Tribun Podcast
Mapia Project Lakukan Edukasi di Bahowo, Gali Potensi Pariwisata yang Tersembunyi
Pasalnya yang menjadi bintang tamu dalam acara ini Manager Mapia Project Bahowo dan Pembina Divisi Edukasi Seasoldier Sulut yaitu Samuel Leavy Opa.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Segmen menarik tersaji dalam Tribun Podcast, Kamis (30/1/2025)
Pasalnya yang menjadi bintang tamu dalam acara ini Manager Mapia Project Bahowo dan Pembina Divisi Edukasi Seasoldier Sulut yaitu Samuel Leavy Opa.
Mereka membahas tentang Pejuang Lingkungan di Bahowo.
Baca juga: Cerita Calon Wawali Ivan Lumentut di Tribun Podcast: Masa Kecil hingga Visi Misi Bangun Manado
Selengkapnya berikut sesi tanya jawab bersama Pembaca Acara Maximus S Geneva
1) Apa itu Mapia Project?
Mapia Project ini adalah Project implementasi dari hasil belajar. Tahun kemarin itu, saya memulai fase 2 dan tahun 2023 sudah memulai fase 1.
Project ini adalah fase yang cukup panjang hasil dari pembelajaran saya dari program Inspirasi yang merupakan program beasiswa kepemimpinan bagi pemimpin muda di kawasan timur Indonesia.
Setiap tahun mereka memilih 10 orang dan saya terpilih pada tahun 2022.
Mereka kemudian memberikan pendanaan kepada setiap alumni untuk mempraktekan apa yang dipelajari selama di program inspirasi.
2) Kenapa Memilih Bahowo?
Kalau mo dipikir saya sudah cukup dekat dengan masyarakat Bahowo.
Karena saya sejak tahun 2017 kami sudah banyak beraktivitas terutama untuk kegiatan lingkungan, pembersihan dan penanaman mangrove, kemudian edukasi kepada teman SMA tentang krisis iklim di Bahowo.
Tapi yang paling mendasari memilih Bahowo karena tahun 2021 kemarin saya mendapat Project edukasi untuk anak-anak pesisir dan waktu itu saya memilih Bahowo.
Karena Project Edukasi ini mau membuat anak-anak belajar dalam kelas dan luar kelas.
3) Konsentrasi Program Kerjanya Lebih Mengarah ke Mana?
Memang program kerjanya cukup menarik, karena kami tidak merancang sendiri.
Program ini terbagi dalam dua fase.
Kami melaksanakan pendekatan kepada masyarakat dengan melakukan desain secara bersama-sama.
Awalnya kami perkenalkan siapa kami, kemudian turun menggali isu yang ada dan mencari solusi bersama.
4) Persoalan Mendasar Apa yang Pertama Kali Anda Lihat di Bahowo?
Yang paling mendasar itu kepedulian, dimana orang yang tidak peduli dengan upaya bagaimana kita mencoba menyadarkan dan mengedukasi.
Oleh karena itu, lewat Project ini kita coba buka hanya sekali datang tapi sudah lebih dari 10 kali, kami tim bertemu dengan masyarakat untuk memupuk kepedulian itu.
Harapannya masyarakar di Bahowo ini bisa benar-benar peduli dengan situasi ini.
5) Setelah Project berjalan selama beberapa tahun, apa yang anda lihat tentang perubahan yang terjadi saat ini?
Kalau perubahan signifikan yang terjadi saat ini soal kepedulian masyarakat yang sudah ada saat ini. Mereka sudah kompak.
Lingkungan, rumah dan pemukiman mereka sudah lebih bersih.
Saya rasa ini berkat kerjasama yang baik dengan masyarakat dan pemerintah setempat juga.
Walaupun dari sisi project mencoba mengedukasi, tapi semua kembali kepada mereka.
Baik apa yang mau dilakukan setiap hari, apakah akan mengikuti himbauan tidak atau banyak hal lain juga.
6) Tantangan apa yang dihadapi selama menjalani project Bahowo ini?
Jika mencari waktu yang tepat untuk mengumpulkan semua warga memang susah. Strategi kami menyampaikan itu sejak jauh-jauh hari.
Bahkan pula saat tiba pada harinya, ada hal-hal saja yang terjadi warga banyak kesibukan lain mungkin secara tiba-tiba.
Selain itu warga juga masih saling menunggu. Mereka sering bertanya kalau sudah banyak orang berkumpul baru akan datang.
Jadi itu tantangan cukup besar juga yang harus dihadapi.
7) Kira-kira apa yang menjadi Potensi Bahowo?
Sejujurnya dilain sisi sangat disayangkan Bahowo tertinggal dengan kawasan pariwisata yang ada di Sulut.
Bahowo berada diujung utara yang berbatasan dengan Tiwoho. Setiap kali kita membahas soal keunggulan Bahowo selalu mau disandingkan tempat wisata lain di Minut.
Sebenarnya daerah ini harus bisa sudah terkenal karena pariwisatanya.
Semoga ada yang berkenan membangun Infrastruktur pariwisata di Bahowo.
8) Apa saja usulan yang disampaikan kepada warga saat bertemu dengan Mapia Project?
Sempat terpikirkan ada jembatan-jembatan kayu yang boleh masuk ke area Manggrove.
Itu yang sempat disampaikan masyarakat. Karena memang Dermaga di Bahowo itu lurus ke laut dan masuk ke dalam Mangrove secara manual.
Jadi jembatan kayu itu bisa dibuat menarik. (Ren)
| Sosok Jimmy Rol Torar, Sejak Mahasiswa Sudah Punya Perusahaan, Kini Komisaris di BUMN |
|
|---|
| Kesiapan MEP Maju di Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulut |
|
|---|
| Podcast Tribun Bersama Ketua Panitia Paskah Nasional 2026, Recky Langie: Peserta Capai 50 Ribu Orang |
|
|---|
| Recky Langi Ungkap Persiapan Panitia Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara |
|
|---|
| Tribun Podcast: Sinergi TNI dan Masyarakat Menjaga Ketahanan Pangan Lokal Sulawesi Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Mapia-Project-avsrtgv.jpg)