Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kotamobagu Sulawesi Utara

BPBD Kotamobagu Catat Kejadian Bencana Alam Tiga Bulan Terakhir, Ada Pembatas Jalan Jebol

Sementara itu, kejadian longsor terjadi di Motoboi, termasuk jebolnya pembatas jalan di dua lokasi.

Ist
Plt Kaban BPBD Kotamobagu, Asriyanti 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) mencatat adanya peningkatan kejadian bencana alam dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala BPBD Kotamobagu, Asriyanti, mengungkapkan bahwa selama dua hingga tiga bulan terakhir, tercatat setidaknya ada kejadian pohon tumbang serta dua insiden longsor yang mengganggu akses jalan.

“Dua hingga tiga bulan ini, kalau tidak salah, ada 5-6 kejadian pohon tumbang dan dua jalan longsor,” kata Asriyanti kepada Tribunmanado.co.id, Senin (2/12/2024).

Baca juga: Sulawesi Utara Potensi Gempa Megathrust, BPBD Kotamobagu Bakal Perbanyak Pelatihan Mandiri

Ia merinci lokasi kejadian pohon tumbang meliputi Kelurahan Motoboi, Biga, Sia (dua titik), dan Kelurahan Kotamobagu tepatnya di depan kantor Polres Kotamobagu.

Sementara itu, kejadian longsor terjadi di Motoboi, termasuk jebolnya pembatas jalan di dua lokasi.

Ia juga mengungkapkan bila BPBD Kotamobagu terus berupaya melakukan mitigasi bencana dengan memanfaatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“BPBD selalu menerima data atau info perkembangan cuaca dari BMKG. Jika data yang dikirim menunjukkan Kotamobagu masuk dalam peringatan dini, kami menyampaikan peringatan kepada masyarakat melalui grup WhatsApp dan memberikan imbauan untuk lebih waspada,” ucapnya.

Asriyanti kemudiam apresiasi terhadap respons cepat masyarakat dan aparat yang melaporkan setiap kejadian bencana.

“Alhamdulillah, aparat dan masyarakat cepat melaporkan jika terjadi bencana, jadi kami bisa bertindak cepat,” tuturnya.

Di akhir pembicaraan, ia mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada, terutama selama musim penghujan, dan segera melaporkan kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan ke BPBD atau pihak berwenang setempat.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved