Sulut Maju
Berkedok Keluhan Orang Tua Siswa, Oknum LSM Bawa-bawa Nama Stafsus Gubernur Sulawesi Utara di SMK
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Sulawesi Utara berhasil menggagalkan dugaan upaya intimidasi yang dilakukan oleh seorang oknum yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap SMK Negeri 6 Manado.
Aksi tersebut berkedok sebagai keluhan orang tua siswa, namun belakangan diketahui bahwa oknum LSM tersebut mencatut nama staf khusus untuk melancarkan agendanya.
Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Hukum John Sada mengungkapkan bahwa timnya menerima laporan dari pihak sekolah dan segera menelusuri informasi yang beredar.
"Kami dapati ada keluhan orang tua murid, setelah diteliti lebih jauh ternyata ada miskomunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah. Miskomunikasi itu terkait dengan program PKL, dan setelah kami cek, pihak sekolah sudah memberikan penjelasan dan persoalan telah selesai," ujar John Sada.
Namun yang menjadi perhatian serius adalah kehadiran oknum LSM yang mengaku mewakili orang tua siswa dan mencoba mengakses data internal sekolah.
"Kami juga dapati ada LSM yang datang ke sekolah mencoba ‘mengodok’ data. Namun, LSM tidak bisa sembarangan mengakses data sekolah. Parahnya, mereka mencatut nama staf khusus gubernur. Itulah sebabnya kami langsung datang ke sekolah untuk klarifikasi dan menyatakan keberatan atas pencatutan tersebut," tegasnya.
Ia juga mengimbau agar pihak sekolah dan orang tua siswa tidak segan berkomunikasi langsung bila terjadi kesalahpahaman, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kami juga membuka pintu bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Stafsus Gubernur sangat terbuka dan siap menindaklanjuti secara bijak," tambah John Sada.
Kepala Program Studi SMK Negeri 6 Manado turut menyampaikan klarifikasi bahwa seluruh kebijakan sekolah, termasuk program PKL, sudah dibahas bersama orang tua melalui forum resmi.
"Pada dasarnya setiap kegiatan sekolah kami rapatkan terlebih dahulu dengan orang tua, jadi semua berdasarkan kesepakatan bersama. Bila ada orang tua yang kurang paham, kami terbuka menerima konfirmasi langsung," katanya.
"Kami juga berterima kasih kepada tim stafsus yang telah turun langsung meninjau dan memberikan pendampingan," jelasnya.
Sementara itu Kepala SMKN 6 Manado Altje Salele mengaku sempat dibuat bingung oleh pengakuan oknum LSM yang menyebut telah bertemu Stafsus Gubernur Sulut.
"Oknum LSM itu tidak secara langsung mengancam, hanya mengatakan kepada saya bahwa dia sudah melakukan meeting dengan stafsus. Karena itu, saya sempat mempertanyakan apakah benar dia membawa nama stafsus," jelas Altje.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Staf Khusus Bidang Hukum ke sekolah.
Baca juga: Bupati Talaud Resmi Jadi Anggota Apkasi ke-312, Joune Ganda Sampaikan Selamat
Baca juga: Orangtua Korban Dugaan TPPO ke Kamboja Syok, Mengira Anaknya Cuma Liburan ke Jakarta
"Kami sangat berterima kasih karena ini menunjukkan adanya perhatian dan pendampingan langsung dari Pemerintah Provinsi Sulut, khususnya dari Stafsus Gubernur. Semua akhirnya bisa diluruskan melalui klarifikasi dan konfirmasi," pungkasnya.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.