Kecelakaan Maut
Kronologi dan Indentitas Korban Kecelakaan di Jalan Soekarno Minut, Guru SMA Bitung Tewas
Menurut keterangan Kanit, kecelakaan maut menewaskan lelaki bernama Johanis Koagow, terjadi hari ini sekitar pukul 06.30 Wita.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Heboh kecelakaan maut terjadi di Sulawesi Utara ( Sulut ).
Seorang pengendara motor tewas usai motor yang dikendarainya menabrak pembatas jalan.
Kecelakaan ini terjadi di Jalan Soekarno Minut, Sulut Kamis 26 September 2024 pagi.
Kecelakaan ini membuat publik Sulut heboh.
Bahkan nama Johanis Koagow juga sedang populer di pencarian Facebook warga Sulawesi Utara hari ini Kamis 26 September 2024.
Jika Anda membuka kolom pencarian Facebook dan mengetik nama Johanis Koagow, akan muncul kalau nama tersebut sedang populer.
Usut punya usut rupanya hari ini ada kecelakaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.
Kecelakaan maut ini terjadi di jalan Soekarno Minut, Sulawesi Utara, Kamis 26 September 2024.
Dalam kecelakaan maut itu, ada korban jiwa berjenis kelamin laki-laki yang meninggal dunia.
Di lokasi kejadian ditemukan id card bernama Johanis Koagow.
Diduga kuat korban yang meninggal karena kecelakaan ini adalah pria yang namanya sedang populer di pencarian Facebook.
Diberitakan sebelumnya, viral Kecelakaan maut terjadi di jalan Soekarno Minut, Sulawesi Utara, Kamis 26 September 2024.
Korban diketahui bernama Johanis Koagow.
Kecelakaan ini viral setelah diposting pemilik akun facebook bernama Juninho Mandang.
Dalam postingan dijelaskan kalau korban adalah bapak Johanes Koagow, berada di RSUD Maria Walanda Maramis ditemukan sudah meninggal.
Dalam postingan ada yang berkomentar kalau korban warga lingkungan 7 Paal Dua Kota Manado.
Ada juga yang sebut korban adalah guru di SMA Negeri 2 Kota Bitung dan seorang pelayan khusus sebagai diaken.
Ketika dikonfirmasi Tribun Manado, Kanit Gakkum Polres Minut Aipda David Beslar membenarkan kecelakaan tersebut.
"Benar, tadi kami sudah ke lokasi pukul 07.00 Wita," ucap singkat Kanit.

Kronologi kejadian
Kanit Gakkum Lantas Polres Minut, Aipda David Beslar menjelaskan kronologi kecelakaan lalu lintas di Minut yang terjadi Kamis (26/9/2024) tadi pagi.
Menurut keterangan Kanit, kecelakaan maut menewaskan lelaki bernama Johanis Koagow, terjadi hari ini sekitar pukul 06.30 Wita.

Kecelakaan terjadi diruas jalan raya Ir Soekarno, tepatnya di Kelurahan Sarongsong Dua, Airmadidi, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.
Menurut Kanit, saat itu Johanis mengendarai kendaraan sepeda motor jenis Honda Blade bernomor polisi DB 5463 ML.
Johanis bergerak dari arah Kota Manado menuju arah Bitung.
Saat melintasi jalan raya Ir. Soekarno mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal.
"Kendaraan yang dikendarai Johanis terperosok ke dalam lubang, kemudian oleng sehingga hilang kendali dan menabrak pembatas jalan," ungkap Kanit.
Menurut Kanit, ini adalah kecelakaan lalu lintas tunggal atau laka tunggal.
"Akibat kecelakaan tersebut pengendara lelaki Johanis mengalami luka robek pada bagian pelipis sebelah kanan," kata Kanit.
Selain itu, Kanit menyebut korban patah tulang pada tangan sebelah kanan dan menyebabkan meninggal.
Diketahui sebelumnya, korban sempat dibawah di RSUD Maria Walanda Maramis.
Namun, dalam perjalan menuju ke RS Johanis meninggal dunia.
Kecelakaan ini pun sempat viral di medsos setelah diposting pemilik akun facebook bernama Juninho Mandan
7 Tips Aman Berkendara Supaya Terhindar dari Kecelakaan
Berikut yang Kompas.com rangkum 7 tips aman berkendara di jalan tol agar tidak mengalami kecelakaan:
1. Cek kondisi kendaraan
Hal paling penting yang pertama harus dilakukan pengemudi, kata Sani, adalah memastikan kendaraan yang dibawa memang dalam keadaan yang prima.
Tidak hanya sebelum perjalanan jauh antarkota atau antarprovinsi, kendaraan sebaiknya memang diperiksa secara rutin dan berkala, agar saat terjadi sesuatu bisa segera diatasi.
"Pastikan kendaraan yg digunakan dalam keadaan baik, lakukan pemeriksaan rutin kendaraan agar tidak terjadi mogok di tengah jalan tol," ujar Sani.
2. Jaga kesehatan tubuh
Tidak hanya kondisi mobil, Sani berpesan agar pengemudi juga memiliki tubuh yang sehat dan bugar saat mengemudi.
Pasalnya, mengemudi sebenarnya merupakan aktivitas yang tidak mudah dan membutuhkan energi serta konsentrasi maksimal.
"Siapkan fisik yang sehat karena saat berkendara di jalan tol, kita membutuhkan konsentrasi dan fokus agar tidak terjadi microsleep saat berkendara yang membuat bahaya diri kita," ujarnya.
Selain itu, pengemudi juga wajib berkonsentrasi terhadap jalanan di depan dan belakangnya, sehingga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas lain, seperti menelpon atau bermain ponsel.
3. Siapkan kartu tol
Selanjutnya, tidak kalah penting namun masih sering luput dari perhatian, jangan lupa siapkan dana yang cukup di kartu e-tol sebelum bepergian.
"Siapkan dana yang cukup di kartu e-tol agar tidak kesulitan saat masuk untuk melakukan pembayaran," kata dia.
Jika ternyata saldo kartu tidak mencukupi, tentu akan menghambat perjalanan dan antrean kendaraan lain yang ingin membayar.
4. Pelajari rute jalan tol
Hal lain yang harus dilakukan agar mengemudi secara aman dan nyaman adalah mempelajari rute yang dituju, termasuk pintu tol yang akan dilewati.
Jika terlewat, risikonya adalah perjalanan menjadi lebih jauh karena tidak bisa langsung memutar.
Bahkan lebih buruk lagi, pengemudi lepas kendali dan tiba-tiba memotong atau mengambil jalur yang sebelumnya tidak dipersiapkan, sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.
5. Jaga jarak aman
Sani menegaskan, hal penting yang harus diperhatikan adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan tidak mengemudi secara zig-zag.
"Jaga jarak aman dengan kendaraan lain dan jangan berkendara secara zig-zag karena dapat membahayakan kita dan orang lain," jelasnya.
Untuk jarak aman, sebaiknya ada minimal jeda sekitar tiga detik dengan kendaraan di depan, sebagai batas jarak aman bagi seorang pengemudi bisa reflek menghindar dari kecelakaan yang terjadi di hadapannya.
6. Beristirahat
Jika sudah menempuh perjalanan jauh antarkota atau antarprovinsi, pengemudi sebaiknya menepi sejenak di tempat pemberhentian seperti rest area, untuk mengisi energi.
Waktu istirahat yang disarankan ketika berkendara adalah setiap empat jam sekali agar tubuh tidak kelelahan.
"Istirahatlah setiap menempuh perjalanan, maksimal empat jam agar tubuh tetap fit," ujar Sani.
7. Kurangi kecepatan
Terakhir, Sani berpesan agar pengemudi bisa mengurangi kecepatan saat menghadapi kabut atau asap yang mungkin saja muncul di jalan tol tertentu. Apalagi, misalnya kondisi sedang gelap dan cuaca hujan atau sangat dingin.
"Kurangi kecepatan apabila rute yg dilalui tertutup kabut atau asap yang ada di sepanjang jalan untuk menghindari tabrakan beruntun," pungkasnya. (Fis/Ind)
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
Tangis Pilu Karmila, Anaknya yang Baru Berusia 3 Bulan Tewas dalam Kecelakaan di Mamuju |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut di Jalan Trans Sulawesi, Truk Kontainer Hantam 3 Truk, 2 Orang Tewas |
![]() |
---|
Kronologi Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Karawang Barat, Direktur Asal Jepang Tewas |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut Terjadi di Sulawesi, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Ban Belakang Truk |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut 5 Kendaraan di Gunungkidul Yogyakarta, Satu Orang Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.