Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia Umumkan Gencatan Senjata dengan Ukraina pada 8-10 Mei

Rusia telah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama 72 jam di Ukraina, dan meminta Kyiv untuk menyetujui jeda tersebut.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters
DAMAI - Presiden Vladimir Putin telah mengumumkan gencatan senjata sementara saat Rusia memperingati berakhirnya Perang Patriotik Raya. Rusia telah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama 72 jam di Ukraina, dan meminta Kyiv untuk menyetujui jeda tersebut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Moskow - Rusia telah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama 72 jam di Ukraina, dan meminta Kyiv untuk menyetujui jeda tersebut.

Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Senin sore bahwa pasukan Rusia akan melakukan gencatan senjata mulai tengah malam tanggal 8 Mei hingga tengah malam tanggal 10 Mei. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat agar Moskow menyetujui gencatan senjata penuh dalam konflik tersebut.

Rusia akan memperingati ulang tahun ke-80 berakhirnya Perang Patriotik Raya, yang merupakan istilah untuk perang dengan Jerman pada tahun 1942 – 1945, yang dikenal sebagai Perang Dunia II oleh sekutu-sekutunya saat itu, pada tanggal 9 Mei.

Dalam sebuah pernyataan, Kremlin meminta Kyiv untuk bergabung dalam gencatan senjata sementara, tetapi berjanji bahwa jika terjadi pelanggaran oleh pihak Ukraina, angkatan bersenjatanya akan memberikan “respons yang memadai dan efektif”.

Belanja Pertahanan

Namun para ahli mengatakan kepada Al Jazeera bahwa uang tidak ada artinya tanpa fokus pada sistem yang tepat dan kemitraan global.

Eropa memimpin rekor kenaikan belanja pertahanan internasional tahun lalu, menurut laporan dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).

Pengeluaran Eropa meningkat secara riil sebesar 17 persen menjadi 693 juta dolar, mempelopori kenaikan global sebesar 9,4 persen menjadi 2,7 triliun dolar, menandai tingkat pengeluaran pertahanan tertinggi sejak jatuhnya komunisme di Eropa.

Perang Rusia di Ukraina merupakan pendorong utama tren baru ini, kata SIPRI pada hari Senin.

"Peningkatan pengeluaran yang cepat di antara anggota NATO Eropa terutama didorong oleh ancaman Rusia yang berkelanjutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan penarikan diri AS dari aliansi tersebut," kata Jade Guiberteau Ricard, seorang peneliti di SIPRI.

Para tokoh protagonis dalam perang itu masih menanggung beban biayanya.

Rusia mengalami kenaikan tahunan terbesar dibanding negara lain, yakni sebesar 38 persen, karena negara itu menderita kerugian material yang sangat besar dalam perangnya di Ukraina. Negara itu menghabiskan 149 miliar dolar, lebih dari 7 persen dari output ekonominya.

Ukraina menghabiskan seluruh pendapatan pajaknya sebesar 64,7 miliar dolar untuk pertahanannya, dan merupakan negara yang mengalokasikan proporsi terbesar ekonominya – 34 persen – untuk militer.

Namun keengganan AS untuk terus mendanai pertahanan Ukraina berarti beban yang lebih besar mungkin akan jatuh pada Eropa.

Hal itu mungkin tidak sesulit kedengarannya. Ukuran ekonomi Uni Eropa berarti bahwa negara itu hanya perlu mengeluarkan 0,12 persen lebih banyak dari produk domestik bruto (PDB) untuk menggantikan dukungan militer AS untuk Ukraina, menurut perkiraan lembaga pemikir Bruegel pada Februari lalu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved