Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Bina Remaja GMIM, Renungan 2 - 8 Februari 2025, Yesaya 28:23-29, Tuhan Itu Agung dalam Kebijaksanaan

Renungan ibadah remaja GMIM dalam sepekan mulai Minggu 2 - 8 Februari 2025. Pembacaan alkitab terdapat pada Yesaya 28:23-29.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
RENUNGAN: Bina Remaja Minggu 2 - Sabtu 8 Februari 2025, Yesaya 28:23-29 dengan tema Tuhan Itu Agung dalam Kebijaksanaan. Renungan untuk ibadah remaja GMIM. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan ibadah remaja GMIM dalam sepekan mulai Minggu 2 - 8 Februari 2025.

Pembacaan alkitab terdapat pada Yesaya 28:23-29.

Tema perenungan adalah Tuhan itu ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

Khotbah :

Adik-adik remaja dan pembina remaja yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus. 

Tuhan Allah memberi kita telinga untuk mendengar. Namun yang didengar telinga, belum tentu menuntun perilaku. 

Misalnya, Ada remaja gereja yang rajin beribadah, tetapi ia tidak mengalami pertumbuhan rohani.

Dan hal ini bukan karena pengajaran tentang perintah Tuhan Allah tidak diperdengarkan. 

Tetapi karena ia yang mendengar tidak memperhatikan sehingga mengabaikan.

Sebab ketika beribadah, ia tidak fokus beribadah, ia hanya sibuk bermain game atau bercerita dengan teman. 

Mendengar firman Tuhan Allah tanpa memperhatikan dengan baik bisa membuat orang tidak paham, salah mengerti, 
gagal paham, bahkan tidak tahu apa-apa tentang pesan yang disampaikan.

Mendengar dan memperhatikan sangatlah penting. Itulah sebabnya Nabi Yesaya mengatakan: Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku.(Yesaya 28:23). 

Hal ini cukup jelas, tidak cukup kita mendengar dengan telinga lalu kita tidak memperhatikan dan melakukan. 

Dalam Yesaya 28 : 23 - 29. Nabi Yesaya mengajar ajaran Allah kepada bangsa Israel melalui ilmu pertanian dan adat 
istiadat bangsa Israel.

Dikatakan bahwa petani harus mengerahkan seluruh tenaga dan kehati-hatian dalam menjalankan tugasnya: harus sesuai aturan, sesuai dengan arahan, harus menggunakan metode dan tata tertib dalam pekerjaannya. 

Ada tiga aturan, metode dan tata tertib yang akan kita pelajari dari kebijaksanaan Tuhan Allah melalui ilmu pertanian 
dan adat istiadat yaitu: 

1. Memperhatikan Waktu 

Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? (Yesaya 28:24). Seorang petani tidak setiap hari membajak, mencangkul dan menyisir tanah.

Semua tindakan itu mempunyai waktu dan caranya sendiri. Petani dia tahu, waktu yang tepat bertanam, waktu yang tepat memberi pupuk, menyiram dsb.

Karena itu seorang petani harus Cerdas memperhatikan waktu, Cerdas memilih waktu untuk menabur benih, membajak, mencangkul, dan menyisir agar mendapatkan hasil panen yang berlimpah.

Pengkhotbah 3:11 mengatakan Ada saat menabur ada saat menuai. Allah mengajarkan untuk segala sesuatu ada waktunya. 

Hidup kita seperti lahan persawahan yang sedang di garap Tuhan. Apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita itu semua baik apa adanya.

Seperti halnya dalam proses pertanian. Pertama sebelum menanam dan menabur benih, tanah harus dibersihkan 
dari batu-batu yang ada, dan juga kerikil yang menggangu. demikian juga hidup kita. Tuhan pasti membersihkan hal yang tidak berkenan dan mengganggu pertumbuhan rohani kita. 

Saat kita mengijinkan Tuhan menggarap hidup kita. Tuhan akan menutup lembah-lembah dalam hidup kita dan meratakan gunung-gunung kesombongan di hidup kita.

Semuanya diratakan untuk proses penanaman. Dan pada waktunya kita akan mendapat tuaian yang baik.

Oleh karena itu, apapun yang terjadi kepada kita hari ini, apapun masalah dan pergumulan kita, ingatlah segala 
sesuatu ada waktunya karena semua Tuhan yang atur.

Tuhan mengatur semuanya dengan kebijaksanaan Tuhan. Tidak ada segala sesuatu yang tidak dapat diubahkan Tuhan sesuai dengan Kairosnya Tuhan. 

2. Memperhatikan tempat

Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum 
jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya?

Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. (Yesaya 28:25-26). Proses tanam dilakukan dengan cermat dan teratur.

Petani dengan keahliannya melakukan tindakan dan cara-cara yang bervariasi. 

Menyerakkan, menebarkan dan menaruh merujuk pada pola pekerjaan sesuai dengan jenis dan  tempat setiap tanaman.

Awalnya diserakkan jintan hitam, kemudian ditebarkan jintan putih, ditaruh gandum jawawut, jelai kehitam-hitaman dan terakhir sekoi.

Semuanya diatur dan ditempatkan dengan benar sesuai tempatnya. Demikianlah dengan kehidupan kita.

Segala sesuatu ada tempatnya menurut kebijaksaan Tuhan. Kita akan menerima hasil tuaiannya pada waktunya Tuhan, saat kita bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang benar.

Maka andalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita karena di dalam Tuhanlah ada kekuatan buat setiap kita, agar tetap berdiri tegak dimanapun kita berada. 

3. Memperhatikan pola kerja / petunjuk 

Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan meinukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat.

Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur.

Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandunz itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur (Yesaya 28:27-28). 

Pola tanam ini merupakan warisan adat istiadat yang dipelajari sesuai dengan petunjuk Allah. Untuk mendapatkan 
hasil yang terbaik dibutuhkan suatu proses.

Perlakuan lima jenis tanaman ini di masa pengirikan dan penggilingan : fintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik melainkan dipitkid-pukul dengan galah (tongkat yang panjang yang terbuat dari bambu atau kayu)

Jintan putih tidak digiling dengan roda gerobak, melainkan dengan tongkat (sepotong bambu/kayu).

Gandum tidak boleh dipukul terus menerus sampai hancur. Alat-alat ini memainkan peranan penting. 

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, maka alat kerja yang tepat harus digunakan dengan cara yang tepat agar jintan atau gandum tidak hancur.

Segala sesuatu direncanakan dengan matang. Tidak ada yang kebetulan, serampangan dan instan. 

Setiap kehidupan kita diatur oleh Tuhan. Saat kita mengijinkan dan melibatkan Tuhan dalam segala hal di hidup kita. 

Baik dalam keluarga, dalam pendidikan kita, pergaulan maupun dalam pekerjaan kita. Semuanya akan terjadi dalam kebijaksanaan Tuhan.

Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan (Yesaya 28:29). 

Adik-adik remaja dan pembina remaja yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Firman Tuhan mendorong kita sebagai remaja gereja dan Pembina remaja untuk: 

Pertama, marilah kita yang setia dan taat beribadah menjadikan ibadah tidak hanya sebagai rutinitas semata, ibadah 
tidak hanya untuk supaya kelihatan orang bergereja.

Tetapi ibadah kiranya menjadi gaya hidup kita. Sehingga saat beribadah kita betul-betul fokus mendengar firman Tuhan, memahami firman Tuhan, dan firman dapat tergambar jelas dalam gaya hidup kita, dalam perilaku, perkataan maupun dalam setiap keputusan yang kita ambil.

Karena pengajaran firman yang kita dengar, tidak seperti perkataan orang tua -tua dulu masuk telinga kiri keluar 
telinga kanan.

Ada tare yang bilang masuk telinga kiri ulang kaluar telinga kiri. Tetapi mari kita yang bertelinga, pasang telinga, dengar firman Tuhan, perhatikan itu firman dan lakukanlah itu firman dalam kehidupan.

Agar kita pun dapat menepis ungkapan orang ini anak rajin tre ibadah mar kalakuan nda sesuai. 

Jadilah kita anak muda yang mampu jadi teladan, jadi berkat. Sebab ketertarikan kita yang kuat mencintai persekutuan 
ibadah memperkuat iman kita, membawa kita untuk terus bertumbuh dalam iman kepada Kristus. 

Kedua, sebagaimana petani untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hasil yang melimpah ia harus memperhatikan waktu bertanam, memperhatikan tempat yang cocok untuk benih yang akan ditanam serta memperhatikan petunjuk atau cara yang benar untuk bercocok tanam demikianlah dengan kehidupan kita.

Agar hidup kita dapat menghasilkan buah yang baik, buah yang boleh jadi berkat bagi banyak orang kita harus memperhatikan setiap petunjuk atau aturan atau cara hidup yang benar berdasarkan perintah dan ketetapan Tuhan. 

Janganlah menjadi anak-anak Tuhan yang degil hatinya. 

Artinya orang-orang yang tahu kebenaran tetapi lebih senang melakukan apa yang menyenangkan hati, memuaskan keinginan daripada melakukan kebenaran. Hiduplah benar menurut kehendak Tuhan. 

Dan yang terakhir, ditengah kemajuan IPTEK yang terus berkembang dengan pesat perumpamaan ilmu pertanian ini juga dapat dianalogikan dengan bagaimana cara bijak menggunakan teknologi (khususnya media sosial).

Teknologi adalah alat yang membantu manusia mencapai kesejahteraan hidup. Alat atau media akan berfungsi dengan baik jika digunakan dengan cara yang tepat.

Jika alat ini difungsikan dengan cara yang salah maka yang terjadi adalah pengrusakan dan kehancuran.

Jangan biarkan teknologi yang menguasai kita tetapi kita yang menguasai teknologi.

Sebab teknologi bisa berdampak positif, tapi bisa juga berdampak negatif. 

Zaman sekarang banyak kenakalan anak muda yang terjadi akibat penyalagunaan teknologi : seks bebas, pelecehan seksual, kecanduan game, penyebaran hoax bahkan keterlibatan dalam kegiatan illegal (cybercrime).

Untuk itu firman mengingatkan kita untuk mempergunakan teknologi dengan cara yang tepat, pada tempatnya dan memiliki batasan tertentu.

Sebab tanpa mempertimbangkan waktu, tempat dan batasan ini maka akan berakibat buruk. 

Maka sebagaimana firman Tuhan berkata : siapa bertelinga hendaklah ia mendengar dan melakukan firman. Amin.

Sumber: Bina Remaja GMIM edisi Februari - Maret 2025

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved