Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Steven Kandouw

Beri Kuliah Umum, Steven Kandouw Beber Peran Strategis Sulawesi Utara di Pasifik ke Mahasiswa Unsrat

Calon Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw mengisi hari pertama Kampanye Pilkada dengan memberi kuliah umum kepada mahasiswa Unsrat Manado

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Fernando Lumowa/Tribun Manado
Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni), Steven Kandouw berbicara dalam Seminar Kepasifikan yang digelar Pusat Studi ASEAN LPPM Unsrat di aula FISIP Unsrat, Rabu (25/9/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Calon Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw mengisi hari pertama Kampanye Pilkada dengan memberi kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Rabu (25/9/2024) sore. 

Kandouw berbicara dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Sulawesi Utara di Aula FISIP Unsrat. 

Steven Kandouw yang mengenakan kemeja putih didampingi Ketua Tim Pemenangan Steven Kandouw-Denny Tuejeh, Djouhari Kansil. 

Kandouw menjadi pembicara kedua setelah Diplomat Ahli Madya, Andre Omer Siregar MBA dalam seminar yang digelar Pusat Studi ASEAN Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsrat. 

Wakil Gubernur Sulut ini mengulas topik Seminar Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Bagi Pulau-pulau Terluar di Sulut dan Mendukung Pacific Elevation. 

Kandouw bilang, kembali ke kampus merupakan momentum de javu baginya. "Ini mengingatkan saya pada tahun 1999. Saya ingat, pernah mengajar di sini juga. Sebenarnya, passion saya mengajar tapi kenyataan berkata lain," ujar SK. 

Ia pun mengulas soal Kepasifikan. Topik itu selalu up to date karena wilayah ini menjadi episentrum ekonomi geopolitik dunia. 

Sejumlah negara G7 yang memiliki GDP terbesar dunia ada di kawasan ini, di antaranya, AS, Tiongkok, Jepang dan Australia. 

"Belum lagi dari sisi demogafri, penduduk terbanyak dunia di Pasifik. Barangkali sudah dua pertiga populasi. Kemudian aspek luas wilayah," jelas Kandouw. 

Bicara konteks Sulawesi Utara di Pasifik, Kandouw bilang, sudah sekitar seabad lalu, Sam Ratulangi mengungkapkan kedudukan strategis wilayah ini. 

Itu secara perlahan-lahan mulai diwujudkan oleh pemerintahan yang ada dalam rentang 10 tahun terakhir. 

Berbagai kendala regulasi, birokrasi dan faktor lainnya berhasil diterobos untuk mewujudkan Sulawesi Utara jadi simpul ekonomi di utara Indonesia sekaligus pintu di Paaifik. 

"Sekarang sudah ada penerbangan langsung ke beberapa kota di Tiongkok dan Kota Kinabalux Malaysia, menyusul Singapura dan Tokyo yang sudah duluan," katanya. 

Begitu pula dari sisi kargo pelayanan, perusahaan Tiongkok SITC Container Line melayani ekspor langsung ke Negeri Tirai Bambu dari Bitung sebulan sekali. 

Meskipun demikian, terkait dengan itu SK tak menampik pengelolaan wilayah perbatasan Sulawesi Utara 'gampang-gampang susah'. 

Ibarat mata uang yang punya dua sisi. Perbatasan punya potensi besar karena masyarakat setempat bisa melakukan perdagangan langsung.

"Asas manfaatnya, penduduk di Kepulauan Nusa Utara bisa berdagang langsung ke Filipina bahkan Malaysia," katamya. 

Di sisi lain, perbatasan punya potensi ancaman. Baik dari sisi ekonomi, sosial dan hankam. 

"Perbatasan laut kita yang terbuka rawan praktik penyeludupan. Baik barang ilegal, narkoba, human trafickking dan senjata api," jelasnya lagi. 

Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Alexander Berty Oktovian Sompie MEng IPU ASEAN Eng mengungkapkan, Unsrat memberi perhatian khusus pada isu-isu perbatasan dan Kepasifikan. 

"Selain punya mata kuliah penciri Kepasifikan, kita punya Pusat Studi ASEAN. Ini jadi wujud komitmen Unsrat memberi kontribusi bagi Sulut dan Indonesia," kata Prof Sompie yang didampingi Ketua LPPM, Prof Dr Ir Jefrey Kindangen DEA dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr Ferry Liando. 

Ketua Pusat Studi ASEAN LPPM Unsrat, Dr Michael Mamentu yang juga pemateri dalam seminar ini bilang, Pasifik menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan geopolitik dunia saat ini.

"Tantangan besar bagi dunia kampus, bagaimana Sulut bisa memposisikan diri mengambil peluang untuk jadi pintu utama," kata Mamentu. 

Dengan seminar ini, diinventarisir peluang dan tantangan terkait kepulauan wilayah perbatasan Sulawesi Utara sekaligus menghasilkan rekomendasi bagi dunia kampus maupun pihak luar. 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved