Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Cengkih di Manado

Harga Cengkih Terbaru di Manado Bikin Petani Untung, Dulu Pasrah Kini Senang, Ada yang Bimbang

Berikut ini harga cengkih terbaru di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Kabar gembira bagi petani cengkih. Kini harga cengkih di Manado naik lagi.

Tribun Manado
Harga Cengkih Terbaru di Manado Bikin Petani Untung, Dulu Pasrah Kini Senang, Ada yang Bimbang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini harga cengkih terbaru di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Kabar gembira bagi petani cengkih.

Kini harga cengkih di Manado naik lagi.

Akhirnya setelah beberapa waktu harga cengkih sekarang di atas Rp 100 ribu per kilogram.

Datangnya kabar ini tentu membuat petani cengkih gembira.

Baca juga: Harga Cengkih Terbaru di Manado Sulawesi Utara, Naik Lagi, Petani Ramai-ramai Menjual

Simak harga cengkih di Manado, Sulawesi Utara yang mengalami peningkatan.

Hal ini menjadi kabar baik bagi para petani yang telah lama berjuang menghadapi ketidakpastian pasar. 

Pantauan di Gudang Wanea, Manado, harga cengkih sudah mencapai Rp 100.500 per kilogram, Jumat (8/11/2024).

Sementara di Gudang Od Pnie Wenang, nilainya lebih tinggi lagi yaitu Rp 102 ribu per kilogram.

Bagi petani asal Minahasa Selatan (Minsel), Karel Monto, kenaikan ini adalah sebuah angin segar. 

Ia mengisahkan getirnya beberapa bulan lalu ketika harga cengkih anjlok hingga Rp 80 ribu per kilogram.

“Waktu itu seperti bencana,” ujar Karel saat diwawancara Tribunmanado.co.id Jumat lalu.

Saat itu Karel tak merasakan keuntungan sama sekali dari hasil jualan, bahkan tidak menutupi biaya operasional.

Meski tetap harus menjual hasil panennya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan membayar pekerja, Karel mengaku kecewa dan merasa perjuangan bertani cengkih saat itu seakan sia-sia.

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari Karel harus mengambil pekerjaan lain.

Kemudian, perlahan-lahan harga cengkih mulai merangkak naik hingga Rp 90 ribu dan Rp 95 ribu per kilogram. 

Baginya, kondisi ini mulai memberi sedikit harapan, meskipun keuntungannya masih tipis.

"Saya jual sekitar 100 kilogram waktu itu dan keuntungan cukup bagus," sambungnya.

Dari hasil tersebut, ia mendapat keuntungan yang cukup untuk membeli berbagai keperluan.

Petani lainnya dari Minsel, Owen, bercerita saat menghadapi kondisi harga yang tidak stabil bahkan sempat membuatnya ingin berhenti menanam cengkih.

Saat harga anjlok, ia mengaku hampir beralih menanam nilam karena tingginya biaya pekerja yang kala itu meminta upah Rp 6 ribu per liter untuk memetik cengkih

“Sempat pasrah, saya simpan cengkih dua bulan sambil menunggu harga naik,” cerita Owen.

Kini, dengan harga cengkih di Gudang Wanea mencapai Rp 100.500 per kilogram, Owen merasa senang namun bimbang.

Dia mempertimbangkan apakah ini saat terbaik untuk menjual, atau menunggu jika harga akan naik lagi. 

"Risiko petani itu ya begini, harga naik turun tidak pasti," ujarnya.

Ia berencana menjual sekitar 150 kilogram cengkihnya.

Saat ini dia masih bimbang apakah akan menjual sekarang atau nanti.

Sebelumnya, sejumlah petani cengkih di Sulawesi Utara, tengah dihadapkan pada dilema besar. 

Meski harga cengkih di beberapa tempat sudah mencapai Rp 100.500 per kilogram, mereka masih bimbang apakah harus menjual sekarang atau menunggu kenaikan lebih lanjut. 

Kondisi ini tampak jelas di Penampungan Gudang Wanea Kota Manado, Jumat (8/11/2024).

Sofyan, seorang petani asal Minahasa Selatan, mengungkapkan keraguannya. 

"Saya masih bingung, mau jual sekarang atau nanti," ujarnya saat berbincang dengan Tribunmanado.co.id. 

Ia merasa harga saat ini cukup baik, tetapi khawatir jika sudah menjual, harga malah akan naik lebih tinggi.

"Ini buat saya ragu," lanjutnya. 

Sofyan berencana untuk menjual sekitar 150 kilogram cengkih yang telah ia panen, namun belum memutuskan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya.

Sikap serupa terlihat pada Jurgen, petani lainnya asal Minsel. 

Ia masih memilih untuk belum menjual hasil panennya.

Ia mengharapkan harga bisa menyentuh Rp 105.000 per kilogram. 

Namun, di sisi lain, mereka juga khawatir jika harga justru turun pada bulan Desember mendatang.

"Karena kemungkinan lebih banyak petani yang mulai menjual cengkih di bulan itu," ujarnya.

Hal ini karena karena para petani pasti akan berbelanja berbagai keperluan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

(TribunManado.co.id)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WA TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved