Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Negara Arab Protes Israel Duduki Dataran Tinggi Golan di Suriah

Negara-negara Arab seperti Qatar, Irak, Arab Saudi, dan Iran protes perampasan tanah oleh Israel di Suriah dekat Dataran Tinggi Golan.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Tentara Israel berkumpul di dekat garis gencatan senjata antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Negara-negara Arab seperti Qatar, Irak, Arab Saudi, dan Iran protes perampasan tanah oleh Israel di Suriah dekat Dataran Tinggi Golan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Damaskus - Negara-negara Arab seperti Qatar, Irak, Arab Saudi, dan Iran protes perampasan tanah oleh Israel di Suriah dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki sementara militer Israeli.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pada hari Senin bahwa Doha menganggap serangan Israel tersebut sebagai "perkembangan yang berbahaya dan serangan terang-terangan terhadap kedaulatan dan persatuan Suriah serta pelanggaran hukum internasional yang mencolok".

“Kebijakan memaksakan keadaan yang sudah terjadi yang ditempuh oleh pendudukan Israel, termasuk upayanya untuk menduduki wilayah Suriah, akan membawa kawasan itu ke dalam kekerasan dan ketegangan lebih lanjut,” imbuhnya.

Israel mulai menyerang Suriah setelah oposisi bersenjata di negara itu menggulingkan pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad pada Minggu pagi.

Arab Saudi mengecam tindakan Israel pada Senin, dengan mengatakan bahwa tindakan itu mengonfirmasi “pelanggaran Israel yang berkelanjutan terhadap aturan hukum internasional dan tekadnya untuk menyabotase peluang Suriah dalam memulihkan keamanan, stabilitas, dan integritas teritorialnya”.

Kementerian Luar Negeri Kerajaan juga meminta masyarakat internasional untuk mengecam kampanye Israel, dengan menekankan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Arab yang diduduki.

Baghdad menyuarakan kritik tersebut, dengan mengatakan Israel telah melakukan "pelanggaran berat menurut hukum internasional".

Irak "menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas Suriah dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan tanggung jawabnya dan mengutuk agresi ini ... dan mengakhirinya," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Irak.

Iran juga mengutuk serangan Israel sebagai "pelanggaran" hukum. "Agresi ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Senin malam.

Pada hari Minggu, Israel segera bergerak dan merebut zona penyangga yang memisahkan Dataran Tinggi Golan yang diduduki dari wilayah yang dikuasai Suriah. Militer Israel juga memperingatkan warga Suriah yang tinggal di lima desa dekat wilayah strategis tersebut untuk "tinggal di rumah".

Israel menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan pada tahun 1967 dan secara ilegal mencaplok wilayah tersebut pada tahun 1981.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia memerintahkan pasukan Israel untuk merebut zona penyangga tersebut, yang ditetapkan dalam gencatan senjata tahun 1974 dengan Suriah, tak lama setelah al-Assad digulingkan.

Berbicara kepada wartawan pada hari Senin, Netanyahu mengatakan bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki akan tetap menjadi milik Israel "selamanya".

Ia juga berterima kasih kepada Presiden terpilih AS Donald Trump karena mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut selama masa jabatan pertamanya. Hukum internasional secara tegas melarang perolehan tanah dengan paksa.

Netanyahu mengatakan jatuhnya al-Assad adalah "akibat langsung dari pukulan keras yang telah kami berikan kepada Hamas, Hizbullah, dan Iran", menurut surat kabar Israel Haaretz.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved