Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Kondisi Stadion Klabat Manado, Dulu Angker Kini Mati Suri dan Merana

Nama Stadion Klabat Manado begitu tersohor. Stadion di bilangan Ranotana Manado ini dulu dikenal angker.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Fernando Lumowa/Tribun Manado
Stadion Klabat Manado yang dulunya angker kini merana karena tak ada laga kompetisi resmi digelar. Foto diambil Rabu 15 Januari 2025. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Stadion Klabat Manado begitu tersohor. 

Stadion di bilangan Ranotana Manado ini dulu dikenal angker. Klabat adalah homebase (markas, kandang) dari Persma Manado

Era pertengahan 90-an hingga 2000-an awal, Persma yang berjuluk Badai Biru berlaga di pentas tertinggi sepakbola Nasional, Liga Indonesia. 

Persma eksis dari Liga Dunhill, Liga Kansas hingga Liga Indonesia. 

Setiap tim tamu yang bertandang ke Klabat gentar duluan. Klabat dikenal angker. Menjadi kuburan bagi tim-tim tamu. Itu semua karena ketangguhan Persma. 

Klabat selalu dipadati puluhan ribu penggemar setiap Badai Biru main kandang. 

Nama Klabat redup seiring terjerembabnya Persma ke Divisi II Liga Indonesia pada 2001. 

Nama Klabat kembali bergema pada tahun 2011 seiring munculnya nama Manado United dalam pentas Liga Primer Indonesia (LPI). 

Sayang euforia itu hanya setahun seiring bubarnya LPI besutan Arifin Panigoro. LPI bubar karena imbas dari kisruh PSSI. 

Komite Normalisasi (KN) PSSI yang ditunjuk FIFA memutuskan tidak mengakui LPI sebagai liga yang berjalan tidak di bawah pengawasan PSSI. 

Klabat kembali senyap. Bertahun-tahun sunyi tanpa gelaran laga kompetisi liga kasta tertinggi Nusantara. 

Senyum penggila bola Sulawesi Utara, khususnya Manado kembali lebar ketika tim asal Bogor, Jawa Barat, Bogor FC memilih Manado sebagai homebase untuk Liga 2.

Bogor FC hijrah ke Klabat dan berganti nama Sulut United FC sejak musim 2019. 

Sejak itu, hampir saban bulan Klabat selalu ramai. Sejak pra kompetisi, selalu dipenuhi fans Sulut United. Apalagi ketika tim berjuluk Gorango Utara menjamu lawannya. 

Kurang lebih empat tahun selalu riuh, mimpi buruk itu datang lagi. Sulut United sial, degradasi ke Liga 3 pada awal 2024. Klabat kembali sunyi senyap. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved