Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Keributan di Sindulang

Keributan Antarpemuda di Sindulang Satu Manado, Polisi Tangkap 11 Orang

Polresta Manado berhasil mengamankan para terduga pelaku keributan antarkelompok pemuda di Lingkungan II.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
KERIBUTAN - Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Muhammad Isral. Pada Jumat (4/7/2025) dirinya menjelaskan terkait kasus keributan antar kelompok pemuda di Lingkungan II dan Lingkungan IV Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polresta Manado berhasil mengamankan para terduga pelaku keributan antarkelompok pemuda di Lingkungan II dan Lingkungan IV, Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Keributan tersebut terjadi pada Kamis (3/7/2025) sekitar pukul 00.10 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Muhammad Isral, didampingi Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, menjelaskan bahwa para terduga pelaku saat ini tengah diamankan.

“Kita telah mengamankan 11 orang yang diduga sebagai pelaku yang terlibat dalam aksi keributan ini,” tutur Muhammad, Jumat (4/7/2025).

Muhammad mengatakan, Polresta Manado akan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam keributan untuk dilakukan mediasi.

“Malam ini kita akan gelar mediasi yang dilakukan langsung oleh pemerintah setempat untuk mendamaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, keributan semacam ini tidak memberikan manfaat apa pun, bahkan sangat merugikan banyak pihak.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat, mari kita jaga keamanan bersama di Kota Manado karena torang semua bersaudara,” ujarnya.

Diketahui, keributan ini terjadi tepat di perbatasan antara kedua lingkungan tersebut.

Kapolsek Tuminting, Iptu Victorrico Andriadhi Hartono, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal, insiden bermula dari salah paham yang terjadi pada Rabu (2/7/2025) sekitar pukul 03.39 Wita.

Saat itu, seorang pemuda berinisial A dari Lingkungan IV melintas menggunakan sepeda motor di wilayah Lingkungan II sambil berteriak.

Tindakan tersebut ditegur oleh sejumlah pemuda dari Lingkungan II. Namun, A justru kembali ke wilayahnya dan mengajak rekan-rekannya untuk kembali ke Lingkungan II hingga akhirnya terjadi bentrokan antar dua kelompok pemuda.

“Dalam insiden tersebut, dua warga menjadi korban, yakni lelaki NA (46), tukang batu, dan istrinya IN (45), ibu rumah tangga, yang saat itu sedang berjalan kaki hendak mencari makan di sekitar rumah. Tanpa diduga, mereka menjadi sasaran lemparan batu, botol kaca, petasan jenis roman candle, bahkan panah wayer,” katanya.

Akibat kejadian itu, NA mengalami luka di tangan, sementara istrinya, IN, mengalami luka akibat panah wayer yang tertancap di lengan.

Keduanya langsung dilarikan ke RS Pancaran Kasih untuk mendapatkan penanganan medis.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved