Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TPPO di Sulut

Akhirnya Terungkap! Ini Tugas OSD Warga Sulut HRD Perusahaan Scam Kamboja, Wawancara Calon Karyawan

OSD pernah menjabat sebagai Human Resources Development (HRD) di perusahaan scam di Kamboja.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Dok Polsek Kawasan Bendara
SAMRAT - Kepolisian Sektor Bandara Sam Ratulangi Manado mengamankan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial OSD (29) yang diketahui pernah menjabat sebagai Human Resources Development (HRD) di perusahaan scam Kamboja. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Fakta baru kasus penangkapan seorang warga Sulawesi Utara (Sulut) berinisial OSD mulai terungkap.

Selain di perusahaan mana ia bekerja, kini terungkap juga perannya.

Rupanya OSD ini bertugas mewawancara calon karyawan yang sudah berada di Kamboja.

OSD adalah pria berusia 29 tahun.

Sebelum diamankan OSD bekerja di dua perusahaan scam Kamboja.

Ia pernah menjabat sebagai Human Resources Development (HRD) di perusahaan scam di Kamboja.

Namun sebelum manjadi HRD, ia sempat bekerja sebagai staf di perusahaan Golden KPS.

Di Golden KPS OSD hanya bekerja salama tiga bulan, sesudah itu pindah di perusahaan Mango Park.

"Sebelum dipromosikan menjadi HRD di Mango Park, jadi ada dua perusahaan tempat ia bekerja," ujar Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono, Sabtu (31/5/2025)

Menurut Iptu Agus, sebagai HRD, OSD bertugas mewawancarai calon karyawan yang sudah berada di Kamboja.

 Namun ia mengklaim tidak terlibat langsung dalam perekrutan dari Indonesia. 

"Bahkan komunikasi dengan agen dilakukan melalui aplikasi Telegram dengan identitas yang disamarkan," jelasnya. (Edi)

Peran OSD: Pria Asal Sulut Jadi HRD Perusahaan Scam Kamboja

Kepolisian Sektor Bandara Sam Ratulangi Manado menangkap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial OSD (29).

Ia pernah menjabat sebagai Human Resources Development (HRD) di perusahaan scam di Kamboja bernama Mango Park.

OSD ditangkap saat tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Jumat (30/5/2025) siang.

Dengan jabatan tersebut, OSD diduga terlibat dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Kamboja.

Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengungkapkan, OSD merupakan pria asal Desa Tateli Weru, Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara.

Ia mendarat di Manado sekitar pukul 12.49 Wita dengan menggunakan pesawat rute Jakarta–Manado. 

"Setibanya di terminal kedatangan domestik, OSD langsung dibawa ke Polsek Bandara untuk dilakukan pendalaman dan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam jaringan perusahaan scam yang berbasis di Kamboja," ujar Agus, Sabtu (31/5/2025) 

OSD sebelumnya diamankan oleh pihak KBRI Phnom Penh, Kamboja, pada 26 Mei 2025 setelah terindikasi menghalangi proses repatriasi sejumlah WNI yang menjadi korban TPPO

"Ia diduga berupaya membujuk para WNI tersebut untuk kembali bekerja di perusahaan scam tempatnya bekerja," jelas Agus.

Sebagai HRD, OSD bertugas mewawancarai calon karyawan yang sudah berada di Kamboja.

Namun ia mengklaim tidak terlibat langsung dalam perekrutan dari Indonesia. 

"Komunikasi dengan agen dilakukan melalui aplikasi Telegram dengan identitas yang disamarkan," pungkasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved