Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir di Manado

Peringatan Waspada Banjir dan Longsor, Pemkot Manado Keluarkan Imbauan Bagi Warga di Bantaran Sungai

Melalui situs resmi Pemkot Manado, warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung diminta untuk segera mengungsi demi keselamatan.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Tribunmanado.com/Fernando Lumowa
Warga Mahawu, Kecamatan Tuminting kembali mengungsi setelah banjir kembalj melanda karena hujan lebat, Sabtu (22/3/2025). Peringatan Waspada Banjir dan Longsor, Pemkot Manado Keluarkan Imbauan Bagi Warga di Bantaran Sungai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Curah hujan di Kota Manado Sulawesi Utara masih tinggi, peringatan waspada banjir dan longsor untuk warga Manado.

Pemerintah Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, telah mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Melalui situs resmi Pemkot Manado, warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung diminta untuk segera mengungsi demi keselamatan.

Pemerintah menyerukan agar masyarakat segera mengambil langkah evakuasi hingga situasi membaik.

Terbaru, berdasarkan informasi dari pos pemantauan banjir Paal Dua, ketinggian air sudah mencapai lebih dari 3 meter, mengindikasikan potensi banjir yang semakin meningkat.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I juga mengeluarkan himbauan serupa. Kepala BWS Sulawesi I, Ir. Sugeng Harianto, MSi, MT, menyatakan bahwa curah hujan yang tinggi di Manado menyebabkan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.

Sugeng mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran DAS Tondano untuk tetap waspada dan siaga, tetapi tidak panik.

Warga diminta untuk mengikuti arahan pemerintah dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi situasi darurat ini.

"Kami menghimbau masyarakat tidak perlu panik, tetapi siap siaga, karena berdasarkan ramalan BMKG potensi hujan lebat sangat lebat masih mungkin terjadi di hulu maupun hujan lokal di hilir bendungan khususnya DAS Tikala dan Kota manado," ujarnya.

Menurutnya, secara fungsi Bendungan Kuwil Kawangkoan berhasil menampung air. 

 "Secara fungsi bendungan telah berhasil mereduksi menampung banjir," ungkapnya.

Ia juga meminta himbauan yang dikeluarkan oleh BSW Sulawesi l bisa dibagikan kepada semua masyarakat.

PRESS RELEASE BWS Sulawesi I

Bahwa sejak tadi malam pukul. 22.08 WITA Waduk Bendungan Kuwil spill out, artinya Bendungan Kuwil Kawangkoan telah mencapai tampungan  maksimum sebesar 26.86 Juta M3, pada elevasi + 100.2 dpl, 

Sementara itu sampai saat ini (22 Maret 2025 Pkl 16.10 WITA) pasokan air dari hulu, yaitu dari Sungai Tondano masih terus masuk sebagai inflow ke Bendungan Kuwil Kawangkoan, sehingga otomatis air akan mengalir keluar/ spill out melalui ambang pelimpah spillway di bagian samping kiri konstruksi Bendungan Kuwil, menuju ke Sungai Tondano yang bermuara di Teluk Manado.  

Oleh karena itu kami menghimbau agar masyarakat dan semua pihak disepanjang aliran sungai Tondano di Kota Manado terus SIAGA  dikarenakan masih ada potensi hujan lebat – sangat lebat di Catchment area/ dibagian hulu bendungan Kuwil Kawangkoan.  

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved