Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Survei Terbaru: Tingkat Persetujuan Presiden Trump 49 Persen

Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dimulai pada angka 49 persen dalam survei Emerson College Polling.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/The Hill/dok
Donald Trump mengambil sumpahnya sebagai presiden AS di Capitol Rotunda di Washington, DC, pada tanggal 20 Januari. Tingkat persetujuan Presiden Trump dimulai pada angka 49 persen dalam survei Emerson College Polling. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dimulai pada angka 49 persen dalam survei Emerson College Polling pertama mengenai pemerintahannya. 

Jajak pendapat yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan tingkat persetujuan Trump hampir sama dengan tingkat dukungan yang diterimanya dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Tingkat ketidaksetujuannya sebesar 41 persen merupakan yang terendah yang pernah dicatat Emerson dalam jajak pendapat nasionalnya sejak dimulainya masa jabatan pertama Trump, sementara 10 persen bersikap netral terhadap Trump. 

Spencer Kimball, direktur eksekutif Emerson College Polling, mencatat dalam rilisnya bahwa Trump berada di atas permukaan air di semua kelompok umur kecuali mereka yang berusia 70 tahun dan lebih tua, yang menunjukkan dia memiliki peringkat ketidaksetujuan sebesar 49 persen dan peringkat persetujuan sebesar 48 persen. 

Satu-satunya kelompok usia yang mendapat dukungan mayoritas terhadap Trump adalah mereka yang berusia 50 hingga 59 tahun, 52 persen di antaranya mengatakan mereka menyetujuinya sementara 34 persen tidak setuju.

Di antara mereka yang berusia 60 hingga 69 tahun, Trump hanya positif dengan 49 persen persetujuan dan 48 persen ketidaksetujuan. 

Sangat sedikit dari mereka yang berusia 60 tahun ke atas yang bersikap netral terhadap Trump, sementara di antara mereka yang berusia 18 hingga 29, 30 hingga 39, 40 hingga 49, dan 50 hingga 59, jumlah yang menyatakan netral berkisar antara 13 persen hingga 16 persen. 

Para pengambil jajak pendapat menemukan peningkatan signifikan dalam persentase mereka yang mengatakan negara ini sedang menuju ke arah yang benar, dengan 52 persen mengatakan demikian, dibandingkan dengan 48 persen yang mengatakan negara ini berada di jalur yang salah.

Sebuah jajak pendapat dari awal bulan ini menemukan dua pertiga mengatakan negara ini sedang menuju ke arah yang salah. 

Dikutip The Hill, Kimball mengatakan perubahan tersebut didorong oleh perubahan pandangan Partai Republik tentang arah negara dan lebih sedikitnya pemilih independen yang mengatakan negara tersebut menuju ke arah yang salah.

Sebagian kecil pemilih independen masih mengatakan negara tersebut berada di jalur yang salah, tetapi jumlah tersebut menurun dari hampir 70 persen yang mengatakan demikian awal bulan ini. 

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan berbagai sudut pandang mengenai tindakan pemerintahan Trump terkait imigrasi dan masalah tersebut secara umum.

Mayoritas tipis, 54 persen, mengatakan mereka mendukung perubahan definisi kewarganegaraan berdasarkan kelahiran sehingga anak-anak imigran tanpa status hukum permanen tidak secara otomatis diberikan kewarganegaraan, sementara 37 persen menentang dan sekitar 20 persen bersikap netral. 

Pemilih terbagi rata terkait kebijakan Trump yang membatalkan izin bagi petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai untuk memasuki area sensitif seperti sekolah dan gereja guna melakukan penggerebekan, dengan 45 persen menentang dan 42 persen mendukung. 

Namun mayoritas, 56 persen, mengatakan mereka mendukung pemberian jalur menuju kewarganegaraan bagi imigran tanpa status hukum permanen, sementara hanya 24 persen yang menentangnya. 

Jajak pendapat ini dilakukan terhadap 1.000 pemilih terdaftar dari tanggal 27 hingga 28 Januari. Interval kredibilitas, serupa dengan margin kesalahan, adalah 3 poin persentase. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved