Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Mazmur 72:7-8, Keadilan dan Damai Sejahtera
Selain itu, rasa keadilan yang seadil-adilnya selalu menjadi kerinduan masyarakat bahkan semua stakeholder dalam suatu sistem kebangsaan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Itulah doa raja Salomo. Dia berdoa kepada Tuhan dan berharap bahwa raja akan menjadi lokomotif sekaligus teladan dalam membangun kehidupan yang berkeadilan dalam segala hal.
Di zaman kepemimpinan raja Israel, hal keadilan harus terus berkembang dan mendatangkan rasa nyaman bagi rakyatnya.
Raja harus bertindak adil dalam segala hal, sehingga hati rakyat bersukacita karena mereka mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang sama dari raja.
Hal ini didoakan oleh Salomo agar terus berkembang dan terpelihara dalam kepemimpinan raja seterusnya dan selamanya.
Sebab jika raja mempertahankan keadilan yang seadil-adilnya dalam tindakan nyata, maka hal ini pasti akan mendatangkan damai sejahtera melimpah.
Mengapa? Karena mereka memiliki hak hidup yang sama dengan yang lain sehingga mereka semua bisa mengekspresikan karya dan kerjanya dengan baik yang pasti mendatangkan kebaikan baik bagi dirinya sendiri, bangsanya maupun bagi raja.
Sukacita dan damai sejahtera melimpah, itulah yang akhirnya akan mereka nikmati dan rasakan dalam hidup mereka sebagai satu bangsa.
Jika kehidupan umat sudah terjamin oleh rasa keadilan, maka selanjutnya raja akan diberkati. Kerajaan maupun kekuasaannya diberkati oleh Tuhan menjadi besar dan menjadi berkat bagi segala bangsa di muka bumi ini.
Oleh kepribadian raja yang bijaksana dalam keadilannya itu, Salomo yakin kerajaan Israel akan mencapai ketenarannya dengan menguasai wilayah pemerintahan dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Demikianlah doa Salomo bagi kepemimpinan raja, sehingga benar-benar raja Israel selain menjadi berkat bagi bangsanya dan bangsa-bangsa lain, juga terutama menjadi kemuliaan dan keagungan nama Tuhan, karena bangsa ini selalu mendasari segala sesuatunya di dalam Tuhan Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!" (ay 7-8)
Hidup jujur dan adil, menjadi dambaan semua orang. Kunci keberhasilan dalam suatu organisasi, termasuk pemerintah adalah keadilan.
Keadilan berarti kita hidup sesuai hukum yang berlaku dan tidak memihak ataupun merugikan orang lain. Tapi berlaku adil.
Hal yang terpenting dalam "keadilan" adalah memulainya dari diri kita sendiri. Sudahkan kita berlaku adil pada diri kita di hadapan Tuhan?
| Renungan Harian Kristen Selasa 28 April 2026, 1 Yohanes 3:13, Jangan Heran Jika Dunia Membenci Kamu |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Selasa 28 April 2026, 1 Yohanes 3:12, Racun Iri Hati |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Senin 27 April 2026, 1 Yohanes 3:12, Jangan Seperti Kain |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan 27 April 2026, 1 Yohanes 3:11, Bukan Tren Baru Tapi Perintah Mula-mula |
|
|---|
| Renungan Malam Mazmur 118:14, Tuhan Kekuatan dan Nyanyianku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Yoel-223-24.jpg)