Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Remaja Kristen, Kisah Para Rasul 18:18-28

Renungan ibadah remaja kristen. Pembacaan alkitab terdapat pada Kisah Para Rasul 18:18-28.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
REMAJA KRISTEN - Renungan ibadah remaja kristen.Pembacaan alkitab terdapat pada Kisah Para Rasul 18:18-28. 

Ia diperlengkapi untuk melihat Yesus sebagai kegenapan nubuat dan pelayanan Yohanes Pembaptis, di dalamnya baptisan kepada orang yang percaya, di mana mereka yang dibaptis itu akan terus dimuridkan sebagai murid Yesus. 

Satu hal yang menarik adalah kerendahan hati Apolos yang mau diajar dan diperlengkapi oleh Akwila, dan juga oleh Priskila. 

Dalam budaya Yahudi yang kental, tak semua orang mau mendengar dari seorang perempuan.

Namun kesadaran Apolos terhadap pekerjaan Roh Kudus melalui Priskila dan Akwila, mendorongnya mau belajar dan diperlengkapi.

Terbukti, pelayanan Apolos semakin berdampak ketika ia pergi dan melayani di Akhaya.

Ia dengan tak jemu-jemu membantah orangorang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias. 

Penting untuk menggarisbawahi keterangan yang selalu menyertai penyebutan nama Priskila dan Akwila, yakni "rumah 
mereka."

Dalam 1 Korintus 18, frasa ini disebutkan dua kali, yakni pada ayat 2, di mana rumah mereka menjadi tempat persinggahan Paulus dalam pemberitaan Injilnya, dan pada ayat 26, di mana rumah mereka menjadi tempat untuk melengkapi Apolos dalam pelayanannya. 

Dalam salamnya kepada rekan-rekan sepelayanannya yang dituliskan dalam surat kepada jemaat di Roma, Paulus menunjukkan signifikansi pelayanan Priskila dan Akwila, juga rumah mereka. Dalam Roma 16:3-5a Paulus berkata, 

"Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku.

Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.

Salam juga kepada jemaat di rumah mereka." Selain pengorbanan besar yang dilakukan pasangan suami istri ini untuk pekerjaan Injil, rumah mereka disebut sebagai "gereja rumah," di mana di dalamnya jemaat berkumpul untuk beribadah dan menerima pengajaran tentang Injil Yesus Kristus, sebagaimana yang memang selalu dilakukan oleh Priskila dan Akwila. 

Bukankah kita merindukan hal yang sama terjadi dalam rumah kita? Jonathan Edwards mengatakan bahwa setiap keluarga Kristen sudah seharusnya menjadi gereja -gereja terkecil, di mana seluruh anggota keluarganya diubahkan oleh Injil dan melalui kehidupan mereka memberitakan Injil yang mengubahkan tersebut kepada orang lain.

Sebagai remaja Kristen, doakanlah keluarga kita, secara khusus orang tua kita yang adalah pendidik primer dalam keluarga.

Papa dan mama yang hidupnya diubahkan oleh Injil Yesus Kristus kelak berdampak pada anak-anak mereka. 

Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved