Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apple Bangun Pabrik di Batam: iPhone 16 Masuk Pasar Indonesia?

Apple dan pemerintah Indonesia menyepakati investasi 1 miliar dolar AS atau setara Rp 15,95 triliun bentuk pembangunan pabrik airtag di Batam. 

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
(Screenshot TikTok)
Review iPhone 16 Pro Max. Apple dan pemerintah Indonesia menyepakati investasi 1 miliar dolar AS atau setara Rp 15,95 triliun bentuk pembangunan pabrik airtag di Batam.  

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Apple dan pemerintah Indonesia menyepakati investasi 1 miliar dolar AS atau setara Rp 15,95 triliun bentuk pembangunan pabrik airtag di Batam

Pembangunan rencananya selesai awal tahun depan. Nasip iPhone 16? Apakah sudah bisa masuk Indonesia? Belum terjawab.

Demikian hasil pertemuan perwakilan Apple dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025) petang. 

"Pada intinya berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama vendor airtag itu 1 billion (miliar) dolar. Yang diharapkan nanti 65 persen dari kebutuhan airtag global itu akan dari pabrik tersebut yang akan berdiri di Batam," jelasnya. 

Pemerintah menargetkan pabrik bisa selesai awal 2026. "Bangun pabrik, manufacturing. Bertahap rencananya. Mereka sudah lihat lokasi tanahnya, tadi saya juga kasih liat lokasi tanahnya mereka. Sehingga dijadwalkan itu kalau mereka mulai, selesai early 2026 ya. Awal 2026 pabrik itu udah selesai," ungkap Rosan. 

Rencananya raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu bakal membangun pabrik lainnya. "Itu adalah jangka pertama. Karena tadi juga bicara untuk berikutnya akan diundang vendor-vendor lainnya juga. Sehingga komitmen 1 milar dolar dari Apple ini bisa terus meningkat," kata Rosan. 

"Kita harapkan vendornya tadi kalau kita bicara kan kalau kita lihat dengan Thailand itu kan lebih dari 23 vendor. Dengan Vietnam 30 vendor lebih. Nah dengan begitu, structure yang kita pakai memang sama seperti yang mereka investasi kan di negara-negara ASEAN lainnya," paparnya. 

Kata Rosan, pabrik airtag di Batam diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja. 

Ditanya soal nasib iPhone 16 yang belum bisa beredar di Indonesia lantaran belum memenuhi syarat TKDN, Rosan tidak memberikan jawaban. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved