Kecelakaan di Manado
71 Korban Meninggal Lakalantas di Manado, Lebih Banyak Dibanding 2023
Polresta Manado mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas sejak Januari sebanyak 669 kasus. Sebanyak 71 orang meninggal dunia.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
MANADO, TRIBUN - Hingga jelang berakhirnya tahun 2024, Polresta Manado mencatat jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sejak Januari sebanyak 669 kasus.
Dari jumlah itu, sebanyak 71 orang meninggal dunia.
Hal itu diungkapkan Kapolresta Manado Kombes Julianto Sirait dalam rilis akhir tahun 2024 di Mapolresta Manado, Jumat (27/12/2024).
Ia menyebut, dibanding 2023, jumlah lakalantas pada tahun ini menurun.
Pada 2023, tercatat jumlah lakalantas 704. Sementara korban meninggal tercatat 67 orang.
Adapun korban luka berat pada tahun ini tercatat 5 orang, berbanding 38 orang pada 2023.
Dari sisi kerugian materil, tercatat total Rp1,07 miliar pada tahun ini. Sementara pada 2023, total kerugian materil Rp1,17 miliar.
Dua kasus lakalantas menonjol di Kota Manado, pertama, kecelakaan minibus yang membawa sejumlah murid SD GPdI Berea Mapanget pada 17 September lalu. Saat itu, ada dua anak meninggal dunia, sementara 7 anak lainnya luka-luka.
Minibus tersebut sering mengantar jemput para siswa yang berdomisili di wilayah Perumahan Griya Paniki Indah (GPI).
Lakalantas tugggal tersebut terjadi di jalan penghubung GPI dan Ringroad 2.
Polisi telah menetapkan sopir minibus sebagai tersangka.
Peristiwa kedua pada 6 September. Mobil Honda Brio mengalami lakalantas di Jalan Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 07.30 Wita.
Dari 6 penumpang, 2 di antaranya meninggal dunia.
Julianto mengatakan, dari jumlah kasus ini ia meminta jajaran Satlantas Polresta Manado untuk terus memberikan sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Pihak Satlantas harus terus turun ke jalan dan menyampaikan pesan ini kepada masyarakat. Kita tertibkan dan kita harus terus mengingatkan," tekannya.
Baca juga: Lebih Banyak dari Tahun Lalu ini Perbandingan Kasus Narkoba di Manado 2023-2024, Jumlah Tersangka 85
Narkoba
Satresnarkoba Polresta Manado juga melaporkan data penanganan kasus selama 2024.
Dalam laporan tersebut disampaikan tahun ini ada peningkatan kasus dibanding 2023.
Tahun 2024 tercatat ada 80 kasus, sementara pada 2023 ada 61 kasus.
Dari jumlah tersangka, pada tahun ini ada 85 orang, meningkat dibanding pada 2023 yang tercatat 70 orang.
Jumlah barang bukti, khususnya ganja disita 50 gram. Jumlah ini turun dibanding pada 2023 yang tercatat 773,52 gram.
Penanganan kasus narkoba juga dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara.
Pada bidang pemberantasan, tahun ini ditargetkan 10 laporan kasus narkotika (LKN).
Realitasnya, tercatat 11 LKN dengan 15 berkas dan 17 orang tersangka terdiri 14 pria dan tiga wanita.
Sementara barang bukti diamankan ganja 710,03 gram dan sabu 7, 23 gram.
Kepala BNNP Sulut Brigjen Pitra Ratulangi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penguatan-penguatan dengan instansi terkait diantaranya dengan RRI melalui penyebaran informasi bahaya narkoba.
"Kita sudah kerjasama dengan pihak Angkasa Pura, Pemerintah Provinsi Sulut dan Polda Sulut, dengan melatih dan mengukuhkan Laskar Perangi Narkoba," jelasnya, Minggu (29/12/2024)
Ratulangi mengatakan, tugas pokok instansi tersebut dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
"Berbagai program dilakukan dalam pencegahan, pemberantasan sampai dengan rehabilitasi. Semua ini untuk mengatasi semua permasalahan penyalahgunaan Narkotika di Sulut," katanya.
Pitra mengatakan, selama 2024 berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam upaya pencegahan. Misalnya diseminasi informasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat.
Selain itu personel BNNP maupun Badan Narkotika Nasional Kabupaten dan Kota (BNNK) turun ke sekolah-sekolah kampus-kampus, kelompok masyarakat instansi pemerintah dalam memberikan diseminasi informasi tentang bahaya narkoba.
Kemudian diseminasi informasi di media sosial dengan sebarkan lewat konten-konten.
"Jadi kalau kita total pesan -pesan tentang bahaya narkoba telah menjangkau 1.905.061 orang," katanya.
Kemudian, pihaknya sudah melaksanakan pencegahan melalui tes urine untuk mendeteksi adanya penyalahgunaan narkoba di salah satu lokasi atau kelompok.
Selama 2024, tes urine menjangkau sekitar 1.333 orang dengan jumlah 31 kegiatan.
Sementara untuk rehabilitasi, pada 2024 BNNP Sulut jajaran menargetkan rehabilitasi terhadap 662 orang terkontaminasi narkoba.
Namun dalam pelaksanaannya mencapai 983 orang, baik Manado, Sangihe, Bitung Kotamobagu, maupun dari daerah lainnya di Sulut.
Rehabilitasi tersebut dilaksanakan rawat jalan, inap, termasuk dengan intervensi berbasis masyarakat atau IBM, yang dilakukan agen-agen pemulihan yang berada di desa-desa tertentu.
"Tahun ini sebanyak 200 orang, yang diambil dari desa-desa yang kategori rawan narkoba," jelasnya.
(Tribun Manado/ren/max)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Arie Lasut Manado Sulut Tadi Malam, Tertabrak Truk Kontainer |
![]() |
---|
Identitas Nama Korban Meninggal Kecelakaan di Jalan Arie Lasut Manado Sulut Tadi Malam |
![]() |
---|
Pria Tewas Kecelakaan di Jalan Utama Arie Lasut Singkil Manado, Korban Terlindas Truk Kontainer |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut di Ternate Tanjung Manado Sulawesi Utara, Seorang Pemotor Meninggal Tertabrak Truk |
![]() |
---|
Breaking News: Mobil Terbalik di Depan RS Pancaran Kasih Manado, Videonya Beredar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.