dunia, Indonesia Masuk Teratas

World Directory of Modern Military Warships (WDMMW) merilis daftar 10 Angkatan Laut (AL) terkuat di dunia pada 2025.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Kolase Tribun Manado
ANGKATAN LAUT: Ilustrasi Kapal Angkatan Laut. Berikut daftar angkatan laut terkuat di dunia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kekuatan militer menjadi satu di antara kebanggaan suatu negara.

Itu semua untuk mempertahankan konsistensi wialayah.

Banyak negara-negara besar saat ini terus mempertahankan kekuatan militer mereka.

Baca juga: Sosok Laksma Monang Hatorangan Sitompul, Komandan Pasukan Katak, Satuan Elite TNI Angkatan Laut

banyak faktor bisa menjadi penyebab perang.

Hingga negara dianggap perlu untuk mempertahankan kedaulatan.

Indonesia juga terus melakukan upgrade alutsista.

World Directory of Modern Military Warships (WDMMW) merilis daftar 10 Angkatan Laut (AL) terkuat di dunia pada 2025.

Peringkat ini dinilai menggunakan rumus yang memperhitungkan nilai-nilai dalam hal total kekuatan tempur dari berbagai AL di dunia.

Rumus ini menghasilkan TrueValueRating (TvR) yang membantu memisahkan setiap kekuatan secara definitif berdasarkan modernisasi, dukungan logistik, kemampuan Kapal penyerang dan pertahanan, dan sebagainya.

Penilaian yang dilakukan juga tidak hanya berdasarkan jumlah total kapal perang dan kapal selam, tapi juga kualitas dan campuran umum atau jenis-jenis inventarisnya.

Di luar ini adalah fokus pada kemampuan galangan kapal lokal, kesemimbangan inventaris (jenis-jenis unit), dan pengalaman kekuatan.

Saat ini, AL Amerika Serikat (US Navy) menjadi pemegang skor TvR tertinggi, yakni 323,9.

US Navy diketahui memiliki banyak jenis kapal perang dan kapal selam, serta keseimbangan yang diperkuat oleh jumlah keseluruhan (kuantitas).

US Navy juga unggul dengan armada kapal induknya yang dibanggakan.

Banyak produk US Navy diproduksi secara lokal berkat basis industri AS yang besar.

Berikut ini 10 Angkatan Laut terkuat di dunia tahun 2025 versi WDMMW:

1. Angkatan Laut AS (232 unit)

US Navy menjadi kekuatan AL teratas di dunia, dengan meraih skor TvR sebanyak 323,9, terutama karena armada kapal induk bertenaga nuklirnya yang kuat dan unggul secara numerik.

Sebagian besar kekuatan permukaan US Navy terdiri dari armada kapal perusak, yang mencakup hampir 30 persen dari seluruh kekuatan.

US Navy juga berinvestasi pada armada Offshore Patrol Vessels (OPV) dan armada perang ranjau/antiranjau yang mumpuni, yang melengkapi kekuatan angkatan ini dengan cukup  baik.

Kapal-kapal yang dipesan, dengan lebih dari 65 unit, akan memperkuat US Navy dalam dekade mendatang.

Unit-unit pesanan itu termasuk kapal perusak, kapal selam, kapal induk, fregat, dan kapal penyerang amfibi.

Rincian inventaris US Navy:

Kapal induk 11 unit

  • 10 unit Nimitz (1975) produksi AS
  • 1 unit Ford (2017) produksi AS

Kapal selam 68 unit

  • 23 unit Virginia (2004) produksi AS
  • 24 unit Los Angeles (1976) produksi AS
  • 18 unit Ohio (1981) produksi AS
  • 3 unit Seawolf (1997) produksi AS

Kapal penjelajah 9 unit Ticonderoga (1983) produksi AS

Kapal perusak 76 unit

  • 74 unit Arleigh Burke (1991) produksi AS
  • 2 unit Zumwalt (2016) produksi AS

Korvet 26 unit

  • 10 unit Freedom (2008) produksi AS
  • 16 unit Independece (2010) produksi AS

Kapal perang ranjau/antiranjau 8 unit Avenger (1987) produksi AS

Kapal penyerang amfibi 34 unit

  • 2 unit America (2014) produksi AS
  • 7 unit Wasp (1989) produksi AS
  • 13 unit San Antonio (2006) produksi AS
  • 6 unit Whidbey Island (1985) produksi AS
  • 4 unit Harpers Ferry (1995) produksi AS
  • 2 unit Blue Ridge (1970) produksi AS
2. Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN), Tiongkok (405 unit)

PLAN Tiongkok, yang memiliki skor TvR 319,8, telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir.

Mereka mengadopsi kapal permukaan dan bawah laut yang lebih canggih, serta kapal pendukung penting.

Seperti AL Rusia, PLAN berfokus pada kekuatan korvetnya yang semuanya memiliki desain muda dan modern seiring bertambahnya usia unit.

PLAN juga telah menghidupkan kembali kapal penyerang amfibi dengan unit-unit modern baru yang mencakup operasi helikopter dan transportasi dari kapal ke pantai.

Kapal ini menjadi elemen penting PLAN dalam invasi ke Taiwan.

Saat ini, PLAN diketahui masih memesan 24 kapal yang terdiri dari kapal induk, kapal selam, kapal perusak, dan LDH.

Rincian inventaris PLAN:

Kapal induk 3 unit

  • 1 unit Type-001 (2012) produksi Tiongkok
  • 1 unit Type-002 (2019) produksi Tiongkok
  • 1 unit Type-003 (2023) produksi Tiongkok

Kapal selam 73 unit

  • 6 unit Jin (2007) produksi Tiongkok
  • 6 unit Shang (2006) produksi Tiongkok
  • 3 unit Han (1984) produksi Tiongkok
  • 20 unit Yuan (2006) produksi Tiongkok
  • 13 unit Song (2006) produksi Tiongkok
  • 10 unit Kilo (1994) produksi Tiongkok
  • 14 unit Ming (1990) produksi Tiongkok
  • 1 unit dan Qing (2012) produksi Tiongkok

Kapal perusak 47 unit

  • 8 unit Renhai (2020) produksi Tiongkok
  • 28 unit Luyang III (2014) produksi Tiongkok
  • 2 unit Luzhou (2006) produksi Tiongkok
  • 2 unit Luyang I (2004) produksi Tiongkok
  • 4 unit Sovremenny (1999) produksi Tiongkok
  • 1 unit Luhai (1999) produksi Tiongkok
  • 2 unit Luhu (1994) produksi Tiongkok

Fregat 49 unit

  • 2 unit Jiangkai III (2025) produksi Tiongkok
  • 35 unit Jiangkai II (2008) produksi Tiongkok
  • 2 unit Jiangkai I (2005) produksi Tiongkok
  • 7 unit Jiangwei II (1999) produksi Tiongkok
  • 2 unit Jianghu V (1993) produksi Tiongkok
  • 1 unit Jianghu II (1985) produksi Tiongkok

Korvet 50 unit Jiandao (2014) produksi Tiongkok

Kapal perang ranjau/antiranjau 43 unit

  • 1 unit Wolei (1988) produksi Tiongkok
  • 11 unit Type 081 (2007) produksi Tiongkok
  • 6 unit Wozang (2005) produksi Tiongkok
  • 22 unit Type 082 (1988) produksi Tiongkok
  • 2 unit Type 529 (2004) produksi Tiongkok
  • 1 unit Type 010 (1987) produksi Tiongkok

OPV 127 unit

  • 60 unit Houbei (2004) produksi Tiongkok
  • 26 unit Haiqing (1982) produksi Tiongkok
  • 19 unit Houxin (1992) produksi Tiongkok
  • 17 unit Shanghai III (1988) produksi Tiongkok
  • 6 unit Houkian (1991) produksi Tiongkok

Kapal penyerang amfibi 13 unit

  • 1 unit Yulan (2025) produksi Tiongkok
  • 4 unit Yushen (2021) produksi Tiongkok
  • 8 unit Yuzhao (2007) produksi Tiongkok
3. Angkatan Laut Rusia (283 unit)

AL Rusia modern tetap fokus pada garis pantai dan aktivitas bawah lautnya dengan jumlah korvet mencapai 31,2 persen, kapal selam 21,8 persen, dan kapal perang ranjau/antiranjau 18 persen, dari keseluruhan inventarisnya.

Meraih skor TvR 242,3, AL Rusia memiliki armada relatif seimbang yang mencakup jenis-jenis kapal induk, kapal penjelajah, kapal perusak, OPV, dan kapal penyerang amfibi.

Secara umum, korvet merupakan bagian terbesar dari kekuatan tempur permukaan AL Rusia yang saat ini berjumlah 83 unit dan masih akan bertambah.

Pada tahun depan, AL Rusia akan "menyambut" kedatangan sekitar 80 kapal baru.

Rincian inventaris AL Rusia:

Kapal induk 1 unit Kuznetsov (1990) produksi Tiongkok

Kapal selam 58 unit

  • 1 unit Typhoon (1981) produksi Tiongkok
  • 1 unit Delta III (1982) produksi Tiongkok
  • 6 unit Delta IV (1984) produksi Tiongkok
  • 4 unit Borey (2013) produksi Rusia
  • 8 unit Oscar II (1988) produksi Tiongkok
  • 2 unit Yasen (2014) produksi Rusia
  • 2 unit Sierra II (1990) produksi Tiongkok
  • 2 unit Victor (1990) produksi Tiongkok
  • 10 unit Akula (1989) produksi Tiongkok
  • 12 unit Kilo (1988) produksi Tiongkok
  • 9 unit Kilo II (2014) produksi Rusia
  • 1 unit Lada (2010) produksi Rusia

Kapal penjelajah 4 unit

  • 2 unit Kirov (1988) produksi Tiongkok
  • 2 unit Slava (1986) produksi Tiongkok
  • Kapal perusak 10 unit
  • 8 Udaloy (1982) produksi Tiongkok
  • 2 unit Sovremenny (1989) produksi Tiongkok

Fregat 12 unit

  • 2 unit Krivak (1980) produksi Tiongkok
  • 2 unit Neustrashimyy (1990) produksi Tiongkok
  • 3 unit Grigorovich (2016) produksi Rusia
  • 2 unit Gepard (2003) produksi Tiongkok
  • 3 unit Gorshkov (2018) produksi Rusia

Korvet 83 unit

  • 19 unit Grisha (1982) produksi Tiongkok
  • 8 unit Nanuchka (1979) produksi Tiongkok
  • 19 unit Tarantul (1984) produksi Tiongkok
  • 6 unit Parchim (1986) produksi Tiongkok
  • 2 unit Bora (1989) produksi Tiongkok
  • 3 unit Buyan (2006) produksi Rusia
  • 11 unit Buyan-M (2014) produksi Rusia
  • 9 unit Steregushchiy (2008) produksi Rusia
  • 1 unit Gremyashchiy (2020) produksi Rusia
  • 5 unit Karakurt (2018) produksi Rusia

Kapal perang ranjau/antiranjau 48 unit

  • 8 unit Natya (1970) produksi Tiongkok
  • 22 unit Eridan (1971) produksi Tiongkok
  • 4 unit Korund (1976) produksi Tiongkok
  • 2 unit Gorya (1988)produksi Tiongkok
  • 7 unit Lida (1989) produksi Tiongkok
  • 5 unit Alexandrit (2016) produksi Rusia

OPV 50 unit

  • 3 unit Project 22160 (2018) produksi Rusia
  • 24 unit Grachonok (2010) produksi Rusia
  • 4 unit Shmel (1982) produksi Tiongkok
  • 17 unit Raptor (2014) produksi Rusia
  • 2 unit Gyurza-M (2023) produksi Ukraina

Kapal penyerang amfibi 17 unit

  • 3 unit Tapir (1966) produksi Tiongkok
  • 12 unit Ropucha (1976) produksi Tiongkok
  • 2 unit Ivan Gren (2025) produksi Rusia
4. Angkatan Laut Indonesia (245 unit)

TNI AL Indonesia meraih skor TvR 137,3 dan tercatat memiliki 245 unit armada aktif.

Jumlah itu mencakup kapal-kapal garis depan, namun tidak termasuk kapal patroli yang lebih kecil, kapal bantu/survei, dan kapal seremonial bersejarah.

Rincian inventaris TNI AL:

Kapal selam 4 unit

  • 3 unit Nagapasa (2017) produksi Korea Selatan
  • 1 unit Cakra (1981) produksi Jerman

Fregat 7 unit

  • 2 unit Martadinata (2017) produksi Indonesia
  • 5 unit Ahmad Yani (1967) produksi Belanda

Korvet 25 unit

  • 4 unit Diponegoro (2007) produksi Belanda
  • 3 unit Bung Tomo (2014) produksi Inggris
  • 3 unit Fathaillah (1979) produksi Belanda
  • 14 unit Kap. Pattimura (1993) produksi Jerman
  • 1 unit Bung Karno (2022) produksi Indonesia

Kapal perang ranjau/antiranjau 9 unit

  • 2 unit Pulau Rengat (1988) produksi Belanda
  • 7 unit Kondor (1994) produksi Jerman

OPV 168 unit

  • 12 unit FPB57 (1988) produksi Jerman
  • 17 unit Pari (2010) produksi Indonesia
  • 8 unit Sibarau (1968) produksi Australia
  • 2 unit Badau (2011) produksi Brunei Darussalam
  • 1 unit Krait (2010) produksi Indonesia
  • 1 unit Cucut (2010) produksi Singapura
  • 21 unit Boa (2000) produksi Indonesia
  • 1 unit Bawean (2000) produksi Indonesia
  • 1 unit Kudungga (1999) produksi Indonesia
  • 1 unit Mamuju (1995) produksi Indonesia
  • 25 unit PC28m (1993) produksi Indonesia
  • 4 unit Bireuen (1990) produksi Indonesia
  • 31 unit KAL28m (1989) produksi Indonesia
  • 2 unit Sinabang (1988) produksi Indonesia
  • 25 unit Cmbt 18m (1985) produksi Indonesia
  • 3 unit Mandau (1979) produksi Korea Selatan
  • 8 unit Clurit (2018) produksi Korea Selatan
  • 4 unit Sampari (2014) produksi Korea Selatan
  • 1 unit Klewang (2021) produksi Korea Selatan

Kapal penyerang amfibi 32 unit

  • 1 unit Multatuli (1961) produksi Jepang
  • 5 unit Makassar (2007) produksi Korea Selatan
  • 9 unit Teluk Bintuni (2015) produksi Indonesia
  • 1 unit Teluk Langsa (1961) produksi Jepang
  • 4 unit Teluk Mangka (1981) produksi Korea Selatan
  • 11 Teluk Gilimanuk (1994) produksi Jerman
  • 1 unit Semarang (2019) produksi Indonesia
5. Angkatan Laut Republik Korea Selatan (ROCN) (147 unit)

ROCN saat ini meraih skot TvR 122,9 dengan total 147 unit.

ROCN memiliki keunggulan jumlah dan kualitas yang signifikan dibandingkan Korea Utara.

Kekuatan maritim ROCN dibangun dengan mempertimbangkan pertahanan dan pencegahan, serta sangat bergantung pada armada OPV yang mencakup 50 persen dari total inventaris.

ROCN berfokus pada kapal selam, kapal perusak, fregat, dan korvet.

Rincian inventaris ROCN:

Kapal selam 21 unit

  • 3 unit DAChangho (2021) produksi Korea Selatan
  • 9 unit Sohn Won-yol (2007) produksi Korea Selatan
  • 9 unit Jang Bogo (1993) produksi Korea Selatan

Kapal perusak 13 unit

  • 4 unit Sejong the Great (2008) produksi Korea Selatan
  • 6 unit C.Yi Sunshin (2003) produksi Korea Selatan
  • 3 unit Kwangg. the Great (1998) produksi Korea Selatan

Fregat 17 unit

  • 1 unit Chungnam (2024) produksi Korea Selatan
  • 8 Unit Daegu (2018) produksi Korea Selatan
  • 6 unit Incheon (2013) produksi Korea Selatan
  • 2 unit Ulsan (1989) produksi Korea Selatan
  • Korvet 3 unit Pohang (1990 produksi Korea Selatan

Kapal perang ranjau/antiranjau 14 unit

  • 1 unit Nampo (2017) produksi Korea Selatan
  • 1 unit Wonsan (1997) produksi Korea Selatan
  • 6 unit Yangyang (1999) produksi Korea Selatan
  • 6 unit Ganggyeong (1986) produksi Korea Selatan

OPV 69 unit

  • 18 unit Yoon Youngha (2008) produksi Korea Selatan
  • 16 uni Chamsuri PKMR (2017) produksi Korea Selatan
  • 45 unit Chamsuri PKM (1978) produksi Korea Selatan

Kapal penyerang amfibi 10 unit

  • 2 unit Dokdo (2007) produksi Korea Selatan
  • 4 unit Cheonwangbong (2014) produksi Korea Selatan
  • 4 unit Gojunbong (1993) produksi Korea Selatan
6. Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (105 unit)

Saat ini, AL Jepang, yang meraih skor TvR 121,3, memiliki 101 unit dalam inventaris aktifnya.

