Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Jelang Natal, Penjual Gorden di Kawasan 45 Manado Mulai Ramai

Salah satu pemandangan unik terlihat di area Pasar 45, Kecamatan Wenang, tepatnya di sekitar gedung bioskop Presiden lama. 

Tayang:
Petrick/Tribun Manado
Penjual Gorden Saat Melayani Pembeli di Pasar 45 Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Memasuki bulan Desember, suasana di Kota Manado, Sulawesi Utara mulai tercium aroma persiapan Natal

Salah satu pemandangan unik terlihat di area Pasar 45, Kecamatan Wenang, tepatnya di sekitar gedung bioskop Presiden lama. 

Amatan dilokasi, Jumat (29/11/2024), para penjual gorden memenuhi tempat ini, membawa aneka pilihan kain untuk menghias rumah jelang perayaan.

Tenda-tenda sederhana berjejer di emperan, dengan gorden berwarna-warni yang tergantung rapi atau tertata di atas meja. 

Suasana cukup ramai, baik dari penjual yang sibuk menyapa calon pembeli maupun pengunjung yang asyik memilih kain sesuai kebutuhan mereka. 

Dengan senyum ramah, para pedagang mempromosikan dagangan mereka.

"Mari ka, gorden jendela," ujar salah satu penjual dengan antusias. "Mari lihat-lihat dulu," sahut pedagang lainnya, menambah suasana akrab di tempat itu.

Ada juga beberapa penjual yang mengamati para pejalan kaki yang melintas di depan tempat mereka.

Salah satu pedagang, Coki, berbagi cerita tentang usaha gorden yang ia tekuni. 

Menurutnya, harga kain yang ditawarkan, bervariasi tergantung kualitas dan ukuran. 

"Kalau kain polos Rp 80 ribu, itu saya jahit sendiri. Ada juga yang Rp 125 ribu untuk ukuran lebih besar, dan yang ini Rp 180 ribu karena kain impor," ujarnya sambil menunjukkan salah satu kain bermerek Black Out.

Meskipun suasana terlihat ramai, Coki mengungkapkan bahwa penjualan jelang Natal belum menunjukkan lonjakan signifikan. 

"Sekarang masih normal saja, pendapatan kotor sekitar Rp 1-3 jutaan. Biasanya mulai naik di awal Desember," katanya.

Ia pun bercerita bahwa jika penjualan ramai, keuntungannya bisa mencapai belasan juta rupiah. 

Namun, usaha ini tak selalu mulus. "Kalau ramai yang beli, pasti untung. Tapi kalau sepi pembeli, itu dukanya," tambahnya dengan nada berat.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved