Renungan Harian Kristen
Renungan Remaja Kristen, Kisah Para Rasul 18:18-28
Renungan ibadah remaja kristen. Pembacaan alkitab terdapat pada Kisah Para Rasul 18:18-28.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan ibadah remaja kristen.
Pembacaan alkitab terdapat pada Kisah Para Rasul 18:18-28.
Khotbah:
Tuhan Yesus, Injil selalu membawa dampak dan pengaruh dalam hidup seseorang.
Selanjutnya, seseorang yang telah mengalami dampak dan pengaruh Inji1 akan berdampak dan berpengaruh dalam hidup orang lain.
Demikian seterusnya. Sifat Injil yang berdampak dan berpengaruh inilah yang kelak membawa Injil sampai ke ujung bumi sebagai tujuan akhir dari Amanat Agung Tuhan Yesus, dalam kuasa dan pekerjaan Roh Kudus.
Lantas, bagaimanakah dampak dan pengaruh Injil Yesus Kristus itu dalam kehidupan kita secara pribadi?
Pertanyaan ini tentu saja berhubungan secara langsung dengan keluarga dari mana kita bertumbuh.
Keluarga yang mengalami dampak dan pengaruh Injil Yesus Kristus, di mana kuasa Injil mengubahkan dari manusia lama kepada manusia baru, adalah apa yang diharapkan terjadi pada setiap anggota keluarga.
Keluarga adalah pusat rencana Allah sekaligus pangkalan misi di mana Allah mengerjakan rencana-Nya.
Maka, bagaimanakah keadaan keluarga kita?
Rasul Paulus menerima berkat besar sebagai kelengkapan dari Tuhan dalam pekerjaan pemberitaan Injil yang dilakukannya.
Berkat besar yang dimaksud adalah rekan-rekan sepelayanan yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan dan pelayanan Paulus.
Rekan-rekan ini adalah orang-orang yang disentuh dan diubahkan hidupnya oleh Injil melalui pelayanan Paulus, maupun orang-orang yang dihadirkan Tuhan dari berbagai tempat untuk bersama-sama melayani dengan Paulus.
Di Korintus, di mana Paulus melayani selama satu tahun enam bulan, nyata juga kelengkapan Tuhan baginya melalui hadirnya rekan-rekan sepelayanan.
Sesudah waktu yang cukup panjang melayani di Korintus, Paulus lalu melanjutkan perjalanannya ke kota Efesus.
Dalam perjalanannya tersebut ia ditemani pasangan suami istri bernama Priskila dan Akwila. 1 Korintus 18:2 memberikan keterangan tentang pasangan suami istri ini, "Di Korintus ia yakni Paulus berjumpa dengan seorangg Yahudi bemama
Akwila, yang berasal dari Pontus.
Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma.
Paulus singgah di rumah mereka." Pasangan suami istri ini bukan hanya sama dalam hal pekerjaan mereka dengan Paulus, yakni sebagai tukang kemah (1 Kor. 18:3), tetapi juga mereka sama-sama orang Kristen yang telah diubahkan oleh Injil dan berkomitmen memberitakan Injil Yesus Kristus itu kepada sebanyak mungkin orang.
Selama di Korintus, Paulus berbicara dalam rumah ibadat setiap hari Sabat dan memberitakan firman bahwa Yesus adalah Mesias, yakni dalam kerinduannya meyakinkan baik orang Yahudi maupun orang Yunani.
Kehadiran Priskila dan Akwila bersama Silas dan Timotius terbukti sangat penting dalam pelayanan tersebut.
Dengan bantuan mereka, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman dan bersaksi tentang Yesus. Bahkan ketika ia harus ditangkap, dihakimi, dan dianiaya, kehadiran rekan-rekan sepelayanan yang sama -sama menanggung penderitaan karena Injil, menjadi kekuatan bagi Paulus.
Ketika Paulus melanjutkan perjalanannya dari Efesus menuju ke Antiokhia, ia meninggalkan Priskila dan Akwila di situ
untuk melayani di Efesus.
Tinggalnya pasangan suami istri ini adalah rencana Tuhan bagi pelayanan pemberitaan Injil di Efesus, juga bagi kelengkapan pemberita-pemberita Injil lainnya yang datang ke kota itu.
Salah satu pemberita Injil yang datang ke Efesus adalah seorang bernama Apolos dari Aleksandria.
Apolos memiliki kemampuan dalam hal fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.
Hanya saja, walaupun ia telah menerima pengajaran dalam jalan Tuhan dan dengan semangat berbicara dan mengajar tentang Yesus, Apolos hanya mengetahui baptisan Yohanes.
Di sinilah peran Priskila dan Akwila menjadi sangat penting. Sesudah mendengar pengajarannya yang penuh keberanian di rumah ibadat itu, Priskila dan Akwila membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya jalan Allah.
Pengajaran yang dimaksud tentu saja mencakup Amanat Agung Tuhan Yesus untuk pergi menjadikan segala bangsa murid Yesus dan baptisan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Selama ini Apolos hanya mengetahui tentang baptisan pertobatan Yohanes Pembaptis.
Ia diperlengkapi untuk melihat Yesus sebagai kegenapan nubuat dan pelayanan Yohanes Pembaptis, di dalamnya baptisan kepada orang yang percaya, di mana mereka yang dibaptis itu akan terus dimuridkan sebagai murid Yesus.
Satu hal yang menarik adalah kerendahan hati Apolos yang mau diajar dan diperlengkapi oleh Akwila, dan juga oleh Priskila.
Dalam budaya Yahudi yang kental, tak semua orang mau mendengar dari seorang perempuan.
Namun kesadaran Apolos terhadap pekerjaan Roh Kudus melalui Priskila dan Akwila, mendorongnya mau belajar dan diperlengkapi.
Terbukti, pelayanan Apolos semakin berdampak ketika ia pergi dan melayani di Akhaya.
Ia dengan tak jemu-jemu membantah orangorang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Penting untuk menggarisbawahi keterangan yang selalu menyertai penyebutan nama Priskila dan Akwila, yakni "rumah
mereka."
Dalam 1 Korintus 18, frasa ini disebutkan dua kali, yakni pada ayat 2, di mana rumah mereka menjadi tempat persinggahan Paulus dalam pemberitaan Injilnya, dan pada ayat 26, di mana rumah mereka menjadi tempat untuk melengkapi Apolos dalam pelayanannya.
Dalam salamnya kepada rekan-rekan sepelayanannya yang dituliskan dalam surat kepada jemaat di Roma, Paulus menunjukkan signifikansi pelayanan Priskila dan Akwila, juga rumah mereka. Dalam Roma 16:3-5a Paulus berkata,
"Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku.
Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.
Salam juga kepada jemaat di rumah mereka." Selain pengorbanan besar yang dilakukan pasangan suami istri ini untuk pekerjaan Injil, rumah mereka disebut sebagai "gereja rumah," di mana di dalamnya jemaat berkumpul untuk beribadah dan menerima pengajaran tentang Injil Yesus Kristus, sebagaimana yang memang selalu dilakukan oleh Priskila dan Akwila.
Bukankah kita merindukan hal yang sama terjadi dalam rumah kita? Jonathan Edwards mengatakan bahwa setiap keluarga Kristen sudah seharusnya menjadi gereja -gereja terkecil, di mana seluruh anggota keluarganya diubahkan oleh Injil dan melalui kehidupan mereka memberitakan Injil yang mengubahkan tersebut kepada orang lain.
Sebagai remaja Kristen, doakanlah keluarga kita, secara khusus orang tua kita yang adalah pendidik primer dalam keluarga.
Papa dan mama yang hidupnya diubahkan oleh Injil Yesus Kristus kelak berdampak pada anak-anak mereka.
Bila pun kita mendapati orang tua yang masih jauh dari hidup yang diubahkan oleh Injil, biarlah kita sebagai remaja Kristen hadir untuk terus mendoakan mereka dan menjadi teladan di rumah kita masing-masing. Kita pun sebagai anak-anak dalam keluarga dipanggil untuk terus diubahkan oleh Injil.
Setiap nasihat dan teladan orang tua yang berkomitmen hidup di dalam Tuhan, janganlah kita abaikan.
Kiranya melalui kehidupan kita, keluarga kita boleh melihat kasih Kristus dan diubahkan oleh kasih tersebut. Tuhan memberkati keluarga kita masing-masing.
Injil mengubahkan keluarga kita dan melalui keluarga kita. Amin.
Sumber: Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM edisi Juni-Juli 2025
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 21:37-40, Harus Bermental Baja |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Sabtu 9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:27, Pengurapan |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 20:1-12, Harus Peras Otak |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 17:16-34, Jangan Tebal Telinga! |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Sabtu 9 Mei 2026, 1 Yohanes 2:27, Hidup Benar, Tanpa Dusta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-ibadah-remaja-kristen-HKJHGKHJKHJK.jpg)