Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan di Manado

Penyebab Kecelakaan Kontainer di Manado Hari ini, Sopir Diduga Mengantuk Lalu Tabrak Rumah Warga

Semetara info yang didapat dari lokasi kejadian, kata warga sekitar, sopir diduga saat kejadian dalam kondisi mengantuk.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Facebook Tribun Manado
Penyebab Kecelakaan Kontainer di Manado Hari ini, Sopir Diduga Mengantuk Lalu Tabrak Rumah Warga 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Kecelakaan lalulintas terjadi si Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ) hari ini Jumat 15 November 2024.

Sebuah kontainer dengan plat nomor L 9764 UJ terlibat kecelakaan berujung maut.

Kabarnya sopir pengemudi kontainer meninggal dunia.

Info yang didapat, kejadian ini terjadi pada pukul 05.15 Wita, Jumat (15/11/2024)

Truk kontainer pagi itu dari arah Tikala menuju jalur Toar Makeret dan melewati lampu merah teling.

Saat melewati lampu merah, truk kemudian menabrak pohon dan oleng ke kiri jalan.

Yang kemudian truk tersebut menabrak rumah yang berada di pinggir jalan besar tersebut.

Menurut keterangan pemilik rumah yang ditabrak truk kontainer, sopir meninggal dunia.

Semetara info yang didapat dari lokasi kejadian, kata warga sekitar, sopir diduga saat kejadian dalam kondisi mengantuk.

Diberitakan sebelumnya, kalau kecelakaan terjadi di perempatan lampu merah teling, Kota Manado Sulut.

Dari foto-foto dan video yang beredar di media sosial tampak sebuah kontainer berwarna biru ditutupi banyak rumput.

Diduga rumput tersebut adalah ranting pohon di sekitar kejadian.

Dalam video  juga terlihat kalau bagian depan dari truk kontainer itu masuk ke halaman rumah yang ada di pinggir jalan.

Orang-orang di sekitar berkumpul menyaksikan kondisi rumah dan kontainer.

Breaking News - Mobil Kontainer Tabrak Rumah Warga di Manado Pagi ini Jumat 15 November 2024
Breaking News - Mobil Kontainer Tabrak Rumah Warga di Manado Pagi ini Jumat 15 November 2024 (HO Facebook)

Lalulintas juga terjadi kemacetan.

"Iya kejadian tadi pagi di perempatan lampu merah teling," kata Vera pengguna jalan yang lewat di lokasi kejadian.

Hingga saat ini TRIBUNMANADO.CO.ID masih mencari tahu penyebab kejadian versi keterangan polisi serta identitas dari pengemudi.

Belum diketahui juga berapa banyak kerugian yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.

6 tips aman berkendara di jalan

Berikut yang Kompas.com rangkum 6 tips aman berkendara di jalan agar tidak mengalami kecelakaan: 

1. Cek kondisi kendaraan

Hal paling penting yang pertama harus dilakukan pengemudi, kata Sani, adalah memastikan kendaraan yang dibawa memang dalam keadaan yang prima. 

Tidak hanya sebelum perjalanan jauh antarkota atau antarprovinsi, kendaraan sebaiknya memang diperiksa secara rutin dan berkala, agar saat terjadi sesuatu bisa segera diatasi.

"Pastikan kendaraan yg digunakan dalam keadaan baik, lakukan pemeriksaan rutin kendaraan agar tidak terjadi mogok di tengah jalan tol," ujar Sani. 

2. Jaga kesehatan tubuh

Tidak hanya kondisi mobil, Sani berpesan agar pengemudi juga memiliki tubuh yang sehat dan bugar saat mengemudi.

Pasalnya, mengemudi sebenarnya merupakan aktivitas yang tidak mudah dan membutuhkan energi serta konsentrasi maksimal. 

"Siapkan fisik yang sehat karena saat berkendara di jalan tol, kita membutuhkan konsentrasi dan fokus agar tidak terjadi microsleep saat berkendara yang membuat bahaya diri kita," ujarnya.

Selain itu, pengemudi juga wajib berkonsentrasi terhadap jalanan di depan dan belakangnya, sehingga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas lain, seperti menelpon atau bermain ponsel. 

3. Pelajari rute jalan

Hal lain yang harus dilakukan agar mengemudi secara aman dan nyaman adalah mempelajari rute yang dituju.

Jika terlewat, risikonya adalah perjalanan menjadi lebih jauh karena tidak bisa langsung memutar.

Bahkan lebih buruk lagi, pengemudi lepas kendali dan tiba-tiba memotong atau mengambil jalur yang sebelumnya tidak dipersiapkan, sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan. 

4. Jaga jarak aman

Sani menegaskan, hal penting yang harus diperhatikan adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan tidak mengemudi secara zig-zag. 

"Jaga jarak aman dengan kendaraan lain dan jangan berkendara secara zig-zag karena dapat membahayakan kita dan orang lain," jelasnya. 

Untuk jarak aman, sebaiknya ada minimal jeda sekitar tiga detik dengan kendaraan di depan, sebagai batas jarak aman bagi seorang pengemudi bisa reflek menghindar dari kecelakaan yang terjadi di hadapannya.

5. Beristirahat

Jika sudah menempuh perjalanan jauh antarkota atau antarprovinsi, pengemudi sebaiknya menepi sejenak di tempat pemberhentian seperti rest area, untuk mengisi energi.

Waktu istirahat yang disarankan ketika berkendara adalah setiap empat jam sekali agar tubuh tidak kelelahan. 

"Istirahatlah setiap menempuh perjalanan, maksimal empat jam agar tubuh tetap fit," ujar Sani. 

6. Kurangi kecepatan

Terakhir, Sani berpesan agar pengemudi bisa mengurangi kecepatan saat menghadapi kabut atau asap yang mungkin saja muncul di jalan tol tertentu. Apalagi, misalnya kondisi sedang gelap dan cuaca hujan atau sangat dingin. 

"Kurangi kecepatan apabila rute yg dilalui tertutup kabut atau asap yang ada di sepanjang jalan untuk menghindari tabrakan beruntun," pungkasnya. 

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved