Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen 2 Samuel 10 : 1-10, Asumsi yang Salah
Dalam kehidupan kita setiap hari, seringkali memiliki asumsi salah berdampak besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul asumsi yang salah.
Bacaan Alkitab diambil dalam 2 Samuel 10 : 1 – 10
Renungan diambil dari moment of inspiration LPMI.
Baca juga: Renungan Harian Kristen 2 Samuel 9: 1-10, Hamba yang Berubah
Firman Tuhan : “Berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita?
Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?” (2 Samuel 10 : 3)
Dalam kehidupan kita setiap hari, seringkali memiliki asumsi salah berdampak besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Akibatnya sering lebih dahsyat dari yang kita pikirkan.
Daud mengutus pegawai-pegawainya ke negeri bani Amon untuk menyampaikan pesan turut berdukacita atas kematian Nahas, raja bani Amon.
Namun, pemuka-pemuka bani Amon berasumsi bahwa Daud memiliki niat jahat di balik tindakannya itu.
Hanun, anak Nahas yang menggantikannya menjadi raja pun menangkap utusan Daud dan memperlakukan mereka dengan sangat hina.
Sangat disayangkan, kerugian besar terjadi hanya karena asumsi yang keliru.
Seandainya pemuka-pemuka bani Amon tidak memiliki asumsi negatif atas tindakan Daud, tentu mereka akan hidup dalam kerukunan dan perdamaian.
Kecurigaan bani Amon sangat berlebihan, tidak berhenti sampai pada tindakan mencukur janggut utusan Daud saja.
Hanun menyiapkan pasukan untuk berperang.
Ia juga menyewa puluhan ribu pasukan dari orang-orang Aram, raja negeri Maakha dan orang-orang Tob (ayat 6).
Asumsi negatif membuahkan penghakiman terhadap orang yang melakukannya, sekalipun kebenarannya belum teruji.
Hanun sangat menyesal karena masukan dari para pemuka bani Amon yang membuat dia berasumsi salah terhadap raja Daud.
Kebiasaan seperti ini harus dihindari agar tidak menyesal di kemudian hari.
Inspirasi: Sebelum hal buruk menimpa karena asumsi pribadi yang keliru, baiklah kita belajar memenuhi hati dan pikiran dengan hikmat Tuhan.
Supaya kita dapat menanggapi setiap persoalan dengan cara pandang yang tepat, dan tidak salah langkah.
| Renungan Harian Kristen Senin 27 April 2026, 1 Yohanes 3:12, Jangan Seperti Kain |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan 27 April 2026, 1 Yohanes 3:11, Bukan Tren Baru Tapi Perintah Mula-mula |
|
|---|
| Renungan Malam Mazmur 118:14, Tuhan Kekuatan dan Nyanyianku |
|
|---|
| Renungan Malam Hakim-hakim 8:22-35, Balas Kejahatan dengan Kebaikan |
|
|---|
| Pakatuan Wo Pakalawiren, Renungan Lansia GMIM 26 April - 2 Mei 2026, Mengasihi dengan Perbuatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Alkitab-dfvsfgs.jpg)