Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabinet Prabowo Gibran

Sosok Sulaiman Umar, Adik Ipar Bos Batubara Dipanggil Prabowo, Orang Berpengaruh di Dunia Kesehatan

Diketahui, Sulaiman Umar adalah adik ipar dari pengusaha batubara asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad atau biasa dikenal dengan Haji Isam.

Editor: Indry Panigoro
Foto Instagram Sulaiman Umar
Sulaiman Umar ikut dipanggil Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Berikut ini adalah sosok Sulaiman Umar.

Sulaiman Umar saat ini tengah jadi perbincangan.

Sulaiman Umar menjadi sorotan saat ini usai dirinya diundang Prabowo ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

Selain Sulaiman Umar, memang Presiden terpilih, Prabowo Subianto juga mengundang sejumlah tokoh ke kediamannya  sejak kemarin dan berlanjut hari ini Selasa (15/10/2024).

Ada Hanif Faisol Nurofiq, dan juga tokoh asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga dipanggil Prabowo ada nama Sulaiman Umar.

Diketahui, Sulaiman Umar adalah adik ipar dari pengusaha batubara asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad atau biasa dikenal dengan Haji Isam.

Jika terpilih resmi menjadi menteri, Sulaiman Umar menambah deretan tokoh-tokoh asal Kalsel yang mampu masuk dalam pemerintahan.

Berikut selengkapnya profil Sulaiman Umar, calon menteri Kabinet Prabowo-Gibran:

Profil Sulaiman Umar

Sulaiman Umar lahir di Pagatan, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan pada 16 April 1982. Ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia pada 2001-2011.

Sulaiman Umar pernah bergiat di beberapa organisasi, di antaranya sebagai Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Tanah Bumbu (2017-2020), Wakil Ketua Palang Merah Indonesia Tanah Bumbu (2017-2022), Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Tanah Bumbu (2017-2022).

Kemudian Ketua DPD Generasi Muda Pembaharuan Tanah Bumbu (2017-2020), Ketua Umum Komite Nasional Pembangunan Indonesia Tanah Bumbu (2017-2020), dan anggota PB IDI Bidang Pengabdian Profesi (2018-2021).

Dia lantas terpilih menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan dengan perolehan suara 109.208. Di parlemen, dia duduk sebagai anggota Komisi VII yang membidangi energi.

Selain karier politik, Sulaiman menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Permata Marina dan Direktur Klinik Zam-Zam di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sulaiman memprakarsai pendirian RS Permata Marina itu bersama istrinya, Noor Andi Arina Wati Arsyad atau Arina Sulaiman.

Andi Arina merupakan adik dari pengusaha asal Batulicin, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal dengan Haji Isam. Hingga saat ini, Sulaiman dan Arina dikaruniai tiga anak.

Sebelumnya, tampak mantan Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq juga hadir di kediaman Prabowo Subianto.

Hanif Faisol Nurofiq saat ini menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK.

Sosok Hanif Faisol Nurofiq adalah birokrat yang lama bertugas di Kalsel.

Ketika menjadi kepala Dinas kehutanan Kalsel ia memiliki peran besar dalam penggagasan penghijuan yang digaungkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin, dengan sebutan Revolusi Hijau.

Hanif Faisol Nurofiq atau sang rimbawan Banua ini pun makin luwes untuk mengembangkan penghijauan hingga kanan-kiri jalan nasional di Kalsel. 

Menteri Kabinet Asal Kalsel

1. H. Mohammad Hanafiah 

Lahir Kandangan, 17 Juni 1904. Beliau adalah menteri agraria ke-2 dalam Kabinet Ali Sostramidjojo I (1952-1955) di era Soekarno.

2. Pangeran Mohamad Noor 

Lahir Martapura, 24 Juni 1901. Pria keturunan bangsawan Banjar, Kalsel ini pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik pada pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1955-9 April 1957) dan kembali dipercaya menjadi Menteri Pekerjaan Umum pada periode 9 April 1957-10 Juni 1959.

3. Idham Chalid

Lahir Satui, 27 Agustus 1921. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia di Kabinet Ali Sastroamidjojo dan di Kabinet Djuanda, Ketua MPR dan DPR pada 1972-1977. Pada masa seusai Orde Lama, Adam Chalid juga menjabat sebagai Menteri Utama Bidang Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Ampera I, Menteri Negara Kesejahteraan pada Kabinet Ampera II serta Kabinet Pembangunan I.

4. Saadillah Mursjid

Lahir Barabai, 7 September 1937. Saadillah menjabat Menteri Sekretaris Negara di era pemerintahan Soeharto pada 1993-1998. Sebelum itu, dia menduduki posisi Menteri Muda Sekretaris Kabinet 1988-1993.

5. Djohan Effendi

Lahir Kandangan, 1 Oktober 1939. Djohan Effendi adalah menteri sekretariat negara Kabinet Persatuan Nasional era presiden Abdurrahman Wahid. Sebelumnya ia merupakan Staf Khusus Sekretaris Negara/Penulis Pidato Presiden Soeharto (1978-1995) dan ia telah menulis ratusan pidato untuk Presiden Soeharto. Ketika Abdurrahman Wahid menjabat sebagai presiden, ia diangkat sebagai Menteri Sekretaris Negara.

6. Syamsul Mu’arif 

Lahir di Kandangan, 8 Desember 1948. Ia menjabat Menteri Negara Komunikasi dan Informasi pada Kabinet Gotong Royong, di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri.

7. Taufiq Effendi

Lahir di Barabai, 12 April 1941. Brigjen (Purn) Dr Drs Taufiq Effendi MBA, menjabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia ke-11 pada Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

8. Gt M Hatta

Lahir di Banjarmasin, 1 September 1952. Gusti Muhammad (GM) Hatta dilantik menjadi Menteri Riset dan Teknologi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pada tanggal 19 Oktober 2011. Sebelum Gt M Hatta menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Gusti Muhammad Hatta telah memiliki kedudukan Menteri lainnya sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia sejak 22 Oktober 2009 hingga terjadinya perombakan di kabinet Indonesia Bersatu jilid I pada 18 Oktober 2011.

(Banjarmasinpost.co.id)

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id 

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved