Manado Sulawesi Utara
Kondisi Stadion Klabat Manado, Dulu Angker Kini Mati Suri dan Merana
Nama Stadion Klabat Manado begitu tersohor. Stadion di bilangan Ranotana Manado ini dulu dikenal angker.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Stadion Klabat Manado begitu tersohor.
Stadion di bilangan Ranotana Manado ini dulu dikenal angker. Klabat adalah homebase (markas, kandang) dari Persma Manado.
Era pertengahan 90-an hingga 2000-an awal, Persma yang berjuluk Badai Biru berlaga di pentas tertinggi sepakbola Nasional, Liga Indonesia.
Persma eksis dari Liga Dunhill, Liga Kansas hingga Liga Indonesia.
Setiap tim tamu yang bertandang ke Klabat gentar duluan. Klabat dikenal angker. Menjadi kuburan bagi tim-tim tamu. Itu semua karena ketangguhan Persma.
Klabat selalu dipadati puluhan ribu penggemar setiap Badai Biru main kandang.
Nama Klabat redup seiring terjerembabnya Persma ke Divisi II Liga Indonesia pada 2001.
Nama Klabat kembali bergema pada tahun 2011 seiring munculnya nama Manado United dalam pentas Liga Primer Indonesia (LPI).
Sayang euforia itu hanya setahun seiring bubarnya LPI besutan Arifin Panigoro. LPI bubar karena imbas dari kisruh PSSI.
Komite Normalisasi (KN) PSSI yang ditunjuk FIFA memutuskan tidak mengakui LPI sebagai liga yang berjalan tidak di bawah pengawasan PSSI.
Klabat kembali senyap. Bertahun-tahun sunyi tanpa gelaran laga kompetisi liga kasta tertinggi Nusantara.
Senyum penggila bola Sulawesi Utara, khususnya Manado kembali lebar ketika tim asal Bogor, Jawa Barat, Bogor FC memilih Manado sebagai homebase untuk Liga 2.
Bogor FC hijrah ke Klabat dan berganti nama Sulut United FC sejak musim 2019.
Sejak itu, hampir saban bulan Klabat selalu ramai. Sejak pra kompetisi, selalu dipenuhi fans Sulut United. Apalagi ketika tim berjuluk Gorango Utara menjamu lawannya.
Kurang lebih empat tahun selalu riuh, mimpi buruk itu datang lagi. Sulut United sial, degradasi ke Liga 3 pada awal 2024. Klabat kembali sunyi senyap.
| Usai Libur Lebaran, Pantai Karangria Manado Ramai Pengunjung, Ada yang Datang untuk Terapi Penyakit |
|
|---|
| Imbas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat di Manado, Warga Terpaksa Masak Pakai Kayu Bakar dan Kompor Listrik |
|
|---|
| Perayaan Kelahiran Hok Tek Cin Sin di Manado Berlangsung Khusyuk, Ho Marinka Doakan Berkah Sulut |
|
|---|
| Perayaan Hari Lahir Hok Tek Cin Sin di Manado Berlangsung Khusyuk, Umat Sembahyang di Depan Altar |
|
|---|
| Nyepi dan Idul Fitri Bersamaan, Richard Sualang: Penuh Toleransi, Kita Bersyukur Tinggal di Manado |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Stadion-Klabat-Manado-yang-dulunya-angkejhljllkjl.jpg)