Minggu, 31 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Ibadah Persekutuan Lansia Kristen

Renungan ibadah lanjut usia (lansia) Kristen. Pembacaan alkitab terdapat pada Yohanes 21:1-14.

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
RENUNGAN - Ibadah persekutuan lanjut usia (lansia) Kristen. Pembacaan alkitab terdapat pada Yohanes 21:1-14. 

Murid yang dikasihi yakni Yohanes dapat melihat Yesus Kristus dan berkata kepada Petrus, "Itu Tuhan" sangking kagetnya dan tidak merasa layak, Petrus terjun ke dalam danau.

Danau ini adalah danau Tiberias yang biasa disebut juga danau Genesaret atau Danau Galilea tempat Yesus Kristus memanggil para murid dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

Yesus Kristus banyak membuat mujizat di tepi danau ini. Dan setelah bangkit, Yesus Kristus membuat mujizat lagi dan kita percaya kini, di sini dan masa yang akan datang mujizat-nya itu nyata, tidak ada yang mustahil. 

Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Adakah di antara kita lansia, masih ragu tentang kuasa kebangkitan Yesus Kristus? Pernah seorang pendeta berkata 
kepada seorang lansia, kenapa masih percaya dengan pegangan, obat-obatan, sembah berhala? Jawabnya "oh... itu 
pendeta, itu hanya penjagaan saja di dunia, torang lai musti ada pegangan, obat jaga-jaga pendeta, torang ini masih di dunia belum di sorga, jadi musti ada itu!

 Astaga, ini namanya mendua hati, sinkritisme, percaya kepada Tuhan Allah dan percaya pada allah-allah lain yang di Minahasa tempo doeloe disebut opo-opo.

Apabila masih ada kepercayaan-kepercayaan seperti itu di antara kita, tinggalkan yang jahat, dosa dicegah agar kita berkenan sampai Tuhan Allah mernanggil kembali ke pangkuan-Nya.

Kalau tidak mo mati susah mo mati, mo hidop susah mo hidop, siksa tu hidop. 

Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Yesus Kristus tahu bahwa Simon Petrus dan teman-temannya telah kembali ke profesi semula sebagai penjala ikan.

Ia tahu bahwa mereka yang pergi menangkap ikan sepanjang malam, tidak menangkap apa-apa. Yesus Kristus berkata "hai anak-anak adakah kamu mempunyai lauk pauk? Jawab mereka tidak ada. tatap hari ini, apakah kebutuhan kita selalu terpenuhi?

Apakah kita tidak pemah kekurangan, apakah yang kita perlu selalu "Marilah kita coba tengok sejenak ke belakang dan 
tersedia?

Harus kita akui bahwa sebagai manusia berdosa ada saatnya kita kehabisan lauk pauk.

Di tengah kesulitan, apakah 
ibu, bapak lansia banyak mengeluh dan bersungut-sungut, atau selalu mengucap syukur? Tuhan Allah yang maha tahu 
tidak pemah meninggalkan kita, la mengerti, Ia peduli yang di butuhkan oleh lansia.

Kepedulian Yesus Kristus nyata ketika Ia berkata kepada mereka: "tebarkanlah jalamu di sebelah kanan Perahu, maka kamu akan memperoleh."

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved