Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2024

Pilkada Jabar 2024: 27 Persen Swing Voters Potensi Ubah Pilihan

Swing voters atau pemilih mengambang cukup tinggi menjelang Pilkada Jawa Barat 2024. Jajak pendapat menunjukkan 27 persen berpotensi ubah pilihan.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Ilustrasi Pilkada Serentak 2024. Swing voters atau pemilih mengambang cukup tinggi menjelang Pilkada Jawa Barat 2024. Jajak pendapat menunjukkan 27 persen berpotensi ubah pilihan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Swing voters atau pemilih mengambang cukup tinggi menjelang Pilkada Jawa Barat 2024. 

Jajak pendapat menunjukkan masih ada 27 persen berpotensi mengubah pilihan pada pemilihan 27 November. 

Sementara strong voters atau yang sudah bulat akan pemilih paslon jagoannya mencapai 69 persen.

Voxpol Center melakukan survei terkait elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jabar 2024. 

Survei dilakukan pada rentang waktu 11-20 Oktober dengan melibatkan 800 responden dari berbagai umur dan pekerjaan.

Dari hasil survei ini didapati bahwa mayoritas responden memilih pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan di angka 60,3 persen. 

Angka ini cukup tinggi dibandingkan dengan pesaing terdekatnya, Ahmad Syaikhu - Ilham Habibie yang hanya 17,8 persen.

Pasangan Acep Adang-Gitalis Dwinatarina  4,9 persen dan pasangan Jeje Wiradinata - Ronald Sunandar ini berada di angka 5,4 persen. 

Di sisi lain masih ada responden yang belum menentukan pilihan di angka 11,8 persen.

"Penilaian ini diberikan atas kesadaran para responden tanpa simulasi kertas suara KPU. Elektablitas ini pun dikarenakan nama Dedi Mulyadi cukup populer dan dikenal masyarakat," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Chaniago dalam konferensi pers, Jumat (25/10/2024).

Pangi menuturkan, dari responden yang disurvei sudah ada 60 persen yang tahu akan mencoblos siapa calon kepala daerahnya. 

Sementara ada 38 persen belum tahu memilih siapa dan dua persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Alasan masyarakat memilih dari 76 persen karena figur atau tokoh di Jabar. Sementara itu 11,3 persen karena partai pengusung dan 6,8 persen karena tokoh calon wakil gubernur.

"Dikenalnya tokoh ini memang cukup mempengarungi elektabilitas," kata dia.

Dengan hasil survei ini, Pangi pun memastikan data yang dia dapat valid dan tidak diotak-atik. 

Dalam survei yang dilakukan Voxvol dilakukan dengan cara wawancara secara langsung dan juga melakukan konfirmasi ulang. Sehingga pada saat survei ada verifikasi dan validasi data kembali agar data yang didapat tidak melenceng.

"Kualitas kontrol ini kita jaga betul datanya dengan turun ke lapangan sehingga ada eror sampling yang kecil di mana sekarang hanya 3, 47 persen," ujarnya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved