Pemkot Manado
Andrei Angouw Ikut Melepas Lampion ke Udara di Kawasan Kalimas Manado
Wali Kota Manado Andrei Angouw turut hadir dalam pelepasan ratusan lampion pada hajatan Sannipata Buddha 2025, Jumat (30/5/2025) malam
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Manado Andrei Angouw turut hadir dalam pelepasan ratusan lampion pada hajatan Sannipata Buddha 2025, Jumat (30/5/2025) malam di kawasan Kalimas, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Andrei bahkan turut melepas lampion.
Kegiatan tersebut bagian dari Buddhist Exhibition 2025.
Pada pembukaan Buddhist Exhibition 2025 beberapa hari sebelumnya, Andrei mengapresiasi kegiatan itu sebagai sarana toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
"Dengan kegiatan ini kita dapat saling mengenal dan tidak dikenal maka tidak disayang," katanya.
Amatan tribunmanado.com, kegiatan pelepasan lampion berlangsung meriah.
Ratusan lampion perlahan terbang tinggi di atas kawasan Kalimas Bersehati, membawa serta harapan dan doa yang ditulis tangan oleh para peserta.
Pelepasan lampion ini menjadi puncak dari perayaan Sannipata Buddha 2025 dan rangkaian Buddhist Exhibition 2025.
Namun suasananya tak hanya milik umat Buddha.
Tamu undangan dari berbagai latar belakang turut ambil bagian, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan menyentuh.
Sebelum lampion diterbangkan, para peserta diajak menulis sepotong harapan di kertas kecil yang tersedia dalam lampion.
Harapan sederhana, doa pribadi, hingga permohonan untuk orang tercinta pun ditulis penuh makna.
Chun, salah satu tamu yang hadir, membagikan isi tulisannya.
“Saya tulis harapan. Berharap keluarga saya tetap sehat selalu dalam menghadapi tahun ini,” ungkapnya sambil tersenyum.
Setelah semua selesai menulis, kertas harapan dimasukkan ke dalam lampion.
Mereka lalu berdiri bersisian.
Ada yang datang bersama keluarga, pasangan, atau sahabat dan mulai memegang lampion masing-masing.
Tak butuh aba-aba panjang.
Dalam hitungan mundur, langit Manado pun dihiasi cahaya keemasan.
Lampion-lampion naik perlahan, disambut sorak kecil dan raut wajah bahagia.
Suasana tampak syahdu, tenang, dan penuh rasa haru.
Meski dalam keramaian, setiap orang seolah terhubung oleh satu hal: harapan.
Ketua panitia, Herdy Munayang, mengatakan pelepasan lampion telah melalui proses koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan AirNav, kepolisian, dan instansi lainnya untuk memastikan acara ini aman dan lancar,” ujarnya.
Momen ini tak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga wujud kebersamaan dan toleransi.
Dalam hening dan cahaya, Manado malam itu bersinar bukan hanya karena lampion, tapi juga oleh semangat untuk saling menjaga dan berharap bersama. (Art)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Temukan Sampah saat Tinjau Manado, Ini Yang Dilakukan Andrei Angouw |
![]() |
---|
Jangan Buang Sampah Sembarangan di Manado Sulawesi Utara, Ratusan CCTV Mengawasi |
![]() |
---|
Jawaban Wawali Manado Richard Sualang Mengenai Rolling Pejabat Lanjutan |
![]() |
---|
Viral Aksi Buang Sampah di Tepi Jalan Singkil Manado, Pelaku Terancam Denda Puluhan Juta |
![]() |
---|
Buka Bimtek SAKIP, Ini Pesan Sekda Manado Steaven Dandel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.