Kaleidoskop 2024
2024 Jadi Tahun Kebangkitan Film Sulawesi Utara, Lokananta dan Mariara Sukses Naikkan Local Pride
Tak hanya bangkit untuk sekadar ada, tapi juga memberikan rona baru di dunia perfilman indonesia.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tahun 2024 merupakan kebangkitan dunia perfilman Sulawesi Utara.
Potensi dunia layar lebar yang lama mati suri bangkit lewat kehadiran sejumlah film.
Tak hanya bangkit untuk sekadar ada, tapi juga memberikan rona baru di dunia perfilman indonesia.
Menarik untuk menyimak kiprah perfilman Sulut di tahun 2025.
Apakah terus melaju mencapai langit, atau kembali ke liang kubur?
Kita semua berharap perfilman Sulut akan terus menorehkan prestasi gemilang di 2025.
Berikut dua film bernuansa Sulut yang bikin heboh di 2024:
1. Mariara
Mariara merupakan film bergenre horor thriller yang terbaru.
Film ini disebut-sebut punya nuansa yang berbeda dengan film horor sejenis serta punya dimensi yang lebih luas.
Film Mariara digarap oleh sutradara Veldy Reynold dan mendiang Jeffrey Luntungan.
Film ini menceritakan tentang kisah mistis dukun santet Mariara.
Sederet pemeran utama Mariara di antaranya, Leon Alexander, Servie Kamagi, Eric Dajoh, Mercy Lateka, dan masih banyak pemain lainnya.
Sinopsis Film Mariara
Berawal dari kisah di kampung Patemboan yang sedang berduka.

Kampung ini berduka atas kematian kepala desa Sabina yang meninggal secara tragis.
Meninggalnya Sabina ini terjadi justru saat syukuran peneguhan dirinya sebagai kepala desa terpilih.
Pengadilan desa memutuskan Marten Karengkom sebagai orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu.
Kehadiran David, pendeta muda membuat keresahan baru di Desa Patemboan.
Pendeta Edward mengecam kehadiran David yang ingin mengembalikan Marten ke Desa Patemboan.
David yang dianggap terlalu masuk jauh dalam situasi kampung Patemboan pun mengalami banyak kejadian aneh, bahkan menjadi korban dari praktik dukun santet yang bernama Mariara.
Lebih menarik lagi ketika David mendapati kalau ada banyak ibu yang meninggal saat kelahiran bayi mereka.
Dan bayi-bayi itupun menghilang entah ke mana.
2. Lokananta
Film Lokananta garapan Puguh PS Admaja tayang di bioskop pada 8 Agustus 2024.
Film Lokananta menceritakan kisah pasangan kekasih yang terjebak perbedaan agama.
Hadirnya film ini juga menjadi hadiah spesial bagi warga Sulut khususnya Minahasa Utara (Minut) karena proses syutingnya berlangsung di berbagai destinasi super prioritas di Minut.
Ada Pulau Lihaga, Camp James di Remboken, Casa Bayou, kediaman Joune Ganda, dan di Hutan Mangrove Likupang.
Deretan artis tanah air terlibat dalam film Lokananta seperti Ray Sahetapy, Syakir Daulay, Rinoa Aurora, Fiedra Azalia, dan Brian Andrew.
Ada Bupati Minut, Joune Ganda, yang juga ikut berperan.
Baca juga: Bahasa Perempuan dan Lelaki : Kenyataan Biologis atau Konstruksi Sosial ?
Baca juga: Daftar 14 Personel Polres Boltim Sulawesi Utara yang Naik Pangkat
Film ini juga menampilkan kearifan lokal Sulut, sekaligus mengangkat musik tradisional Indonesia, Kolintang.
"Film Lokananta adalah salah satu bentuk support dari kami untuk mendukung program Kolintang Goes to UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang saat ini telah terdaftar dan akan disahkan oleh UNESCO," kata Puguh dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Sementara Executive Produser, Aji Fauzi, mengungkapkan bahwa film ini dapat menjadi warisan untuk keindahan yang ada di Sulawesi Utara.
"Keindahan pantai di Likupang bahkan alat musik Kolintang bisa menjadi kekayaan sendiri yang dimiliki oleh Minahasa Utara. Ini juga menjadi peluang untuk Minahasa Utara go to international,” ujarnya.
Lokananta tidak hanya tayang di bioskop tanah air melainkan juga di negara Asia lainnya, salah satunya Malaysia.
Joune Ganda sangat mengapresiasi film tersebut.
“Ini menjadi media kita mempromosikan keindahan alam, kearifan lokal, dan toleransi yang tinggi di Sulawesi Utara. Kami sangat mengapresiasi dan membantu kelancaran proses syuting disini. Intinya kami mohon doa restu dari masyarakat,” tutupnya.
Lokananta adalah film bergenre drama yang mengusung mengenai nilai-nilai toleransi beragama, budaya, cinta, dan nilai-nilai luhur lainnya untuk generasi bangsa.
Musik dalam film ini digarap oleh Dwiki Dharmawan dan Maestro Kolintang, Ferdinand Soputan.
Film Lokananta berkisah tentang cinta Loka dan Ananta yang terhalang karena iman yang berbeda, cinta yang susah-payah mereka perjuangkan, karena keyakinan yang berbeda.
Akan tetapi keduanya menyadari bahwa bukan keyakinan iman yang menyatukan mereka, namun musik yang menyatukan mereka.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Catatan Akhir Tahun Tribun Manado: Penabrak Riyo Noor Tak Kunjung Terungkap, Fenomenal Menangnya YSK |
![]() |
---|
Kaleidoskop Ekonomi Sulut Tahun 2024, Daging Babi Mahal hingga Listrik Padam Lebih dari 30 Jam |
![]() |
---|
Kaleidoskop Politik Kotamobagu 2024: PDIP Menang di Pileg tapi Kalah di Pilkada |
![]() |
---|
Rolling Pejabat Pemprov Sulut Sepanjang 2024, 11 Eselon 2 Jadi Kepala Daerah, Pejabat Teras Mundur |
![]() |
---|
Kaleidoskop 2024: Deretan Peristiwa yang Menyita Perhatian di Kotamobagu Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.