Natal di Minahasa
Cuaca Buruk Ganggu Tradisi Pasiar Natal di Minahasa Sulut
Hari ini, Kamis (26/12/2024) siang, suasana desa terpantau sepi. Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Tumaratas sejak pagi
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Alpen Martinus
Minahasa,TRIBUNMANADO.CO.ID – Tradisi pasiar atau mengunjungi rumah kerabat pada H+1 Natal yang biasanya ramai di Desa Tumaratas, Minahasa, terlihat berbeda.
Hari ini, Kamis (26/12/2024) siang, suasana desa terpantau sepi.
Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Tumaratas sejak pagi menjadi alasan utama.
Baca juga: Naik Bendi Saat Natal, Tradisi Unik di Kampung Ibu Presiden RI Prabowo Subianto, Langowan, Sulut
Jalan raya desa yang biasanya ramai dengan aktivitas warga tampak lengang.
Bahkan, banyak rumah memilih menutup pintu.
Karel warga Tumaratas mengungkapkan kekecewaannya karena rencana untuk mengunjungi keluarga terpaksa dibatalkan.
"Mau bagaimana lagi, hujan terus dari pagi. Apalagi saya cuma pakai motor," ujarnya saat ditemui.
Hingga pukul 14.10 WITA, hujan masih terus turun di Desa Tumaratas dan sekitarnya.
Kondisi ini membuat tradisi pasiar khas pasca-Natal di desa tersebut tidak dapat dilaksanakan. (Pet)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Desa-Tumaratas-fbrndn.jpg)