Advertorial
Dari Startup ke Fintech: Nucky Poedjiardjo dan Strategi Memperkuat Easycash Melalui Kolaborasi
Perjalanan Nucky di industri ini dimulai dari UangMe, sebuah platform pindar yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jas Keuangan (OJK),
TRIBUNMANADO.CO.ID - Teknologi bukan sekadar alat bagi Nucky Poedjiardjo. Bagi Direktur Utama Easycash ini, teknologi adalah solusi.
Sejak lama, ia percaya bahwa kemajuan digital mampu menjembatani berbagai tantangan sosial, termasuk keterbatasan akses keuangan di Indonesia.
“Saya melihat teknologi dapat berperan sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan keuangan yang cepat, transparan, dan terpercaya,” ujar Nucky.
Keyakinan itulah yang mengantarkannya ke industri pinjaman daring (pindar).

Perjalanan Nucky di industri ini dimulai dari UangMe, sebuah platform pindar yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jas Keuangan (OJK), dimana ia menduduki posisi
Associate Vice President pada 2022 sebelum kemudian diangkat sebagai Direktur Utama.
Selama dua tahun di sana, ia memimpin berbagai inisiatif yang memperkuat ekosistem fintech di Indonesia.
Namun, pada Agustus 2024, Nucky memutuskan untuk mengambil tantangan baru dengan bergabung ke Easycash, salah satu platform pinjaman daring (pindar) terbesar di Indonesia yang juga berizin dan diawasi oleh OJK.

Keberadaan industri pindar ini penting karena industri ini berperan dalam menawarkan layanan keuangan kepada masyarakat yang tidak mendapatkan akses perbankan atau belum bisa memaksimalkan fasilitas perbankan yang dimilikinya.
Harapannya, dengan menggunakan fasilitas dari platform pindar, masyarakat yang termasuk dalam kategori unbanked dan underbanked ini dapat terus tumbuh untuk kemudian menggunakan layanan perbankan dan terhindar dari praktik pinjol ilegal yang sudah banyak mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
Industri pindar sebagai bagian dari industri berbasis teknologi yang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, tak lepas dari tantangan.
Salah satunya adalah terkait tingkat literasi keuangan masyarakat yang belum optimal. Hasil survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43 persen sementara indeks inklusi keuangan 1 sebesar 75.02 persen.
Dari hasil survei ini kita bisa melihat bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat masih tertinggal 10 persen, sehingga perlu upaya bergotong royong dari para pelaku industri, termasuk diantaranya adalah platform pindar seperti Easycash, ekosistem penunjang, akademisi, dan juga regulator atau dalam hal ini adalah pihak OJK.
Para stakeholder industri ini perlu menjalankan program literasi keuangan yang lebih masif sehingga terjadi peningkatan literasi keuangan yang signifikan.
Oleh karenanya, demi mendukung peningkatan lierasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat Indonesia, Easycash turut berperan aktif dalam menyelenggarakan berbagai program edukatif.
“Kami di Easycash berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukatif.