Rusia vs Ukraina
Ukraina Bertekad akan Berjuang sampai Akhir Hadapi Rusia Meski Tanpa Bantuan Amerika Serikat
Sambil memegang senapan, prajurit ini mengenang perlawanan sengit Ukraina pada awal invasi Rusia, sebelum dukungan Barat mengalir deras.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Militer Ukraina menyatakan tekad yang kuat untuk terus berjuang meskipun telah melalui tiga tahun perjuangan dan pengorbanan besar dalam menghadapi serangan Rusia.
Semangat juang mereka tetap membara, berkomitmen untuk mempertahankan tanah air dan melawan segala bentuk agresi, meski tantangan yang dihadapi semakin berat.
Baca juga: China Kembali Temukan Virus Kelelawar Baru Mirip Covid-19, Tim Peneliti: Bisa Menginfeksi Manusia
"Kita telah berkorban begitu banyak dan berinvestasi begitu banyak. Perang ini telah merenggut begitu banyak nyawa. Kita akan menemukan jalan, bahkan jika itu menyangkut pertempuran gerilya. Kita akan berjuang sampai akhir hingga mereka tidak akan mampu menghabisi kita semua," kata salah seorang prajurit kepada Reuters, yang mengaku bernama Aladdin.
Sambil memegang senapan, prajurit ini mengenang perlawanan sengit Ukraina pada awal invasi Rusia, sebelum dukungan Barat mengalir deras.
"Berapa lama kami akan bertahan? Ya sampai orang terakhir bertahan. Kami tidak punya pilihan. Tidak ada yang bertanya kepada kami pada 2014 dan 2022 berapa lama kami bertahan, padahal saat itu kami tidak mendapat bantuan apa pun,” ujar prajurit tersebut.
Aladdin menambahkan, militer Ukraina sudah tidak menaruh harapan besar pada Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump.
“Ukraina akan bertahan selama mungkin. Dengan atau tanpa bantuan (Amerika Serikat), kami akan berdiri teguh," katanya.
Dorongan Presiden AS Donald Trump untuk segera berdamai dengan Moskwa tanpa melibatkan Kyiv telah memicu ketakutan dan kemarahan di antara warga Ukraina dan sekutu mereka.
Prajurit infanteri Pruzhynka bahkan mengatakan, Ukraina tidak mempercayai keputusan yang telah dibuat AS dan Rusia dalam pertemuannya untuk mengakhiri perang.
“Mereka mungkin telah mencapai beberapa kesepakatan di sana, tetapi ini adalah keputusan yang mereka buat sendiri,” katanya.
Dikutip dari AFP, Selasa (18/2/2025), AS dan Rusia telah sepakat membentuk tim untuk mengakhiri perang dengan Ukraina dalam pertemuan di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (18/2/2025).
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak segala kesepakatan yang dibuat tanpa sepengetahuannya dan meminta jaminan keamanan yang kuat dari sekutu Kyiv sebelum menyetujui perjanjian damai.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Presiden AS Semprot Zelensky di Gedung Putih, Trump Sebut Presiden Ukraina Tak Tahu Terima Kasih |
|
|---|
| Trump Usir Zelensky dari Gedung Putih, Hubungan AS-Ukraina Hancur usai Kedua Presiden Debat Panas |
|
|---|
| Pemimpin Wagner Group Yevgeny Prigozhin Tewas dalam Kecelakaan Pesawat, Ada Campur Tangan Rusia? |
|
|---|
| Sosok Yevgeny Prigozhin, Bos Tentara Bayaran yang Ingin Kudeta Presiden Rusia Vladimir Putin |
|
|---|
| UPDATE Perang Rusia-Ukraina: Hari ke-255 Putin Perintakan Warga Kherson Dievakuasi dari Zona Konflik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/120225-rusia-rudal.jpg)