Jumlah itu mencakup kapal-kapal garis depan, tapi tidak termasuk kapal patroli yang lebih kecil, kapal bantu/survei, kapal bala bantuan, dan kapal seremonial bersejarah.

Rincian inventaris AL Jepang:

Kapal induk helikopter 2 unit

  • 1 unit Izumo (2015) produksi Jepang
  • 1 unit Hyuga (2009) produksi Jepang

Kapal selam 22 unit

  • 4 unit Taigei (2022) produksi Jepang
  • 10 unit Soryu (2009) produksi Jepang
  • 8 unit Uzushio (2000) produksi Jepang

Kapal perusak 42 unit

  • 2 unit Maya (2020) produksi Jepang
  • 2 unit Atago (2007) produksi Jepang
  • 4 unit Kongo (1993) produksi Jepang
  • 2 unit Asahi (2018) produksi Jepang
  • 4 unit Akizuki (2012) produksi Jepang
  • 5 unit Takanami (2003) produksi Jepang
  • 9 unit Murasame (1996) produksi Jepang
  • 8 unit Asagiri (1988) produksi Jepang
  • 6 unit Abukuma (1989) produksi Jepang

Fregat 6 unit Mogami (2022) produksi Jepang

Kapal perang ranjau/antiranjau 20 unit

  • 2 unit Uraga (1997) produksi Jepang
  • 4 unit Awaji (2017) produksi Jepang
  • 3 unit Enoshima (2012) produksi Jepang
  • 3 unit Hirashima (2008) produksi Jepang
  • 8 unit Sugashima (1999) produksi Jepang

OPV 6 unit Hayabusa (2002) produksi Jepang

Kapal penyerang amfibi 3 unit Osumi (1998) produksi Jepang

7. Angkatan Laut India (100 unit), skor TvR 100,5

AL India meraih skor TvR 100,5. Saat ini, AL India memiliki total 100 armada yang tidak termasuk kapal patroli lebih kecil, kapal bantu/survei, kapal pengisian bahan bakar, dan kapal seremonial bersejarah.

Rincian inventaris AL India:

Kapal induk 2 unit

  • 1 unit Vikrant (2022) produksi India
  • 1 unit Vikramaditya (2013) produksi Tiongkok

Kapal selam 19 unit

  • 2 unit Arihant (2021) produksi India
  • 6 unit Kalvari (2017) produksi India
  • 7 unit Singhughosh (1986) produksi Tiongkok
  • 4 unit Shishumar (1986) produksi Jerman

Kapal perusak 13 unit

  • 4 unit Visakhapatnam (2021) produksi India
  • 3 unit Kolkata (2014) produksi India
  • 3 unit Delhi (1997) produksi India
  • 3 unit Rajput (1982) produksi Tiongkok

Fregat 14 unit

  • 1 unit Nilgiri (2025) produksi India
  • 3 unit Shivalik (2010) produksi India
  • 7 unit Talwar (2003) produksi Rusia
  • 3 unit Brahmaputra (2000) produksi India

Korvet 18 unit

  • 4 unit Kamorta (2014) produksi India
  • 4 unit Kora (1998) produksi India
  • 2 unit Khukri (1989) produksi India
  • 7 unit Veer (1989) produksi India
  • 1 unit Abhay (1990) produksi India

OPV 29 unit

  • 4 unit Saryu (2013) produksi India
  • 6 unit Sukanya (1989) produksi India
  • 13 unit Nicobar (2009) produksi India
  • 4 unit Bangaram (2013) produksi India
  • 2 unit Trinkat (2005) produksi India

Kapal penyerang amfibi 5 unit

  • 1 unit Austin (2007) produksi AS
  • 1 unit Magar (1987) produksi India
  • 3 unit Shardul (2007) produksi India
8. Angkatan Laut Prancis (70 unit)

AL Prancis memiliki kekuatan modern multiperan yang mencakup kekuatan udara, kapal perang permukaan, dan kapal selam, dengan meraih skor TvR 92,9.

Armada kapal induk AL Prancis hanya terbatas pada satu unit, yakni Charles de Gaulle, tapi kapal ini menyediakan sistem yang diperlukan untuk mengoperasikan pesasat tempur Rafale.

Ada rencana AL Prancis akan membuat kapal induk bertenaga nuklir untuk menggantikan Charles de Gaulle.

Namun, rencana itu masih dalam tahap awal.

Rincian inventaris AL Prancis:

Kapal induk 1 unit Charles de Gaulle (2001) produksi Prancis

Kapal selam 8 unit

  • 3 unit Suffren (2020) produksi Prancis
  • 4 unit Triomphant (1997) produksi Prancis
  • 1 unit Rubis (1992) produksi Prancis

Kapal perusak 21 unit

  • 2 unit Horizon (2008) produksi Prancis
  • 8 unit Aquitane (2009) produksi Prancis
  • 5 unit Lafayette (1996) produksi Prancis
  • 6 unit Floreal (1992) produksi Prancis

Kapal perang ranjau/antiranjau 17 unit

  • 9 unit Eridan (1984) produksi Prancis
  • 4 unit Vulcain (1986) produksi Prancis
  • 3 unit Antares (1993) produksi Prancis
  • 1 unit Ophyrs (2022) produksi Prancis

OPV 20 unit

  • 4 unit D Entrecasteaux (2016) produksi Prancis
  • 4 unit Loire (2018) produksi Prancis
  • 5 unit D Estienne (1982) produksi Prancis
  • 3 unit Confiance (2017) produksi Prancis
  • 3 unit Felix Eboue (2023) produksi Prancis
  • 1 unit L Astrolabe (2017) produksi Prancis

Kapal penyerang amfibi 3 unit Mistral (2006) produksi Prancis

9. Angkatan Laut Kerajaan Inggris (50 unit)

AL Inggris, meraih skot TvR 92,9, memprioritaskan kapal perang multi-misi dengan hampir seperempatnya adalah fregat, kapal perang ranjau/anti ranjau, dan kapal selam.

AL Inggris memiliki sepasang kapal induk modern, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, yang dilengkapi pesawat tempur F-35 Lightning II sebagai sistem ofensif inti.

Dua kapal itu dilengkapi sensor canggih, sistem pemrosesan, dan solusi komunikasi yang menjadikannya pusat armada.

Rincian inventaris AL Inggris:

Kapal induk 2 unit Queen Elizabeth (2017) produksi Inggris

Kapal selam 9 unit

  • 4 unit Vanguard (1993) produksi Inggris
  • 5 unit Astute (2010) produksi Inggris

Kapal perusak 6 unit Daring (2009) produksi Inggris

Fregat 8 unit Duke (1991) produksi Inggris

Kapal perang ranjau/antiranjau 7 unit

  • 6 unit Hunt (1981) produksi Inggris
  • 1 unit Sandown (1998) produksi Inggris

OPV 18 unit

  • 16 unit Archer (1985) produksi Inggris
  • 2 unit Cutlass (2022) produksi Inggris

10. Angkatan Laut Turki (90 unit)

AL Turki memiliki total 90 unit dengan skor TvR 80,5.

Total unit ini tidak termasuk kapal patroli lebih kecil, kapal bantu/survei, kapal bala bantuan, dan kapal seremonial bersejarah.

Rincian inventaris AL Turki:

  • Kapal induk helikopter 1 unit Anadolu (2023) produksi Turki
  • Kapal selam 13 unit
  • 4 unit Batiray (1978) produksi Jerman
  • 4 unit Preveze (1994) produksi Jerman
  • 4 unit Gur (2003) produksi Jerman
  • 1 unit Reis (2024) produksi Turki

Fregat 17 unit

  • 8 unit O Hazard Perry (1997) produksi AS
  • 4 unit Barbaros (1997) produksi Jerman
  • 4 unit Yavuz (1987) produksi Jerman
  • 1 unit Istanbul (2024) produksi Turki

Korvet 9 unit

  • 4 unit Ada (2011) produksi Turki
  • 5 unit Burak (2001) produksi Prancis

Kapal perang ranjau/antiranjau 11 unit

  • 6 unit Aydin (2005) produksi Jerman
  • 5 unit Engin (1998) produksi Prancis

OPV 34 unit

  • 9 unit Kilic (1998) produksi Jerman
  • 2 unit Yildiz (1996) produksi Turki
  • 3 unit Dogan (1977) produksi Jerman
  • 4 unit Ruzgar (1986) produksi Turki
  • 16 unit Tuzla (2012) produksi Turki

Kapal penyerang amfibi 5 unit

  • 2 unit Bayraktar (2017) produksi Turki
  • 1 unit Osmangazi (1994) produksi Turki
  • 2 unit Bey (1985) produksi Turki

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved