Elon Musk Menjadi Orang Terkaya Sepanjang Sejarah
Elon Musk meraih gelar baru dengan nilai kekayaan bersih lebih dari 334,3 miliar dolar setara Rp 5.014 triliun.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Pengusaha teknologi, Elon Musk meraih gelar baru dengan nilai kekayaan bersih lebih dari 334,3 miliar dolar setara Rp 5.014 triliun (kurs Rp 15 ribu per dolar).
Kekayaan Elon Musk diperkirakan meningkat setelah kemenangan Pilpres AS Donald Trump. Musk menjadi pendukung utama Trump pada election 2024.
Dikutip YNet, Musk telah memecahkan rekor bersejarah, menjadi orang terkaya sepanjang sejarah dengan estimasi kekayaan bersih sebesar 334,3 miliar dolar, Forbes melaporkan pada hari Minggu.
Kekayaan Musk melonjak sebesar 70 miliar dolar hanya dalam 20 hari — angka yang melampaui PDB tahunan beberapa negara.
Kenaikan yang sangat cepat ini disebabkan oleh beberapa perkembangan penting. Saham Tesla naik 3,8 dolar, mencapai titik tertinggi dalam tiga setengah tahun sebesar 352,56 dolar per saham.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan kecerdasan buatan Musk, xAI, telah mencapai valuasi 50 miliar dolar, dengan Musk memegang 60 persen saham.
Faktor utama lain yang berkontribusi terhadap peningkatan kekayaan Musk adalah kemenangan pemilihan Presiden terpilih AS Donald Trump.
Musk, yang menyumbangkan ratusan juta dolar untuk kampanye Trump, diperkirakan akan diangkat menjadi ketua "Departemen Efisiensi Pemerintah" (DOGE), sebuah peran yang bertujuan untuk mengurangi birokrasi di lembaga-lembaga AS.
Analis Wall Street memperkirakan Tesla akan mendapat manfaat signifikan dari keringanan regulasi di bawah pemerintahan Trump, khususnya mengenai program kendaraan otonomnya.
Kekayaan bersih Musk diproyeksikan akan meningkat lebih jauh dengan putaran investasi mendatang di SpaceX , yang dapat meningkatkan valuasi perusahaan menjadi 250 miliar dolar.
Kesenjangan antara Musk dan Larry Ellison, orang terkaya kedua di dunia, saat ini mencapai lebih dari 80 miliar dolar.
Sumber kekayaan utama Musk meliputi 13 persen saham Tesla (bernilai 145 miliar dolar), 42 persen saham SpaceX (bernilai 88 miliar dolar), dan saham di perusahaan lain seperti X (sebelumnya Twitter) dan Neuralink.
Ia juga memegang 9 persen saham tambahan di Tesla, yang saat ini sedang dalam proses banding hukum di pengadilan Delaware. (Tribun)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.