Breaking News
Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pariwisata Manado

Pariwisata Manado Sulawesi Utara Digenjot, Teddy Tanjadu : SDM dan Sadar Jadi Tantangan Utama

Menurut Akademisi Universitas De La Salle, Teddy Tanjadu, ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar Kota Manado mampu jadi ikon parawisata

Tayang:
Dokumentasi Teddy Tandaju
PENGAMAT - Akademisi Universitas De La Salle Manado, Teddy Tandaju. Para Rabu (5/3/2025) ia beberkan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar Kota Manado, Sulawesi Utara benar-benar mampu menjadi ikon pariwisata yang unggul. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pariwisata tampaknya menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Manado

Tak hanya pemerintah kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay juga turut mendorong pengembangan sektor ini.

Sebagai pintu gerbang destinasi wisata Sulut, Kota Manado memiliki berbagai fasilitas pendukung yang cukup memadai.

Seperti perhotelan dan akomodasi yang terus berkembang. 

Menyadari potensi tersebut, pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto juga berencana menjadikan Manado sebagai cerminan pariwisata Sulawesi Utara.

Namun, menurut Akademisi Universitas De La Salle Manado, Teddy Tanjadu, ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar Kota Manado benar-benar mampu menjadi ikon pariwisata yang unggul.

Fokus pada SDM dan Kesadaran Wisata

Teddy menekankan bahwa karakteristik Kota Manado berbeda dengan daerah lain seperti Bitung yang berbasis industri dan manufaktur. 

Sebagai kota jasa, Manado sangat bergantung pada Service Marketing (Pemasaran Jasa), yang berarti sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam pengembangan pariwisata.

"Pengetahuan dan keterampilan tenaga pariwisata sangat berperan dalam mensukseskan Kota Manado sebagai kota andalan pariwisata di Sulawesi Utara," ujar Teddy, Rabu (5/3/2025).

Ia menyoroti bahwa hingga saat ini, kesadaran wisata di kalangan masyarakat masih tergolong rendah. 

Salah satu contoh nyata adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang tetap terjadi meskipun sudah diingatkan selama bertahun-tahun.

"Sadar Wisata wajib dicanangkan dan didukung oleh seluruh masyarakat. Jika kesadaran wisata masih rendah, bagaimana kita bisa membangun citra pariwisata yang baik?" katanya.

Selain itu, Teddy juga menyoroti sikap melayani (serving attitude) dari pekerja di sektor pariwisata yang masih kurang maksimal.

Ia beber, bukan hal yang mengejutkan jika beberapa restoran terkenal di Manado lebih memilih mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah. 

"Ini karena karakter melayani yang belum sepenuhnya terbangun di kalangan pekerja lokal," tambahnya.

Perbaikan Fasilitas dan Diversifikasi Atraksi Wisata

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved