Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2025

Doa Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Seperti yang Dikerjakan Warga Muhammadiyah

Seperti diketahui bersama, bahwa umat muslim ada yang mengerjakan sholat tarawih 11 rakaat, atau juga yang 23 rakaat.

Editor: Indry Panigoro
(TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN)
SHOLAT TARAWIH: Suasana pelaksanaan tarawih pertama di Masjid Agung Medan yang baru, Senin (11/3/2024). Di artikel ini terdapat doa niat dan tata cara sholat tarawih 11 rakaat seperti yang dikerjakan warga muhammadiyah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski belum ada pengumuman resmi dari Kemenag kapan jatuhnya 1 Ramadhan 2025, namun warga Muhammadiyah mulai melaksanakan sholat tarawih hari ini Jumat (28/2/2025).

Pelaksanaan sholat tarawih ini sebagai penanda masuknya bulan suci Ramadhan 2025.

Tarawih adalah sholat berjamaah yang akan dikerjakan selama bulan ramadhan.

Nah berbicara soal tarawih, ada dua versi pelaksanaan sholat tarawih.

Ada yang mengerjakan 11 rakaat.

Ada juga yang 20 rakaat.

Nah, bagi warga Muhammadiyah, mereka mengerjakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat berdasarkan riwayat dari Aisyah ra.

Hal ini pernah disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Syamsul Anwar, seperti dikutip dari umj.ac.id.

وَعَنْهَا ، قَالَتْ : مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَزِيْدُ – فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ – عَلَى إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً : يُصَلِّي أرْبَعاً فَلاَ تَسْألْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي أرْبَعاً فَلاَ تَسْألْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاثاً. فَقُلتُ: يَا رسولَ اللهِ ، أتَنَامُ قَبْلَ أنْ تُوتِرَ؟ فَقَالَ: (( يَا عَائِشَة، إنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلاَ يَنَامُ قَلْبِي مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah (baik dalam bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan Lainnya) dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka janganlah engkau tanyakan tentang bagus dan panjangnya rakaat tersebut. Kemudian beliau shalat empat rakaat, maka janganlah engkau tanyakan bagusnya dan panjangnya rakaat tersebut. Lalu beliau shalat tiga rakaat. Maka aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum engkau melakukan witir?’ Beliau menjawab, ‘Wahai Aisyah, sesungguhnnya mataku tidur tetapi hatiku tidak.’” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari, no. 1147 dan Muslim, no. 738)

“Hadis ini sahih, tidak ada perawi yang mendaifkan. Itu dasar pertama. Dasar kedua yaitu ketika Umar bin Khaththab ra., menertibkan shalat tarawih di Masjid Madinah,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, bahwa pada masa Umar ra., diangkat imam tetap untuk salat tarawih yaitu Ubay bin Kaab dan memerintahkannya untuk melakukan salat tarawih 11 rakaat.

Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Al Mashun atau Masjid Raya Medan untuk melaksanakan Salat Tarawih berjamaah, Rabu (22/3/2023).
Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Al Mashun atau Masjid Raya Medan untuk melaksanakan Salat Tarawih berjamaah, Rabu (22/3/2023). (TRIBUN MEDAN/HUSNA)

Jadi, kedua dasar itu sangat jelas untuk menjadi alasan kuat pelaksanaan salat tarawih.

Keputusan melakasanakan tarawih 11 rakaat juga sebagaimana perkataan Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Bukhari yaitu صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ yang berarti “salatlah sebagaimana kalian melihatku salat.”

Maka sesuai perintah itulah, salat tarawih dilakukan sebanyak 11 rakaat.

Sumber: TribunMedan.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved