Menteri Prabowo dari PDIP Termasuk Olly Dondokambey, Muzani: Insya Allah Ada
Isu tiga menteri Prabowo Subianto dari PDIP di antaranya Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey ramai dibahas publik.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Isu tiga menteri Prabowo Subianto dari PDIP di antaranya Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey ramai dibahas publik. Elite Partai Gerindra pun mengisyaratkan ada menteri dari PDIP.
Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani meminta publik menunggu keputusan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang akan mengumumkan susunan kabinet.
“Tunggu-tunggu, insya Allah ada (menteri dari PDI-P),” kata Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Hal ini disampaikan Muzani saat dikonfirmasi wartawan soal isu yang menyebut akan ada tiga menteri dari PDI-P yang masuk kabinet Prabowo kelak.
Adapun PDI-P belum menentukan sikap untuk bergabung atau berada di luar barisan pemerintahan Prabowo Subianto.
PDI-P juga belum membahas soal peluang partainya mendapatkan jatah kursi menteri.
Ketua DPP PDI-P Puan Maharani mengaku belum mendapatkan informasi apapun, soal pembagian kursi menteri pada masa pemerintahan Prabowo.
“Kurang tahu, kurang tahu, saya enggak tahu,” ucap Puan usai rapat paripurna penetapan pimpinan MPR RI, Kamis (3/10/2024). Adapun tiga tokoh PDI-P yang disebut-sebut bakal masuk kabinet Prabowo adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, serta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.
Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan ingin membentuk pemerintahan yang kuat sehingga terpaksa membentuk koalisi yang besar.
Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar sehingga wajar jika kabinet yang dipimpinnya kelak adalah kabinet yang gemuk demi mengakomodasi banyak kelompok.
"Saya ingin membentuk pemerintahan persatuan nasional yang kuat, terpaksa koalisinya besar. Nanti akan dibilang, 'huh kabinet Prabowo kabinet gemuk, banyak'. Ya negara kita besar, Bung!" ujar Prabowo dalam acara BNI Daily Investor di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Prabowo lantas mencontohkan bahwa negara Timor Leste punya 28 orang menteri, padahal jumlah penduduknya hanya sekitar 1,3 juta orang, lebih kecil dari Kabupaten Bogor.
Menurut dia, hal itu disebabkan pemerintahan Timor Leste juga berbentuk koalisi yang terdiri dari berbagai kelompok.
Prabowo mengaku bisa saja sebuah negara dijalankan hanya dengan 20 atau 24 orang menteri apabila negara itu menganut sistem otoriter yang terdiri dari satu partai.
"Kalau kita negara otoriter, ya kan hanya satu partai, ya bisa jalankan negara ini hanya dengan 20 menteri, 24 menteri," kata Prabowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/041024-Olly-Prabowo.jpg)