Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer Sulawesi Utara

3 Berita Populer Sulut: Petani Cengkih Bahagia, Pemprov Beri Keringanan Pajak, Kesedihan Cagub YSK

Simak 3 berita populer Sulut edisi hari Selasa 12 November 2024. Petani Cengkih Bahagia, Pemprov Beri Keringanan Pajak dan Cerita Kesedihan Cagub YSK.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Dok. Tirbun Manado/Kolase
3 Berita Populer Sulut: Petani Cengkih Bahagia, Pemprov Beri Keringanan Pajak, Kesedihan Cagub Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut 3 berita populer di Sulawesi Utara (Sulut) yang saat ini menjadi sorotan.

Mulai dari petani cengkih yang merasa senang karena kenaikan harga kiloannya.

Kemudian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut memberikan keringanan pajak.

Dan terakhir, curahan hati Cagub Sulut Yulius Selvianus Komaling (YSK) mengenang masa lalu yang mengundang kesedihan.

Simak selengkapnya 3 berita populer Sulut yang dirangkum TribunManado.co.id, Selasa (12/11/2024), sebagai berikut :

1. Harga Cengkih Naik, Petani Bahagia

Harga cengkih di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kembali naik. 

Pantauan, Tribunmanado.co.id, di salah satu tempat pengepul cengkih di Tondano, Senin (11/11/2024) kemarin, harga cengkih kini tembus Rp 105.000 per Kilogram.

Kenaikan harga cengkih kali ini membawa angin segar bagi para petani cengkih di Minahasa.

Salah satunya Vincent, petani cengkih asal Tombulu, Minahasa saat dimintai tanggapan Tribunmanado.co.id.

Vincent mengaku senang dengan naiknya harga cengkih tersebut. 

"Ini yang kami nantikan, harga cengkih bisa menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram," kata Vincen kepada Tribunmanado.co.id, Senin (11/11/2024).

Harga cengkih di Sulawesi Utara.
Harga cengkih di Sulawesi Utara. (Petrick/Tribun Manado)

Menurut Vincent, kenaikan harga cengkih ini sudah membuat para petani puas.

"Ya, puas dengan naiknya harga cengkih, setidaknya bisa menutupi biaya operasional lainnya," ujarnya.

Senada dengan Vincent, petani cengkih bernama Jemmy, asal Kecamatan Eris, juga ikut senang dengan naiknya harga cengkih ini. 

"Waktu lalu sempat kesulitan karena harga cengkih anjlok, tapi untuk sekarang bersyukur bisa naik lagi," ungkap Jemmy.

Menurut Jemmy, naiknya harga cengkih ini bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarganya dan biaya lain yang dikeluarkan.

Kendati begitu, Walau sudah diangka Rp 105.000 ribu per kilogram, para petani berharap harga cengkih ini terus naik.

"Ya, mudah-mudahan harga cengkih ini bisa terus naik," harap para Petani Cengkih.

2. Pemprov Sulut Berikan Keringanan Pajak

Kabar baik bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 

Dikabarkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut memberikan keringanan pajak.

Keringanan pajak ini akan berlaku mulai 11 November 2024 hingga 50 hari kedepan. 

"Kita adakan ini untuk masyarakat wajib pajak di Sulut," ujar Kepala Bapenda Sulut, June Silangen Senin (11/11/2024).

Silangen menuturkan keringanan pajak ini adalah hadiah natal untuk masyarakat Sulawesi Utara.  

Christmas Gift for wajib pajak berlaku mulai 11 November  hingga 30 Desember 2024.

Ilustrasi pajak. Pemprov Sulut berikan keringan pajak kendaraan.
Ilustrasi pajak. Pemprov Sulut berikan keringan pajak kendaraan. (afp)

Apa saja keringanan pajak yang dimaksud?

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) memberikan sejumlah keringanan, yaitu :

- Keringanan pokok PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor

- Pembebasan tarif progresif

- Pembebasan denda PKB 100 persen.

- Pembebasan pembebanan setara BBNKB II serta 

- Diskon Pokok PKB termasuk pembebasan denda SWDKLLJ

(tarif progresif : penerapan tarif pajak kendaraan kepemilikan kedua dan seterusnya yang lebih besar dari tarif pajak kendaraan kepemilikan pertama)

(BBNKB II : Bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

SWDKLLJ : Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)

3. Cagub Sulut YSK Curhat Pengalaman Menyedihkan

Salah satu Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), baru-baru ini menjadi tamu special di Tribun Manado Podcast. 

Pada kesempatan itu, YSK menceritakan sedikit pengalaman hidupnya.

YSK mencurahkan isi hati bagaimana dirinya merespons berbagai serangan di media sosial yang diarahkan kepadanya. 

Serangan dari dunia maya tersebut di antaranya tentang kesukuan Toraja dari ayahnya, serta masa lalunya saat bertugas sebagai anggota TNI. 

"Saya tidak pernah mengelak tentang soal kesukuan. Bapak saya Toraja dan Ibu saya Minahasa Kakas. Kedua saya pernah dihukum dan semuanya sudah kami laporkan. 

Namun kenapa sampai saat ini hal itu masih diangkat-angkat," jelasnya.

Calon Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling 17
Calon Gubernur Sulawesi Utara nomor urut 01, Yulius Selvanus Komaling, saat menjadi bintang tamu dalam Podcast Tribun Manado.

YSK menegaskan, bahwa hukuman yang diterimanya itu karena membela negara dan bukan karena kepentingan pribadi. 

"Saya tidak pernah korupsi, tidak pernah membangkang atasan dan tidak pernah berbuat jelek untuk negeri," jelasnya

Cerita YSK, sewaktu tahun 1998 kepemimpinan Presiden Soeharto itu dalam ancaman.

Cagub usungan partai Gerindra ini yang dulunya sebagai prajurit, wajib menjaga mesti mengawal Presiden saat itu. 

"Jangan membuat hal lalu itu menjadi isu yang tidak bagus. Lalu jangan membuat orang apatis kemudian menjadi musuh. Riang gembira saja, ngaak jadi Gubernur bukan terus mati. 

Tapi kalo nda jadi Gubernur kemudian ditangkap KPK itu jadi persoalan," jelas YSK.

Simak selengkapnya di sini!

Baca juga: Berita Populer Sulawesi Utara Hari Ini: 3 Jenderal Dukung E2L-HJP di Pilgub 2024, Ada Eks Pangdam

Itulah 3 berita populer Sulut edisi hari Selasa 12 November 2024.

*Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya. Update Berita Kanal TribunManado.co.id di sini!

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved