Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulawesi Utara, BPBD Siaga Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Sulawesi Utara, Senin, 20 Januari 2025, hingga 26 Januari 2025.
BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Theodore Lumingkewas, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi instruksi yang dikeluarkan pihak berwenang.
"Kami terus melakukan antisipasi terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi. BPBD Minut tetap siaga, bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan masyarakat terlindungi," ujar Theodore saat dihubungi.
Theodore menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, SAR, BMKG, PMI, serta relawan dalam menghadapi ancaman bencana.
"Pencegahan dan penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami meminta bantuan dan partisipasi aktif dari semua stakeholder," tambahnya.
Jika terjadi bencana, masyarakat diminta untuk segera menghubungi call center 112 yang bebas biaya, atau bisa juga menghubungi call center 117.
BPBD Minut akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk merespons situasi darurat dengan cepat dan tepat.
Theodore juga mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai dan pinggiran pantai untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam.
"Kami mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana segera mempersiapkan diri dan menghindari lokasi yang berisiko tinggi," katanya.
Selain itu, nelayan diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya, terutama saat cuaca buruk.
"Kami minta nelayan untuk sementara waktu tidak melaut dan memperhatikan tinggi gelombang laut yang berbahaya," ujar Theodore.
Bagi para petani yang bekerja di luar ruangan, Theodore mengingatkan agar segera berlindung di tempat yang aman saat hujan deras terjadi, guna menghindari risiko petir dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rawan roboh, terutama saat cuaca buruk datang.
Pengendara juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kaban-BPBD-Minut-jku890.jpg)