Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paus Fransiskus Sakit

Isi Pesan Paus Fransiskus yang Dikirimkan dari Rumah Sakit, Minta Umat Mendoakannya

Dalam penanganan intensif, Paus Fransiskus mengirimkan pesan dari rumah sakit, yang dirilis oleh Vatikan pada Minggu (23/2/2025).

HO/Wartakota
PAUS FRANSISKUS SAKIT: Isi Pesan Paus Fransiskus yang Dikirimkan dari Rumah Sakit, Minta Umat Mendoakannya. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Vatikan pada Minggu (23/2/2025), Paus Fransiskus sedang dirawat di rumah sakit setelah mengalami masalah kesehatan yang memerlukan oksigen beraliran tinggi. 

Menurut sumber-sumber Vatikan, pesan itu ditulis selama beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu (22/2/2025) malam, Vatikan mengatakan bahwa Paus berada dalam kondisi kritis setelah krisis pernapasan berkepanjangan, sehingga membutuhkan aliran oksigen tinggi.

Ia juga menjalani transfusi darah setelah tes menunjukkan trombositopenia, yang berhubungan dengan anemia.

Jutaan orang di seluruh dunia khawatir dengan kesehatan Paus yang semakin memburuk. Kondisinya menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan pengunduran dirinya. Vatikan belum mengomentari hal tersebut.

Dokter pada Jumat (21/2/2025) mengatakan, Paus asal Argentina itu belum pulih dari bahaya, dan diperkirakan akan tetap di RS setidaknya seminggu lagi.

Adapun Paus Fransiskus memiliki riwayat penyakit pernapasan. Sebagian paru-parunya diangkat akibat radang selaput dada saat masih muda.

Ia juga pernah mengalami pneumonia akut pada 2023.

Masuk RS karena Bronkitis

Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit karena infeksi saluran pernapasan, sehingga tak bisa memimpin doa Angelus mingguan setelah misa Minggu (16/2/2025).

Sri Paus masuk RS Gemelli di Roma sejak Jumat (14/2/2025). Keesokan harinya, Vatikan menyampaikan bahwa kondisinya membaik.

Namun, oleh karena kambuhnya bronkitis yang diderita Paus berusia 88 tahun itu, kebaktian untuk Sabtu dan Minggu harus dibatalkan.

"Paus Fransiskus beristirahat sepanjang malam ini. Ia tidak menunjukkan gejala demam," kata Vatikan, dikutip dari kantor berita AFP.

Hasil tes mengonfirmasi diagnosis bahwa Paus Fransiskus mengalami infeksi saluran pernapasan.

"Tes laboratorium hari ini menunjukkan perbaikan dalam beberapa nilai," tambahnya.

Dokter kemudian menyarankan Paus beristirahat total, sehingga tak bisa memimpin doa Angelus dan sebagai gantinya mengirim teks untuk dipublikasikan.

"Paus Fransiskus menerima banyak pesan kedekatan dan kasih sayang, serta mengungkapkan rasa terima kasihnya, sekaligus meminta untuk terus berdoa baginya," kata Vatikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved