Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tomohon Sulawesi Utara

Harga Daging Babi di Tomohon Masih Tinggi, Pedagang Sebut Bantuan Pemerintah Tak Berdampak

"Coba lihat sekarang, apakah ada dampaknya bagi masyarakat? Tidak ada. Bahkan bagi kami pedagang juga tidak terasa manfaatnya, pembeli juga mengeluh,"

Tribunmanado.com/Petrick Sasauw
DAGING BABI - Daging babi di Pasar Beriman Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Minggu (16/3/2025). Pedagang menilai program pemerintah ini tidak menurunkan harga jual di pasaran. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Harga daging babi di Sulawesi Utara kembali dikeluhkan masyarakat. 

Bantuan pemerintah terkait pasokan daging babi dari Bali ternyata tidak memberikan dampak signifikan bagi pedagang maupun masyarakat. 

Salah satu pedagang di Pasar Beriman Tomohon, Chandra M, menilai program ini tidak menurunkan harga jual di pasaran.

Daging babi dari bantuan pemerintah seharusnya dijual Rp 75 ribu per kilogram, sehingga pedagang bisa menjualnya dengan lebih murah. 

Namun kenyataannya, mereka justru harus membeli dengan harga Rp 78 ribu per kilogram dari pemerintah, hanya selisih Rp 2 ribu dari harga peternak lokal.

"Selisihnya terlalu kecil, jadi tetap saja mahal. Apalagi stok yang bisa kami beli juga terbatas, tidak bisa ambil banyak. Saya sudah tidak ambil lagi dari sana, tinggal cari dari peternak lokal saja," kata Chandra, Minggu (16/3/2025).

Hingga saat ini tidak ada efek positif dari bantuan tersebut, baik bagi pedagang maupun masyarakat. 

Harga daging babi di pasar masih berkisar Rp 120 ribu per kilogram, yang tetap dirasa berat bagi warga.

"Coba lihat sekarang, apakah ada dampaknya bagi masyarakat? Tidak ada. Bahkan bagi kami pedagang juga tidak terasa manfaatnya, pembeli juga mengeluh," ujarnya.

Chandra berharap pemerintah turun ke lapangan untuk mendengar keluhan para pedagang. 

MAHAL: Daging babi di Pasar Beriman Tomohon, Minggu (16/3/2025). Pembeli dan penjual mengeluh, harga daging babi masih tinggi di pasaran.
MAHAL: Daging babi di Pasar Beriman Tomohon, Minggu (16/3/2025). Pembeli dan penjual mengeluh, harga daging babi masih tinggi di pasaran. (Tribun Manado/Petrick Sasauw)

Ia menilai perlu ada kebijakan konkret, seperti operasi pasar atau regulasi harga, agar harga daging babi bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Kami harap pemerintah kota Tomohon bisa turun langsung dan melihat kondisi di lapangan," pungkasnya.

Daya Beli Menurun

Harga daging babi di Pasar Beriman Tomohon masih terbilang tinggi meski mengalami sedikit penurunan.

Minggu (16/3/2025), harga daging babi dijual Rp 120 ribu per kilogram.

Sementara kaki babi Rp 100 ribu per kilogram, dan kepala babi Rp 50 ribu per kilogram.

Meskipun lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 130 ribu per kilogram, masyarakat tetap merasa terbebani. 

Akibatnya, daya beli daging babi menurun drastis.

Chandra mengungkapkan bahwa penjualannya anjlok setelah adanya wabah virus babi beberapa tahun lalu. 

Jika dulu ia bisa menjual hingga delapan ekor dalam sehari, kini satu ekor pun sulit terjual habis.

Baca juga: Harga Beras di Pasar Poyowa Kecil Kotamobagu Sulawesi Utara, Minggu 16 Maret 2025

Baca juga: Harga Daging Babi di Pasar Beriman Tomohon Masih Tinggi, Daya Beli Warga Menurun

"Sampai siang ini baru terjual setengah," kata Chandra.

Hal ini juga berdampak pada keputusan warga dalam berbelanja. 

Seorang ibu rumah tangga, Rosina, mengaku memilih beralih ke daging ayam karena harganya lebih terjangkau.

"Kalau ayam, saya bisa dapat sampai empat kilogram, sedangkan daging babi masih terlalu mahal," ujarnya.

Ia berharap harga daging babi bisa kembali stabil agar daya beli masyarakat meningkat. 

Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah harga akan turun dalam waktu dekat.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved