Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer

Berita Populer Minahasa Utara: Longsor di Sawangan–Tanggari–Sampiri

Longsor terjadi di ruas jalan Sawangan–Sampiri dan Sawangan–Tanggari, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Sabtu (25/5/2025).

Dok. Pusdalops BPBD Minut.
LONGSOR - Longsor terjadi di Sawangan - Sampiri Minut, Sabtu (24/5/2025). Tak hanya itu longsor juga terjadi di jalan antara Sawangan - Tanggari. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Longsor terjadi di ruas jalan Sawangan–Sampiri dan Sawangan–Tanggari, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Sabtu (25/5/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut melalui Pusdalops sempat mengimbau pengguna jalan untuk menghindari kedua jalur tersebut.

"Kami BPBD merekomendasikan jalur yang terkena bencana longsor ditutup sementara," ujar Plt Sekretaris BPBD Minut, Gerald Dotulong.

BPBD mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan karena masih ada potensi longsor susulan akibat cuaca yang tidak menentu.

Sejumlah pengendara bahkan sempat memaksa melintas di titik longsor.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Minut, Theo Lumingkewas, menjelaskan bahwa longsor terjadi di beberapa titik pada dua jalur tersebut.

"Di titik Sawangan–Sampiri ada satu titik longsor besar dan beberapa titik longsor kecil. Lalu di Sawangan–Tanggari tertutup longsor," kata Theo.

Ia juga mengungkapkan, lokasi longsor kali ini berdekatan dengan titik longsor yang terjadi sebelumnya, pada Minggu (18/5/2025).

Bahkan ada kabel listrik yang terkena material longsor.

Namun akses jalan Sawangan–Sampiri kemudian dilaporkan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan sebagian roda empat.

Meskipun begitu, jalan masih rawan akibat hujan deras yang menyebabkan tanah longsor dan pohon roboh.

Menurut laporan di lapangan, pohon jenis Nusu tumbang, dan pasokan listrik di Jaga I Desa Sawangan terpaksa dimatikan.

"Harus dimatikan karena ada yang mengenai kabel listrik di titik bencana," kata Theo Lumingkewas.

Evakuasi dilakukan oleh gabungan personel perangkat Desa Sawangan, masyarakat, Satlantas Polres Minut, TRC BPBD Minut, dan Pusdalops BPBD Minut.

Pohon tumbang dipotong menggunakan mesin sensor agar jalur bisa dilintasi kendaraan kecil.

Sementara itu, jalan Sawangan–Tanggari, yang menghubungkan Minut dan Kabupaten Minahasa, juga sempat lumpuh akibat longsor dan pohon tumbang.

Sabtu malam, akses mulai dibuka secara terbatas.

Pantauan Tribunmanado.co.id menunjukkan lebih dari tiga titik longsor yang mengganggu lalu lintas.

Sistem buka tutup diterapkan bagi kendaraan roda dua, dengan pengaturan arus dari kedua arah.

Dua truk sempat terjebak di lokasi longsor, namun telah berhasil dievakuasi.

Material longsor yang menutup akses jalan mulai dibersihkan sejak Sabtu malam. Satu unit alat berat jenis loader milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut dikerahkan dari Tomohon ke lokasi.

Ia menambahkan, ini merupakan kejadian kedua dalam dua pekan terakhir.

BPJN telah dua kali menurunkan alat berat untuk menangani longsor di jalur Sawangan–Tanggari.

Pembersihan material longsor dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Babinsa, warga, perangkat desa, dan BPBD Minut.

Pada Sabtu malam juga terjadi insiden tambahan.

Saat proses pembersihan berlangsung, pohon jenis enau atau seho tumbang di jalan Sawangan–Tanggari.

"Pohon jenis enau atau pohon seho roboh saat petugas gabungan sementara melakukan pembersihan," kata Theo Lumingkewas.

Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian itu.

Pohon roboh langsung dievakuasi dengan bantuan alat berat dan tenaga dari tim gabungan. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved