Jalan Rusak di Mitra
Setahun Longsor, Jalan Penghubung Soyowan-Ratatotok Sulut Belum Diperbaiki, Ini Kata Pemkab Mitra
Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur penting bagi para penambang dari wilayah Tombatu yang menuju area pertambangan di Ratatotok
Penulis: Nielton Durado | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Hampir setahun sejak jalan penghubung antara Desa Soyowan dan Ratatotok, Minahasa Tenggara amblas akibat longsor.
Hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk perbaikan.
Jalan yang rusak parah ini menjadi akses utama bagi warga dari tiga desa yaitu Desa Moreah, Moreah Satu, dan Soyowan, menuju Ratatotok.
Baca juga: Tindaklanjuti Keluhan Warga, Pemkab Minut Sulawesi Utara Perbaiki 8 Titik Jalan Rusak
Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur penting bagi para penambang dari wilayah Tombatu yang menuju area pertambangan di Ratatotok.
Dari Pantauan Tribunmanado.co.id, hingga awal tahun 2025, jalan tersebut masih belum bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.
Masyarakat yang terdampak harus mencari alternatif jalan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Namun, yang menarik, masyarakat setempat tidak tinggal diam.
Dalam usaha untuk mengatasi kesulitan tersebut, mereka melaksanakan kerja bakti dan melakukan perbaikan sementara dengan cara mengecor jalan secara manual meski dengan cara yang sederhana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kabupaten Mitra Novi Legi menjelaskan, perbaikan jalan yang amblas ini membutuhkan perencanaan dan anggaran yang cukup besar.
“Setelah dilakukan peninjauan lapangan, kami mendapati bahwa longsor di jalan Soyowan memerlukan penanganan yang tidak sederhana," kata dia, Kamis 9 Januari 2025 via telepon.
"Oleh karena itu, tahun ini kami fokus pada kegiatan perencanaan terlebih dahulu," tuturnya lagi.
Ia mengatakan ditahun depan, perbaikan jalan bisa diusulkan untuk mendapatkan anggaran penanganannya.
Menurutnya, perencanaan awal ini sangat penting untuk memastikan bahwa penanganan longsor yang terjadi dapat dilakukan dengan tepat dan tidak hanya bersifat sementara.
"Perencanaan ini juga mencakup studi kelayakan yang akan memperhitungkan berbagai faktor teknis dan anggaran yang diperlukan untuk memperbaiki jalan yang amblas," sebutnya.
Masyarakat pun berharap agar pemerintah segera merealisasikan rencana perbaikan.
Mengingat pentingnya jalan tersebut untuk mobilitas dan perekonomian warga. (Nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Jalan-Penghubung-Soyowan-Ratatotok-vbfdxzfbxdf.jpg)