Biden Serukan Solusi Dua Negara Israel - Palestina saat Sidang PBB
Presiden AS Joe Biden menyerukan solusi dua negara, Israel dan Palestina saat berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Presiden AS Joe Biden menyerukan solusi dua negara, Israel dan Palestina saat berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, Selasa 24 September 2024.
Seruan Biden, sama dengan yang diusulkan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah.
Yakub Magid dari TOI melaporkan, Biden menggunakan salah satu panggung internasional terbesar di dunia untuk mengecam kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina, yang sebagian besar tidak terkendali di Tepi Barat.
“Saat kita melihat ke depan, kita juga harus mengatasi meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina yang tidak bersalah di Tepi Barat,” kata Biden dalam pidatonya di Majelis Umum PBB
Pemerintahannya mulai menjatuhkan sanksi terhadap individu dan organisasi ekstremis Israel pada awal tahun dan telah berjanji untuk terus melakukannya.
Dalam kesempatan yang sama, Biden mendesak “penetapan kondisi untuk masa depan yang lebih baik, termasuk solusi dua negara, di mana Israel menikmati keamanan dan perdamaian, pengakuan penuh dan hubungan yang dinormalisasi dengan semua negara tetangganya dan di mana warga Palestina hidup dengan aman, bermartabat, dan menentukan nasib sendiri di negara mereka sendiri.”
Presiden AS Joe Biden menyampaikan kepada Majelis Umum PBB bahwa ia tetap bertekad untuk mencegah perang regional dan menekankan bahwa masih mungkin untuk mencapai resolusi diplomatik antara Israel dan Hizbullah yang akan mencegah hasil seperti itu.
“Sejak 7 Oktober, kami juga bertekad untuk mencegah perang yang lebih luas daripada yang melanda seluruh kawasan,” kata Biden.
“Hizbullah, tanpa alasan, setelah serangan (Hamas) pada 7 Oktober, mulai meluncurkan roket ke Israel,” katanya. “Hampir setahun kemudian, terlalu banyak orang di kedua sisi perbatasan Israel-Lebanon yang masih mengungsi.”
“Perang skala penuh tidak menguntungkan siapa pun. Meskipun situasi telah meningkat, solusi diplomatik masih mungkin dilakukan. Faktanya, ini tetap menjadi satu-satunya jalan menuju keamanan yang langgeng untuk memungkinkan penduduk dari kedua negara kembali ke rumah dan perbatasan mereka dengan aman. Itulah... yang sedang kami upayakan tanpa lelah untuk dicapai,” Biden menambahkan. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/240924-Biden1.jpg)